Homeschooling…



Kalo diartikan secara bodhon, home berarti rumah.. school berarti sekolah. Jadi jelas bukan? Homeschooling = sekolah rumah. Homeschooling adalah salah satu alternatif yang ditawarkan oleh pemerintah bagi seseorang yang ingin mengembangkan pendidikannya dalam keluarga, proses pembelajarannya dilakukan dirumah, yang bisa dilakukan oleh orang tua dengan mendatangkan tutor atau guru les. Homeschooling disebut juga dengan home education atau home-based learning.

Pada umumnya orang tua memilih jalan homeschooling bagi anaknya karena merasa tidak puas dengan sistem pendidikan disekolah formal pada umumnya.

Homeschooling telah banyak dikenal masyarakat luas, namun demikian tidak semua orang awam mengerti banyak tentang homeschooling. Hal ini disebabkan karena mindset masyarakat bahwa “homeschooling hanya berlaku untuk orang ber-duit “. Padahal dalam kenyataannya beberapa orang justru memandang bahwa homeschooling lebih murah karena mereka dapat mengatur sendiri budget untuk pembayarannya, tidak terikat membayar uang sekolah, seragam, pembayaran buku baru atau pembayaran wisuda lepas lulus sekolah seperti di sekolah formal pada umumnya.

Keberadaan Homeschooling juga sudah di-legalkan oleh pemerintah. Dasar hukumnya jelas tercantum dalam UUD 1945 maupun dalam UU No 20 th 2003 tentang Sisdiknas. Secara eksplisit UU Sisdiknas mengakui keberadaan pendidikan berbasis keluarga dan lingkungan. Pendidikan keluarga yang disebut sebagai pendidikan informal.

Homeschooler juga dapat melanjutkan ke sekolah formal melalui ujian kesetaraan. Ujian kesetaraan keluarga homeschooling bersifat pilihan. Untuk mengikuti ujian kesetaraan maka keluarga homeschooling harus mengintegrasikan kurikulum dan bahan pelajaran yang diujikan dalam ujian kesetaraan kedalam program pembelajaran homeschooling. Ujian kesetaraan ini mencakup ujian kesetaraan paket A (setara SD), paket B (setara SMP/MTs) dan paket C (setara SMA/SMK/MA). Ujian kesetaraan ini dilakukan oleh lembaga nonformal seperti PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Komunitas sekolah rumah atau Umbrella school. Kemudahan mengikuti ujian ini dapat dilakukan dengan menggunakan kebijakan Alih Kredit Kompetensi (AKK),yaitu tes kemampuan dan pengakuan bagi para homeschooler yang tidak memiliki dokumen, sementara homeschooler yang memiliki dokumen seperti raport dan transkrip nilai,pembelajarannya bisa langsung dikonversi dan lagsung memiliki hak untuk mengikuti ujian kesetaraan.

Pembelajaran homeschooling sedikit berbeda dengan pembelajaran pada sekolah formal. Pada sekolah formal biasanya belajar dalam sebuah ruang dan menggunakan buku modul, sementara homeschooling biasanya justru menggunakan fasilitas umum dan sosial sebagai tempat dan obyek belajar, misalnya pasar, terminal, stasiun, panti, sawah, perpustakaan,musium, lembaga penelitian dan lain sebagainya. Oleh karena Homeschooling merupakan pendidikan nonformal, maka pelaksanaan pembelajaran juga lebih fleksibel. Sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak.

Pada sekolah formal sering muncul istilah anak pandai dan tidak pandai. Padahal dalam kenyataannya sebenarnya semua memiliki hal yang sama untuk menyandang kata pandai dan cerdas. Meminjam istilah Howard Gardener tentang kecerdasan majemuk atau sering disebut multiple-intelligences. Bahwa pada dasarnya terdapat 9 macam kecerdasan yang dimiliki oleh manusia, meliputi: kecerdasan linguistik(bahasa), logis-matematis, spatial(keruangan), kinetis-jasmani(gerak), musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, dan kecerdasan eksistensial. Pada sekolah formal biasanya hanya mengembangkan salah satu atau beberapa kecerdasan yang ada dan bersifat kognitif, tapi pada homeschooling membuka peluang bagi anak untuk mengembangkan semua kecerdasan yang dimilikinya. Dalam artian pengembangan individual lebih bisa ditekankan.

Metode dalam homeshooling meliputi 8 macam, yaitu:

1. School at-home, adalah model pendidikan serupa yang diselenggarakan, namun pelaksanaannya dirumah.
2. Unit Studies Approach, adalah model pendidikan yang berbasis tema. Dalam hal ini anak tidak belajar satu mata pelajaran tertentu saja, namun mempelajari banyak mata pelajaran sekaligus melalui sebuah tema yang dipelajari.
3. The Living Books Approach, adalah model pendidikan melalui pengalaman dunia nyata. Pendekatannya dengan mengajarkan kebiasaan baik, ketrampilan dasar (ca-lis-tung), dan mengenalkan anak dengan pengalaman nyata dalam hidup sehari-hari.
4. The Classical Approach, adalah model pendidikan dengan pendekatan kurikulum berbasis literatur/teks
5. The Waldrorf Approach, adalah model pendidikan yang menciptakan setting sekolah yang mirip dengan keadaan dirumah
6. The Montessori Approach, adalah model pendidikan dengan pendekatan penyiapan lingkungan pendukung yang nyata dan alami, mengamati proses interaksi anak-anak dengan lingkungan dan menumbuhkan lingkungan agar anak dapat mengembangkan potensinya.
7. Unschooling Approach, adalah model pendidikan yang berangkat dari keyakinan bahwa anak-anak memiliki keinginan naturak untuk belajar
8. The Ellectriv Approach, adalah model pendidikan dengan memberikan kesempatan pada keluarga untuk mendesain sendiri program homeschoolingnya.

Belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Semua yang tersedia disekitar kita adalah obyek untuk belajar, mendapatkan ilmu. Hanya kita perlu sedikit sadar dan pandai-pandai mencari dan menggali untuk mendapatkannya.

sumber: bine5.wordpress.com

Membaca Cepat

Pernahkah Anda dibilang "kurang piknik buku"? Atau "kurang panjang napas logika"? Itu karena Anda kurang menggauli buku. Itu karena Anda jarang untuk mengatakan "tidak" membaca buku. Kalau buku adalah jendela dunia, maka tidak menyentuh buku sama dengan tidak tahu apa-apa. Tidak tahu apa-apa dekat sekali dengan kebodohan. Dan kebodohan masuk dalam kelompok kemiskinan. Masalahnya, tersebar begitu banyak buku yang terbit nyaris "kesetanan". Terlambat satu buku sama dengan terlambat beberapa informasi.

Supaya Anda tidak terlambat, berikut ini kami sajikan tip membaca cepat cepat dan efektif. Banyak orang menganggap bahwa berkonsentrasi atau memusatkan perhatian pada suatu hal adalah pekerjaan berat dan sulit dilakukan. Apalagi orang berada di tengah himpitan pekerjaan dan kesibukan yang tidak sedikit. Tak heran, perhatian orang sering lari tak karuan ke beberapa hal. Jika anggapan ini masih tetap dipertahankan, kemungkinan besar hasilnya tidak seberapa. Jika Anda membaca buku, tetapi pada saat yang sama konsentrasi Anda terbang ke mana-mana, isi atau pesannya tak akan kuat melekat. Anda mesti ingat baik-baik bahwa berkonsentrasi berarti memusatkan kesadaran. Untuk bisa memahami isi sebuah buku, Anda mesti bisa sadar pada apa yang sedang Anda baca. Itu harus.

Hasrat dan gairah

Untuk bisa tenggelam dan kemudian betah pada halaman-halaman buku, Anda harus punya hasrat dan gairah yang besar. Hasrat untuk memahami isinya dan gairah untuk meraup ilmu dan pengetahuan. Tanpa kedua elemen kunci ini, Anda hanya akan membuang-buang waktu. Tanpa kedua sukma membaca ini, Anda tak ubahnya patung di tengah lautan kalimat, kata, huruf, dan angka yang terbuka lebar. Hasrat dan gairah yang besar akan melecut semangat Anda untuk "menghabisi" isi buku dalam batas waktu tertentu.

"Menghilangkan" suara batin

Anda pasti sering berhadapan dengan godaan dari dalam hati. Baru saja beberapa halaman Anda lewati, muncul suara batin yang menggoda Anda untuk mengalihkan perhatian ke hal-hal lain di luar buku atau tema yang sedang Anda hadapi. Suara batin seperti itu jelas menghambat gerak mata dan kecepatan pikiran Anda. Tak heran, Anda bisa menghabiskan satu atau dua jam di atas satu atau dua halaman buku. Supaya Anda tidak tergoda, apalagi terjebak, Anda harus bisa "menghilangkan" suara itu. Salah satu cara sederhana adalah meyakinkan diri bahwa sekarang adalah saat untuk membaca buku dan mengerti persoalan dan bukannya berkhayal. Usaha ini jelas tak sekali jadi. Butuh keberanian yang besar, kehendak yang kuat dan latihan yang terus menerus.

Gunakan jari sebagai penunjuk

Salah satu cara sederhana untuk menghilangkan suara batin dan mempertahankan konsentrasi adalah melibatkan jari tangan sebagai penunjuk. Banyak orang mungkin beranggapan bahwa campur tangan jari ketika membaca dapat mengganggu konsentrasi. Padahal, gerakan jari tangan justru merangsang kesadaran dan konsentrasi Anda untuk terlibat penuh dan terarah pada halaman dan barisan kalimat yang sedang Anda hadapi. Gerakan jari tangan bisa membuat Anda tetap fokus dan berada dalam kecepatan membaca yang konstan.

Warnai dengan stabilo

Selain dengan jari tangan, trik sederhana lain yang bisa Anda gunakan adalah mewarnai kalimat, frasa atau kata dengan stabilo atau spidol. Kata, kalimat, klausa atau frasa yang digarisbawahi mesti penting dan punya arti. Mengapa? Tidak semua kata atau kalimat dalam buku atau halaman yang dibaca itu penting. Bisa jadi banyak kata atau kalimat yang menjadi penjelasan atau penjabaran lebih lanjut. Di sini Anda ditantang untuk menemukan inti yang tepat. Frasa, kata atau kalimat yang digarisbawahi berguna sebagai benang merah atau penuntun untuk mendapatkan idenya. Jika perlu, gunakan satu atau dua warna untuk membedakan makna dan arti.

Maju terus

Kadang-kadang, ketika Anda sedang membaca sebuah kalimat, Anda merasa ingin membaca keterkaitannya dengan kalimat sebelumnya. Ada baiknya demikian. Tapi jika Anda tetap berpegang pada prinsip itu, Anda tak akan maju-maju. Yang harus Anda lakukan adalah maju terus. Baca terus. Pasti ada penjelasan di depan yang mempertahankan laju pemikiran Anda. Biarkan saja kalimat yang telah Anda lewatkan dan tetaplah fokus untuk membaca bagian selanjutnya.

Yang penting adalah idenya

Seorang penulis pasti tidak ingin memamerkan keindahan kata atau kalimatnya. Yang ia tunjukkan pasti idenya. Dan ide inilah yang harus Anda jadikan hal penting. Karena itu, ketika Anda membaca buku, tangkap dan pahami idenya. Dengan demikian, Anda tidak perlu penghapal barisan kalimatnya. Yang Anda butuhkan adalah pemadatan idenya dalam satu atau dua kalimat. Itu yang penting.

Lompati hal yang tidak menarik

Tidak semua yang ditulis itu perlu diingat. Tidak semua pokok bahasan yang diulas itu penting. Bisa juga ulasan atau rentetan kalimat yang panjang itu hanyalah permainan bahasa semata. Karena itu, lewati saja bagian-bagian yang tidak penting. Itu sebabnya minat yang tadi muncul menjadi sangat bermanfaat di sini.

Setengah jam, setengah jam

Tidak disarankan untuk membaca dua jam penuh sekaligus. Lebih baik dibagi empat sesi, di mana masing-masing sesi berlangsung selama 30 menit plus istirahat 5-10 menit. Menurut penelitian tentang cara kerja otak, otak manusia memiliki kemampuan menerima informasi yang penuh (100 persen) ketika pertama kali membaca. Kemampuan ini akan terus berkurang selama proses membaca. Jeda itu bisa Anda gunakan untuk meneguk segelas air putih, mendengarkan musik, jalan-jalan sebentar atau relaks sejenak.

Membuat peta pikiran (Mind Mapping)

Ini adalah teknik meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada di dalam buku. Awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong, lalu kembangkan seperti sebuah pohon dengan banyak akar. Akar-akar itu adalah penjabaran atau subtema. Dengan cara seperti itu, pikiran Anda akan tertata mengikuti pokok pikiran buku yang sedang Anda baca.

Sekelompok kata atau kalimat

Coba tangkap sekelompok kata dengan mata Anda setiap kali menggerakannya. Jangan tergoda untuk membaca kata per kata atau kalimat per kalimat. Untuk buku-buku berbahasa Indonesia, Anda hanya perlu menggerakkan sekali mata pada setumpuk kata atau kalimat. Demikian pun untuk menerjemahkan kata demi kata. Tangkap sekelompok kata atau sebaris kalimat dan pahami isinya. Itu sudah sangat membantu.

sumber: bukucatatan-part1.blogspot.com

Fakta yang Menakjubkan tentang Bulan Kita

Berikut ini ada beberapa fakta yang menarik tentang bulan kita:

Berapakah Usia Bulan ?

Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bumi dan matahari itu sendiri! Umur Bumi paling tua yang bisa diperkirakan adalah 4.6 Milyar tahun. Sementara itu batuan Bulan malah sudah berumur 5.3 Milyar tahun. Bulan lebih tua 1 milyar tahun ketimbang Bumi!

Lebih keras diatas Dari pada di dalam

Normalnya sebuah planet akan keras di dalam dan makin lama makin lembut diatas, seperti bumi kita. Tidak demikian hal nya dengan bulan. Bagian dalam bulan seperti berongga, sementara bagian atasnya keras sekeras Titanium. Hal ini lah yang menyebabkan bahwa bulan bagaimanapun juga sangat kuat dan tahan serangan. Kawah terbesar di Bulan berdiameter 300KM, dengan kedalaman hanya 6.4KM. Sementara itu, menurut hitungan ilmuwan, jika batuan yang menubruk bulan tadi, menubruk Bumi, maka akan terbentuk lubang paling tidak sedalam 1.200KM!

Bulan yang berongga juga dibuktikan saat kru Apollo yang meninggalkan Bulan, membuang kembali sisa pesawat yang tidak digunakan kembali ke Bulan . Hasilnya, sebuah gempa dan gema pada permukaan bulan terjadi selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh kru Apollo 13, yang kali ini jatuh lebih keras, menimbulkan gema selama 3 jam 20 menit.

Ibaratnya seperti sedang membunyikan lonceng yang kemudian berdentang, hanya saja karena tidak ada udara, maka suara dentang lonceng yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh manusia. Sementara itu, penemuan ini dipertanyakan oleh Carl Sagan, bahwa satelit alamiah nggak mungkin kopong dalam nya.

Bebatuan Bulan

Asal usul batuan dan debu bulan sendiri tidak jelas, karena perbedaan komposisi pembentuk bulan yang berbeda sekali dengan komposisi batuannya. Batu yang pernah diambil team apollo sebesar 380KG lebih, menunjukkan ada nya bahan unik dan langka seperti Titanium murni, kromium, itrium, dan lain lain. Logam ini sangat keras, tahan panas, anti oksidasi. Jenis logam ini tidak terdapat secara alamiah di alam, dan jelas tidak mungkin terbentuk secara alamiah.

Para ilmuwan juga mengalami kesulitan menembus sisi luar bulan sewaktu mereka mengebor bagian terluar bulan. Setelah di teliti, bagian yang di bor tadi adalah sebuah mineral dengan kandungan titanium, uranium 236 dan neptunium 237. Bahan bahan super keras anti karat, yang juga tidak mungkin terbentuk secara alamiah, karena digunakan di bumi untuk membuat pesawat stealth. Kemungkinan besar, ini logam hasil sepuhan manusia!

Batuan bulan juga entah bagaimana sangat magnetik. Padahal tidak ada medan magnet di Bulan itu sendiri. Berbeda dengan bumi yang banyak sekali mengandung medan magnet.

Air menguap

Pada 7 Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air melewati permukaan bulan. Uap air tadi bertahan hingga 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil persegi.

Ukuran bulan = Matahari ?

Bulan bisa menutupi matahari dalam gerhana bulan total, tapi ukurannya tidak sama. Yang menarik, jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari persis 395 kali diameter bulan. Pada saat gerhana matahari total, ukuran bumi dan bulan persis sama, sehingga matahari bisa tertutup bulan secara sempurna. Hitungan ini terlalu cermat dan akurat jika hanya merupakan kebetulan astronomi semata.

‘Terkunci’ Bumi

Bulan ‘terkunci’ Bumi. Artinya, hanya ada satu belahan yang dihadapi bumi. Sisi disebut maria, atau ‘laut,’ magma dingin. Anehnya, maria hampir tak ditemui di sisi belakang bulan, seperti yang diungkap data dari satelit (dan dilihat langsung astronot Apollo 8). Belahan dingin ini diketahui memiliki kerak yang tebal (15 km) dibanding belahan lain. Hal ini membuat belahan di sisi lain lebih mudah retak akibat serangan meteorit yang melepas pembentuk maria magma kedalaman bulan, kata Comins. Namun, kerak asimetri ini sendiri merupakan teka-teki. Model yang lebih besar pada interior bulan dan pemahaman yang lebih baik pada kerusakan yang timbul akibat tabrakan bisa membantu menjelaskan ‘dua wajah’ aneh ini.

Orbit yang aneh

Orbit bulan merupakan satu satunya yang benar benar hampir bulat sempurna dari semua sistem tata surya kita. Berat utama bulan terletak lebih dekat 6000 kaki ketimbang pusat geometris nya, yang harusnya justru mengakibatkan orbit lengkung. Sesuatu yang tidak diketahui telah membuat bulan stabil pada poros nya. Suatu teori yang belum di yakini benar adanya juga mengatakan bahwa wajah bulan yang selalu sama di setiap harinya karena adanya suatu hal yang menyebabkan itu. Yang pada intinya, tetap suatu "kebetulan" astronomi.

Asal usul bulan

Teori bahwa bulan tadinya adalah sebagian dari bumi yang mental keluar bumi karena tumbukan hebat di masa lalu hampir saja di setujui oleh semua orang, setelah sebelumnya mereka mengira bahwa bulan terbentuk dari debu debu angkasa yang mampat menjadi satelit bumi. Belakangan ini teori menyebutkan bahwa jika bagian sebesar bulan terambil dari bumi, maka bumi tidak akan bisa bulat seperti sekarang. Dan jika bulan tidak berongga, maka tidak mungkin bulan bisa berada menjadi satelit bumi. Terlalu berat dan bulan akan menghantam bumi.

Teori teori asal usul bulan kembali dipertanyakan, dan teori paling gila sepanjang sejarah mulai muncul, bahwa bulan diciptakan dengan sengaja oleh manusia terdahulu sebagai alat bantu dalam navigasi dan juga astronomi!

Bulan adalah kapal luar angkasa ?

Kesempurnaan bulan yang keterlaluan, dan berbagai anomali yang ada dibulan, plus ditambah banyaknya benda benda terbang tak dikenal di bulan membuat banyak pihak mengatakan bahwa kemungkinan besar bulan adalah sebuah pesawat luar angkasa super besar yang diciptakan oleh mahluk cerdas pendahulu kita. Dan bulan BELUM ditinggalkan oleh penghuni nya! Semua kru Apollo dan astronot astronot lain atau peneliti bulan, semuanya telah melihat cahaya-cahaya dan benda-benda terbang tak dikenal yang lalu lalang diantara bulan, muncul dan hilang begitu saja, bahkan selalu menyertai setiap kedatangan dan kepergian para team astronot yang mengunjungi bulan.

Allahu a'lam wa akbar!

sumber: blogneforfree.blogspot.com

The Towers of Hanoi



Tujuan dari permainan ini adalah memindahkan susunan gelang dari tiang semula ke tiang yang lainnya. Mudah? Tidak semudah itu, karena ada satu syarat yang harus dipenuhi yaitu susunan gelang harus mengikuti aturan bahwa gelang yang lebih besar terletak di bawah gelang yang lebih kecil. Dari sinilah problem yang rumit dimulai dan otomatis menuntut pemainnya untuk berpikir. Karenanya, permainan ini cocok untuk mengasah otak dan logika anak-anak.

LINK DOWNLOAD ADA DI SINI

Keharaman Musik

Oleh: Isnan W bin Abdul Qadir

Latar Belakang

Bukanlah suatu hal yang aneh bagi masyarat ketika mereka dengan sengaja mendengarkan sebuah lagu nasyid yang mereka anggap sebagai bagian dari da’wah Islam. Ditambah lagi dengan banyaknya media yang bisa digunakan untuk mendengarkan musik seperti radio, televisi, handphone, MP3, komputer dan yang lainnya. Mayoritas mereka tidak tahu kalau Allah telah mengharamkannya dan mencelanya baik dalam Al-Qur an maupun dalam As-Sunnah.

Namun yang lebih mengherankan dan sangat disayangkan sekali adalah perbuatan sebagian ikhwan yang saya yakin mereka telah mengerti akan hukumnya namun menyepelekan masalah ini. Mereka cenderung menganggap hal ini sebagai sesuatu yang kecil dan biasa saja. Padahal dengan mendengarkannya berarti kita telah berta’awun (tolong-menolong) dalam kemaksiatan, dan yang lebih kita takutkan adalah ketika orang awam mengetahuinya maka mereka menganggap hal itu adalah sesuatu yang boleh-boleh saja karena kebiasaan mereka yang suka bertaklid kepada seorang ustadz atau orang yang dianggap mengerti tentang agama.

Untuk itulah kami rasa perlu untuk menulis sebuah makalah singkat ini. Kami ingin lebih menjelaskan bahwa sebenarnya bukan hanya dari hadits saja yang menjelaskan tentang keharamannya, tapi ayat Al-Qur an pun menjelaskan akan hal itu. Juga termasuk pendapat para imam madzhab tentang hal ini, bahwa sebenarnya tidak ada perselisihan sama sekali dikalangan mereka tentang keharaamannya. Mudah-mudahan makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua, wallahul musta’an.

Dalil-Dalil dari Al-Qur an Yang Menjelaskan Tentang Haramnya Musik

@ Qs. Luqman 6

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia ada yang membeli (menukar) lahwal hadits untuk menyesatkan orang dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya ejekan, bagi mereka siksa yang menghinakan.”

Ibnu Katsir berkata: “Setelah Allah menyebutkan tentang keadaan orang-orang yang bahagia yaitu orang-orang yang mengambil petunjuk dari Al Qur’an dan mengambil manfaat darinya dengan mendengarkannya, maka setelah itu diikuti dengan penyebutan keadaan orang-orang yang celaka yaitu orang-orang yang tidak mau mengambil manfaat dari kalamullah dan mereka malah lebih memilih untuk mendengarkan suara seruling, nyanyian, yang (diiringi) dengan alat-alat musik, sebagaimana firman Allah dalam ayat di atas”.

Al-Hasan Al-Bashri rahimallahu ta’ala berkata tentang ayat tersebut: “Ia adalah nyanyian dan alat musik.”

Ibnu Mas’ud radiyallahu anhu mengatakan: “Yang dimaksud adalah Al-Ghinaa (nyanyian), demi Allah yang tidak ada Ilah melainkan Dia”, beliau mengulang kata-kata itu sebanyak tiga kali. (Tafsir AlQur anil ‘Azhim, 3/582-583)

Atha’ Al-Khurasani berkata tentang ayat di atas: “Ia adalah nyanyian, sesuatu yang bathil dan alat musik”. (Ad-durrul Mantsur fi Tafsiril Ma’tsur, 6/507)

Mujahid berkata tentang ayat diatas : “Ia adalah permainan yaitu gendang.” (Al-Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur an, juz 20/129)

Maksud lafadz “liyudhilla an sabilillah” adalah (memalingkan dari) berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur an. (Ad-durrul Mantsur fi Tafsiril Ma’tsur, 6/507)

Sementara lafadz “wayattahidzaha huzuwa” maknanya sebagaimana dikatakan oleh Mujahid yaitu: Mengambil jalan Allah sebagai olok-olokan. Sementara Qatadah mengatakan “Yang dimaksud adalah mengambil ayat Allah sebagai olok-olokan”. Dan perkataan Mujahid lah yang lebih utama. (Tafsir AlQur anil ‘Azhim, 3/583)

Imam As-Suyuti dan Imam Asy-Syaukani dalam tafsir mereka tentang ayat di atas, keduanya menyebutkan sebuah hadits yang sama, yang diriwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dari Abdur-Rahman bin ‘Auf bahwasannya Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

إنما نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين : صوت عند نغمة لهو ومزامير شيطان ، وصوت عند مصيبة خمش وجوه وشق جيوب ورنة شيطان

“Sesungguhnya saya tidak melarang (kamu) menangis, tapi saya melarangmu dari dua suara (yang menunjukkan) kedunguan dan kejahatan yaitu suara ketika gembira, yaitu bernyanyi-nyanyi, bermain-main, dan seruling-seruling syaithan dan suara ketika mendapat musibah, memukul-mukul wajah, merobek-robek baju, dan ratapan-ratapan syaithan.” (Dikeluarkan oleh Al Hakim, Al Baihaqi, Ibnu Abiddunya, Al Ajurri, dan lain-lain)

Dalam ayat di atas (Qs. Luqman 6) terdapat petunjuk bahwa mendengarkan musik dan lagu adalah sebagian dari sebab-sebab sesat dan menyesatkan, memperolok-olokkan ayat-ayat Allah, dan enggan serta takabbur mendengarkannya.

Allah telah melarang siapa yang melakukan tindakan-tindakan tersebut dengan adzab yang menghinakan dan adzab yang pedih. Kebanyakan ulama menafsirkan “Perkataan yang tidak berguna“ dalam ayat tersebut dengan lagu dan musik serta segala bentuk suara yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allah.

@ Qs. Al-Isra 64

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ

“Dan hasunglah siapa saja yang kau sanggupi dari mereka dengan suaramu.”

Mujahid berkata: “Yang dimaksud adalah nyanyian dan permainan (alat musik).”

Ibnu Abbas radiyallahu anhu berkata: “Segala perkara yang mengajak kepada kemaksiatan.”

Pendapat Imam Madzhab dan Para Salafush-Shalih Tentang Musik

Imam At-Thurtusi rahimallahu ta’ala menyebutkan bahwa Madzhab Imam Hanafi termasuk madzhab yang sangat keras dan pendapatnya paling tegas dalam masalah ini. Hal demikian ditunjukkan pula oleh shahabat-shahabat beliau yang menyatakan haramnya mendengarkan duf, alat-alat musik, walaupun hanya ketukan sepotong ranting. Mereka menyebutnya sebagai kemaksiatan, mendorong kepada kefasikan, dan ditolak persaksiannya.

Imam Asy-Syafi’i rahimallahu ta’ala menyebutkan tentang hal ini dalam Adabul Qada’ (Al-Umm 6/214). Para shahabat Imam Syafi’i rahimallahu ta’ala yang betul-betul memahami ucapan dan istinbath (pengambilan kesimpulan dari dalil) madzhab beliau dengan tegas menyatakan haramnya nyanyian dan musik. Mereka mengingkari orang-orang yang menyandarkan kepada beliau (Imam Syafi’i) mengenai penghalalannya. Di antara mereka adalah Qadly Abu Thayyib Ath Thabari, Syaikh Abi Ishaq, dan Ibnu Shabbagh. Demikian pernyataan Imam Ath Thurthusi. (Ighatsatul Lahfan, 1/412)

Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa Imam Ibnu Shalah dalam fatwanya menyatakan : “Adapun yang perlu diketahui dalam permasalahan ini adalah bahwa sesungguhnya duf (rebana), alat musik tiup, dan nyanyian-nyanyian, jika terkumpul (dilakukan/dimainkan secara bersamaan) maka mendengarkannya haram, demikian pendapat para imam madzhab dan ulama-ulama Muslimin lainnya. Dan tidak ada keterangan yang dapat dipercaya [dari seseorang yang ucapannya diikuti (jadi pegangan) dalam ijma’ maupun ikhtilaf] bahwa ia (Imam Syafi’i) membolehkan keduanya (nyanyian dan musik)”. (Ighatsatul Lahfan, 1/415)

Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada orang yang mendidik anaknya, “Hendaklah didikanmu yang mula-mula menjadi keyakinannya adalah membenci segala macam permainan yang melalaikan yang bersumber dari syaitan dan berakhir mendapatkan kemurkaan Allah, karena itu aku telah menerima wasiat dari para ‘ulama yang terpercaya bahwa suara musik, mendengarkan nyanyian, serta asik dengannya dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hati, sebagaimana rerumputan itu akan tumbuh disebabakan oleh air. (Ighatsatul Lahfan, 1/448)

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam Ighatsatul Lahfan, setelah beliau menyebutkan beberapa perkataan Ulama tentang hukum seputar lagu dan musik, kemudian beliau menguatkan pendapatnya tentang keharaman musik dengan menyebutkan beberapa hadits. Diantara hadits yang beliau sebutkan adalah:

Hadits Dari Abi ‘Amir(Abu Malik) Al Asy’ari, dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam beliau bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang menganggap halalnya zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik,” (HR. Al-Bukhari)

Pengertian Al-Ma’azif

Tidak ada perbedaan diantara ahli lughah (ahli bahasa) bahwasannya al-ma’azif itu maknanya mencakup semua alat-alat musik. Seandainya ia adalah dihalalkan tentu mereka tidak mencela atas kehalalannya. Penyebutannya juga bersamaan dengan penyebutan zina, sutera dan khamr (yang telah jelas bahwa ia adalah haram). (Ighatsatul Lahfan, 1/466)

Dalam kamus Al-Muhith, kata ini diartikan sebagai al malahi (alat-alat musik dan permainan-permainan), contohnya al ‘ud (sejenis kecapi), ath thanbur (gitar atau rebab). Sedangkan dalam An Nihayah diartikan dengan duf-duf (rebana).

Imam Adz Dzahabi dalam As Siyar 21/158 dan At Tadzkirah 2/1337 memperjelas definisi ini dengan mengatakan bahwa al ma’azif mencakup seluruh alat musik maupun permainan yang digunakan untuk mengiringi sebuah lagu atau syair. Contohnya : Seruling, rebab, simpal, terompet, dan lain-lain.

Dikatakan pula al ‘azif artinya al mughanni (penyanyi) dan al la’ibu biha (yang memainkannya).

Dari Abi Malik Al Asy’ari dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam beliau bersabda :

ليشربن ناس من أمتي الخمر يسمونها بغير اسمها يضرب على رؤوسهم بالمعازف والقينات يخسف الله بهم الأرض . ويجعل منهم القردة والخنازير

“Sesungguhnya akan ada sebagian manusia dari umatku meminum khamr yang mereka namakan dengan nama-nama lain, kepala mereka bergoyang-goyang karena alat-alat musik dan penyanyi-penyanyi wanita, maka Allah benamkan mereka ke dalam perut bumi dan menjadikan sebagian mereka kera dan babi.” (HR. Bukhari dalam At Tarikh 1/1/305, Al Baihaqi, Ibnu Abi Syaibah dan lain-lain.)

Dari Ibnu Abbas radiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda :

إن الله حرم علي- أو حرم – الخمر والميسر والكوبة وكل مسكر حرام

“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bagiku –atau mengharamkan– khamr, judi, al kubah (gendang), dan seluruh yang memabukkan haram.” (HR. Abu Dawud, Al Baihaqi, Ahmad, Abu Ya’la, Abu Hasan Ath Thusy, Ath Thabrani, Ibnu Hibban(5341) dan beliau menshahihkannya, juga dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Al-Musnad 4/158, 218)

Dari ‘Imran Hushain zia berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Akan terjadi pada umatku, lemparan batu, perubahan bentuk, dan tenggelam ke dalam bumi.” Dikatakan : “Ya Rasulullah, kapan itu terjadi?” Beliau menjawab : “Jika telah tampak alat-alat musik, banyaknya penyanyi wanita, dan diminumnya khamr-khamr.” (Hadits Shahih, Dikeluarkan oleh Tirmidzi, Ibnu Abiddunya, dan lain-lain)

Hukum Lagu Yang Tidak Disertai Dengan Musik

Lagu dalam bahasa arab identik dengan syair-syair. Telah masyhur bahwasannya para sahabat sering melantunkan syair-syair sebagaimana banyak disebutkan dalam beberapa kitab siroh (kitab sejarah) yang semua itu mereka gunakan untuk menumbuhkan semangat, atau juga untuk mengingat akhirat.

Oleh karenanya lagu-lagu adalah diperbolehkan untuk mendengarkannya dengan syarat tidak disertai dengan alat musik, untuk mengingatkan kita akan kehidupan akhirat, atau untuk mengingatkan akan tanah kelahiran atau hal yang lain selama tidak mengandung kemaksiatan. (Lihat Tahrimu Alaatuth Tharb, hal 129)

Beberapa nyanyian yang diperbolehkan dalam Islam adalah :

1. Nyanyian pada hari raya, sebagaimana hadits yang bersumber dari Aisyah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam masuk menemui Aisyah radiyallahu anha, di dekatnya ada dua gadis yang sedang memukul rebana, dalam riwayat lain, lalu Abu Bakar radiyallahu anhu membentak mereka, maka Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Biarkanlah mereka, karena setiap kaum mempunyai hari raya, dan ini hari raya kita.” ( HR Bukhari, Fathul Baari 2 / 602 )

2. Nyanyian yang diiringi rebana pada waktu perkawinan, dengan maksud memeriahkan dan mengumumkan akad nikah, dan mendorong untuk nikah, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :

فصل ما بين الحلال والحرام ضرب الدف والصوت في النكاح

“Yang membedakan antara halal nikah dan haram ( zina ), adalah memukul rebana dan lagu-lagu waktu ‘akad nikah”. ( HR Ahmad : 3 / 418 )

3. Nyanyian yang islami (nasyid), pada waktu kerja yang mendorong agar bersemangat bekerja terutama yang mengandung Do’a, atau berisi tauhid (mengesakan Allah), cinta pada Rosul dan menyebut akhlaknya atau berisi ajakan jihad, memperbaiki budi pekerti, mengajak persatuan, tolong- menolong sesama umat, menyebut dasar-dasar Islam, atau berisi hal-hal yang bermanfaat bagi umat. ( Majmuah Ar-Rosail : 1 / 62 ).

Hal itu diperbolehkan dengan catatan :

1. Syairnya tidak mengandung lafadz-lafadz syirik, misalnya mengkultuskan Ahlul bait Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, atau memohon syafaat kepada orang-orang shaleh yang telah wafat.

2. Tidak diiringi dengan alat-alat musik yang diharamkan.

Kesimpulan

Dari keterangan-keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa hukum musik dan nyanyian adalah sebagai berikut:

  • Haram nyanyian yang melukiskan anggota tubuh, yang membuat fitnah dan mengandung percintaan yang menjurus kepada perzinaan.
  • Haram mendengarkan musik dan segala bentuknya karena mengandung bahaya dan merusak akhlak.
  • Diperbolehkan memukul rebana dan menyanyi pada hari raya dan pernikahan. Hal ini juga disebutkan oleh An-Nawawi dalam Al-Majmu 20/230.
  • Diperbolehkan nyanyian (nasyid) yang baik-baik (tidak melanggar syariat) pada waktu bekerja dan tanpa diiringi musik.

Daftar Pustaka
1. Al-Qur anul ‘Azhim.
Tafsir AlQur anil ‘Azhim; Ibnu Katsir; Darus-Salam(Riyadh) dan Darul-Faiha(Damaskus), cetakan II, 1418 H
3. Al-Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur an; Ibnu Jarir Ath-Thabari; Muassasah Ar-Risalah; cetakan I; 1420 H.
4. Ad-durrul Mantsur fi Tafsiril Ma’tsur; Abdur-Rahman Jalaluddin As-Suyuti; Darul Fikr, Beirut: 1414 H.
5. Fathul Qadir, Asy-Syaukani; http://www.altafsir.com
Ighatsatul Lahfan Fi Mashayidisy-syaithan; Ibnul Qayyim Al-Jauziyah; Dar Ibnul Jauzi cetakan I, 1424 H.
Tahrimu Alaatuth Tharb; Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani; Makatabah Ad-Dalil, cetakan pertama; 1416 H
8. Fathul Bari, Ahmad bin ‘Ali bin Hajar Al-‘Asqalani; Darul Kutub Al-‘Alamiyah; Beirut; 1410 H.
9. Al-Qamus Al-Muhith, Al-Fairuz Abadi; www.alwarraq.com
10. Tafsir Al-Qurthubi, zaza@alwarraq.com
11. Al-Majmu; Imam Muhyiddin An-Nawawi.


sumber: muaraimani.wordpress.com

ScreenHunter Pro (Portable)



Software dengan fitur terlengkap untuk "menangkap" gambar yang ada di layar komputer.

LINK DOWNLOAD ADA DI SINI

Kenali Bakat Anak dari Gaya Belajar

Pengantar dari Webmaster:
Setiap anak memiliki semua jenis bakat yang disebutkan di bawah ini karena semua hal tersebut adalah potensi dasar manusia yang dikaruniakan oleh Allah. Hanya saja dengan porsi yang berbeda-beda. Sebagai orang tua kita harus jeli melihat masing-masing bakat tersebut, melatih dan meningkatkan dimana yang kurang, mengarahkan dimana yang dominan untuk dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam berbagai bidang kehidupan. Selamat mengikuti!

Dengan Mempelajari kebiasaan anak, kita bisa tahu bakat-bakatnya.

Gaya belajar kecerdasan linguistik :

  • mengarang puisi, merangkum pelajaran, menulis kisah sejarah
  • suka bercerita panjang lebar dan berkisah
  • menyukai permainan kata-kata
  • suka membaca buku
  • banyak bicara
  • cepat menangkap pelajaran yang disampaikan lewat penuturan

Gaya belajar kecerdasan matematis logis :

  • Menyukai pelajaran berhitung
  • Mudah memahami cara kerja computer
  • Suka memikirkan hal dan kejadian yang berkaitan sebab akibat
  • Pandai bermain catur, halma dan berbagai permainan strategis lain
  • Menjabarkan segala sesuatu secara logis
  • Cepat memahami pelajaran IPA dan matematika
  • Suka bereksperimen terhadap apa yang ingin diketahui

Gaya belajar kecerdasan spasial :

  • Menonjol dalam bidang seni
  • Mampu menggambarkan secara visual segala sesuatu
  • Mudah membaca peta, grafik dan diagram
  • Menggambar sosok orang atau benda sesuai aslinya
  • Senang melihat film, slide atau foto
  • Menyukai teka teki jigzaw, maze dan puzzle
  • Asyik dengan permainan konstruksi 3 dimensi seperti lego
  • Terbiasa mencoret-coret kertas jika jenuh
  • Lebih mudah membaca gambar daripada kata

Gaya belajar kecerdasan kinestetis-jasmani :

  • Kompetitif dalam bidang olahraga
  • Suka menggerak-gerakkan anggota badan di luar sadar
  • Sangat ingin menyentuh benda yang sedang dipelajari
  • Menikmati gerakan atletik atau sekedar menontonnya
  • Lebih mampu dalam bidang kerajinan tangan motorik halus
  • Suka menirukan gerakan dan kebiasaan orang
  • Gemar membongkar dan menyusun kembali benda-benda

Gaya belajar kecerdasan intrapersonal :

  • Pandai menyenangkan hati teman
  • Mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru
  • Suka bersosialisasi dengan lingkungan sekolah dan rumahnya
  • Menyukai kegiatan dan permainan kelompok
  • Bisa memahami dan berempati pada perasaan teman
  • Mampu bersikap netral di tengah pertikaian antar teman
  • Memiliki kemampuan mengkoordinir dan memimpin teman-temannya.

Gaya belajar kecerdasan natural :

  • Peka terhadap benda-benda alam
  • Suka memelihara binatang piaraan
  • Suka berkebun, berada di dekat kebun atau menikmati gambarnya
  • Menikmati system kehidupan seperti akuarium
  • Mengoleksi gambar, foto yang berkaitan dengan benda-benda alam
  • Suka mengumpulkan dan membawa pulang daun, batang, ranting, rumput atau bunga
  • Suka bermain-main dan berkreasi dengan bahan-bahan alam

sumber: strawberrysekolahbakatprestasi.wordpress.com

3D World Atlas 2010 (Portable 286 MB)

Dengan software ini memungkinkan Anda untuk menjelajahi dunia yang belum pernah anda lihat sebelumnya!

Menampilkan lebih dari setengah juta lokasi dipetakan, 3D World Atlas menyediakan tingkat detail untuk memuaskan bahkan peneliti yang paling serius sekalipun. Temukan informasi geografis yang mendalam tentang bencana alam, pembentukan lansekap dan iklim global. Atau membaca artikel dan data yang komprehensif dan statistik untuk hampir 200 negara, dengan ikhtisar yang mencakup politik, media, kriminalitas, sejarah dan banyak lagi!

Baru direvisi dan diperbarui untuk mencerminkan peristiwa dunia saat ini, program ini berisi informasi demografis yang luas, almanak dan liputan budaya dan politik dari ensiklopedia. Sebagai referensi 3D, juga mencakup isu-isu topografi dari gambaran besar global untuk wilayah terkecil. Anda dapat melihat dunia melalui peta kartografi yang menarik, gambar yang mengagumkan, dan grafis 3D yang menarik. Ini adalah yang visual yang menakjubkan, kaya informasi dan atlas up-to-date!

Fitur Utama:
  • Hotlink membawa Anda ke informasi geografis membantu
  • Peta datar diterjemahkan sebagai 3D globe.
  • Cakrawala unik untuk melihat planet Bumi
  • Menunjukkan lintang dan co-koordinat bujur
  • Ukur jarak antara dua atau lebih lokasi.
  • Menandai dan memberi nama pada lokasi favorit Anda.
  • Mencetak atau salin peta, teks dan grafis.
  • Mendukung kurikulum sekolah

GENERAL: Mengilustrasikan perbatasan, dengan lebih dari 400.000 kota dan nama kota.
SATELLITE: Menampilkan perbatasan internasional dan fitur fisik.
PHYSICAL: Menunjukkan kekuatan yang membentuk permukaan Bumi.
BIO-GEOGRAPHIC: Menampilkan biomes Bumi.
EARTH BY NIGHT: Menampilkan tampilan satelit lampu dari kota di seluruh dunia.

DOWNLOAD: LINK1 atau LINK2

Pengambilan Keputusan

Setiap hari kita harus mengambil keputusan. Ada keputusan yang rutin, misalnya: keputusan tentang menu makan siang, rute perjalanan ke tempat kerja, atau baju yang akan kita kenakan. Ada pula keputusan yang nonrutin, hadiah ulang tahun untuk orang terkasih, pilihan sekolah untuk anak-anak, atau keputusan membeli kendaraan untuk kegiatan sehari-hari.

Sekali waktu kita juga harus mengambil keputusan yang sulit bagai memakan buah simalakama: diambil salah, tak diambil sepertinya juga salah. Nah, jika keputusan yang seperti ini yang harus kita ambil, apa yang harus kita lakukan?

Tetap Tenang

Takut, khawatir, waswas adalah hal yang wajar ketika kita harus mengambil keputusan yang sulit. Apalagi jika kita harus menghadapi risiko yang tinggi pula. Mungkin kita bisa belajar dari skenario yang dipaparkan dalam sebuah mini-seri Commander-In-Chief.

Pada satu episode tertentu, sang Presiden harus mengambil keputusan sulit: Ia dihadapkan pada dilema untuk menyelamatkan kru kapal selam yang kandas di perairan antara Korea Utara (yang posisinya sedang tidak bersahabat dengan negara sang presiden), China, dan Jepang (namun lebih dekat ke Korea Utara).

Upaya penyelamatan ini bisa memicu perang nuklir, karena tim penyelamat yang harus mendekat ke perairan Korea Utara bisa dianggap memasuki kawasan otoritas negara lain tanpa izin. Apalagi jika diperlengkapi dengan peralatan perang. Apa yang dilakukan oleh sang Presiden?

Ternyata sang Presiden, sebagai manusia biasa juga panik, apalagi dihadapkan pada kemungkinan terpicunya perang nuklir dengan sebuah negara yang sedang tidak bersahabat. Tetapi, ia berhasil menguasai kepanikannya, ia tetap tenang. Ketenangannya ini memicunya untuk tetap berpikir jernih, rasional, dan tidak terbawa emosi.

Kondisi inilah yang diperlukan sebagai modal dalam mengambil keputusan di saat sulit, agar kualitas keputusan yang diambil tetap prima. Dalam ketenangan, ia dapat memikirkan langkah-langkah selanjutnya yang harus diambil.

Analisis Situasi

Dalam ketenangan pikiran, sang Presiden lalu menganalisis situasi saat itu: siapa saja yang terlibat dalam keputusan yang akan diambil tersebut, apakah hanya pimpinan negara Korea Utara, atau juga negara-negara lain yang bertetangga dan berkepentingan dengan keputusan tersebut.

Siapa saja yang ahli mengenai kawasan tersebut, dan siapa saja yang berpengalaman dalam menyusun strategi pada kondisi sulit serupa dengan yang dihadapi saat itu?

Analisis ini diperlukan untuk memahami betul kekuatan dan kelemahan kita saat itu, serta kekuatan dan kelemaham pihak-pihak lain yang harus kita hadapi dalam pengambilan keputusan sulit tersebut, bagaimana reaksi mereka terhadap berbagai kemungkinan alternatif keputusan yang akan diambil.

Selain analisis terhadap personel, kita juga perlu menganalisis lokasi, sarana, prasarana, dan kondisi kemampuan keuangan. Pendeknya, kita perlu menganalisis segala aspek yang terkait dengan keputusan yang harus kita ambil tersebut.

Misalnya, jika keputusan sulit yang harus kita ambil terkait dengan keputusan untuk pensiun dini, alih profesi, atau memulai usaha baru, kita harus mengukur keterampilan, pengalaman, dan pengetahuan yang saat ini kita miliki, dan kekuatan keuangan kita saat ini (apakah bisa bertahan terhadap skenario terburuk yang mungkin terjadi). Kita juga harus mengukur dampak keputusan kita bagi orang-orang di sekitar kita, tidak hanya dampaknya bagi diri sendiri.

Berbagai Alternatif

Setelah situasi sudah kita pahami dengan benar dan kenali dengan baik, kita bisa menyusun berbagai alternatif skenario yang bisa kita ambil. Alternatif skenario ini penting agar kita bisa mengantisipasi dampak baik ataupun buruk tiap skenario keputusan yang kita ambil.

Misalnya, apakah kita akan menunda untuk memulai usaha sendiri? Jika ya, apa dampaknya? Apakah kita akan memutuskan untuk berhenti dari tempat kerja dan memulai usaha sendiri dalam enam bulan ke depan? Jika memang demikian, skenario apa yang mungkin terjadi, adakah yang perlu kita siapkan dari sekarang?

Berapa dana yang kita dapatkan, berapa dana yang kita miliki, berapa dana yang diperlukan? Apa saja yang harus dipersiapkan: jenis usaha yang akan dijalankan, lokasi usaha, fasilitas dan perizinan yang diperlukan. Adakah alternatif lain dari memulai usaha sendiri: berkolaborasi, membeli franchise, atau sekadar menanamkan modal dalam bentuk investasi saham, properti?

“Kondisi Terburuk”

Sering kali dalam mengambil sebuah keputusan sulit, kita dihadapkan pada kemungkinan terjadinya risiko terburuk. Untuk itu, kita perlu memikirkan skenario terburuk yang mungkin saja terjadi. Ini penting untuk kita lakukan. Alasan pertama adalah agar kita bisa memikirkan strategi terbaik untuk menghindari terjadinya skenario terburuk tersebut.

Alasan kedua adalah untuk meminimumkan risiko yang mungkin timbul jika skenario terburuk ini yang harus diambil. Selain itu, dengan mengantisipasi adanya skenario terburuk, kita bisa mempersiapkan diri lebih matang untuk menghadapi skenario terburuk tersebut, dan mencari celah lain untuk menghindari terjadinya skenario terburuk ini.

Cari Dukungan

Dalam menghadapi keputusan yang sulit, setelah kita menganalisis kondisi dan opsi yang ada, serta mengantisipasi skenario terburuk yang mungkin harus kita ambil, kita bisa mencoba menganalisis dukungan apa yang bisa kita dapatkan atau yang bisa kita cari.

Siapa saja orang-orang yang bisa kita hubungi untuk dukungan, saran, dan nasihat. Dukungan ini penting, karena dengan berbagai dukungan, beban kita terasa lebih ringan, dan kualitas keputusan yang kita ambil juga bisa lebih baik dan lebih matang.

Dengan sumbangan berbagai pikiran, dampak negatif dari keputusan sulit tersebut bisa lebih dikelola dengan baik, sehingga hasil negatifnya minimum, dan dampak positifnya bisa maksimum.

Dukungan seperti apa yang bisa kita dapatkan? Kita bisa menghubungi mereka yang memiliki keahlian, keterampilan, dan pengalaman dalam menghadapi situasi seperti yang kita hadapi. Kita juga bisa mencari dukungan orang-orang terdekat yang bisa kita percaya untuk memberikan pandangan mereka terhadap keputusan yang harus kita ambil.

Orang lain biasanya bisa lebih melihat situasi secara objektif, dan tidak terlalu terlibat secara emosional, sehingga bisa membantu kita untuk berpikir lebih rasional.

Dukungan yang juga sangat penting adalah dukungan dari Yang Maha Kuasa. Inilah faktor nonteknis yang sangat berperan. Dengan dukungan dari Yang Maha Kuasa, kita tidak perlu takut lagi, karena apa pun yang akan kita hadapi, kita pasti diberi kekuatan dan jalan keluar yang terbaik.

Fokus pada Solusi

Selanjutnya, kita bisa menganalisis lagi berbagai masukan yang kita terima dengan saksama. Karena keputusan tetap di tangan kita, dan kitalah yang akan mengalami dampak terbesarnya, maka kita bertanggung jawab untuk memilih alternatif yang terbaik. Dalam memilih alternatif terbaik, kita perlu fokus pada alternatif skenario yang memberikan solusi terbaik dari keadaan yang kita alami tersebut. Setelah keputusan kita ambil, persiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan yang akan terjadi, dan yakinlah bahwa itulah keputusan terbaik yang bisa kita ambil saat itu.

Sumber : budiridwin.web.id

MP3 untuk Belajar Tajwid dan Menghafal al-Quran

Setelah anak kita mampu membaca al-Quran, biasanya ditandai dengan khatam buku Iqra' jilid 6, tentunya kita ingin agar mereka tetap terbiasa membaca al-Quran. Karena sesuai dengan namanya, al-Quran yang artinya "Bacaan", ia harus sering dibaca, dikaji dan dipelajari tanpa jemu. Pendeknya tiada hari tanpa membaca al-Quran. Orang tua dituntut untuk jeli mengawasi dan mengarahkan anak-anak agar menjadikan al-Quran sebagai tema kegiatan rutin dalam keluarga. Hal ini tentunya membutuhkan kreativitas disamping komitmen yang kuat dari ayah dan ibu.

Dua kegiatan sebagai "follow-up" yang harus dijalani setelah anak-anak kita mampu membaca al-Quran adalah tahsinul-qiraah atau tajwid dan tahfidzul-quran atau menghafal al-Quran. Kedua kegiatan lanjutan tersebut sangat mendukung untuk melangkah ke jenjang selanjutnya yang biasanya dijalankan pula secara simultan yaitu mempelajari kandungan makna al-Quran.

File-file audio (MP3) berikut ini adalah salah satu media kreatif alternatif yang bisa mendukung kegiatan belajar tajwid dan menghafal al-Quran bagi anak-anak kita. Disamping adanya bacaan imam dan qori dari Timur Tengah, yang menjadikan file-file MP3 ini berbeda dengan yang lainnya adalah adanya suara anak-anak yang mengikuti setiap bacaan imam tersebut ayat per ayat. Sehingga sangat membantu untuk menghafal al-Quran. Bahkan terkadang diulang beberapa kali disertai koreksi dan penegasan bacaan yang betul dan fasih.

Download dan simak baik-baik dengan keluarga anda:

Juz Amma 1 al-Afasy
Juz Amma 2 al-Afasy

Belajar dari Keluarga Mutammimul Ula

Sudah sedemikian sering kita mendengar hal negatif dari anggota DPR, mulai dari korupsi sampai adegan mesum. Wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh bagi rakyat, yang terjadi, jangankan menjadi teladan yang ada justru rakyat seringkali dibuat sakit hati dengan perbuatan para wakil rakyat. Namun sosok Mutammimul Ula seolah seperti oase di padang pasir. Mutammimul Ula mampu mengatur dan membina keluarganya dengan baik, kalau di keluarganya berhasil tentu saja bisa menjadi tolak ukur komitmennya untuk membangun dan membela rakyat. Pertanyaan sederhananya, jika keluarganya saja tidak terurus bagaimana mungkis bisa mengurus rakyat?

Mutammimul Ula di karunia 11 orang anak yang semuanya mengukir prestasi menjadi penghafal Al Qur’an di usia muda, mereka adalah :
  • Afzalurahman, 21 tahun, semester 6 Teknik Geofisika ITB, Hafal Quran usia 13 tahun, sekarang masuk Program PPDMS, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB, Peserta Pertamina Youth Progamme 2OO7 dari ITB
  • Faris Jihady Hanifa, 2O tahun, semester 4 Fakultas syariah LIPIA, hafal Quran usia 1O tahun Predikat mumtaz, Juara 1 lomba Tahfidz 3O Juz yang diselenggarakan Kerajaan Saudi Arabia, Juara 1 Lomba OlimPiade IPS tingkat SMA 2OO3
  • Maryam Qonitat, 18 tahun, semester 2 Fakultas Ushuluddin Univ Al Azhar Kairo, hafal quran usia 16 tahun. Lulusan Terbaik Husnul Khotimah 2OO6
  • Scientia Afifah, 17 tahun, kelas 3 SMU 28, hafal 1O Juz, pelajar teladan MTs Al Hikmah 2OO4
  • Ahmad Rosikh Ilmi, 15 tahun, kelas 1 MA husnul Khotimah, hafal 6 Juz, pelajar Teladan SDIT Al Hikmah 2OO2, Lulusan Terbaik MTs Al Kahfi 2OO6
  • Ismail Ghulam Halim, 13 tahun, kelas 2 MTs Al Kahfi, Hafal 8 Juz, Juara Olimpiade IpA tngkat SD se Jaksel 2OO3, 4 penghargaan dari Al Kahfi, Tahfidz Terbaik, Santri Favorit, Santri Teladan, dan Juara Umum
  • Yusuf Zaim Hakim, 12 tahun, kelas 1 MTs Al Kahfi, hafal 5 Juz, rangking 1 di kelasnya
  • Muh Saihul Basyir, 11 tahun, kelas 5 SDIT Al Hikmah, hafal 25 Juz
  • Hadi Sabila Rosyad, 9 tahun, kelas 4 SDIT Al Hikmah, hafal 2 Juz
  • Himmaty Muyasssarah, 7 tahun hafal 1juz
  • Hasna wafat usia 3 tahun, bulan Juli 2OO6
Tentu saja ini adalah prestasi yang perlu kita jadikan teladan, bahkan bagi para Da’I sekalipun keberhasilan Mutammimul Ula perlu dicontoh. Dengan berbagai macam kesibukan baik sebagai seorang wakil rakyat dan Da’I Mutammimul Ula mampu membagi waktunya dengan baik untuk mendampingi perkembangan anak-anaknya.Tentu saja kita ingin tahu hal apa saja yang sudah dilakukan oleh Mutammimul Ula.

Kebaikan itu tercermin kuat dari Visi Mutammimul Ula terhadap keluarganya, beliau berkata kepada istrinya; “Bu, Kita harus berbeda dengan orang lain dalam kebaikan. Orang lain duduk kita sudah harus berjalan, orang lain berjalan kita sudah harus berlari, orang berlari kita sudah tidur, orang lain tidur kita sudah bangun. Jangan sedikitpun berhenti berbuat baik sampai soal niat. Kita tidak boleh lalai karena kita tidak tahu kapan Allah mencabut nyawa kita”!

Dari dialog tersebut kita bisa melihat kekuatan visi Mutammimul Ula, dari visi inilah kemudian beliau melakukan kebaikan-kebaikan :

  • Mengajarkan Al Quran sejak usia 4 tahun.
  • Doktrin keluarga = Al Quran adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat
  • Jangan terlalu mengandalkan sekolah. 2 / 3 keberhasilan Pendidikan itun ada di rumah
  • Keberhasilan adalah hasil integrasi kedua orang tuanya.
  • Lebih besar tanggung jawab seorang ayah dibanding ibu
  • Rasulullah memanggil ayah dari anak yang mencuri.
  • Ayah idaman dalam Aln Quran = Lukman.
  • Ibrahim mentarbiyah anak dan istrinya suami yang membangun visi dan istri yang mengisi kerangka itu. Imam Syafii ditinggal wafat ayahnya ketika berusia 6 tahun. Namun isi kepala sang ayah sudah pindah ke sang ibu.
  • Perhatian dari A sd Z, potong kuku, bersihkan telinga, dan lain-lain
  • File file khusus yang menyimpan catatan tentang anak, hasil ulangan dan lain lain
  • Kekayaan kami adalah anak dan buku. Setiap liburan, selalu mengajak anak anak ke toko buku. Ada 4OOO buku di rumah
  • Visi yang ada di kepala kami adalah anak-anak kami semuanya harus menjadi hafidz quran
  • Tujuh tahun pernikahan tanpa televisi
  • Setiap hari diperdengarkan murottal
  • Sang ibu mengajar sendiri dengan Qiroati
  • Rasul menyuruh sholat di usia 7 tahun, dan bila sampai 1O tahun belum sholat maka pukullah ia
  • Menjelang tidur selalu diceritakan kisah kisah para nabi dan rasul
  • Jadwal dalam papan besar untuk belajar Al quran bagi anak-anak. Ba'da maghrib dan ba'da subuh adalah waktu interaksi dengan Al Qur an. “Nak ibu bangga sekali dengan kamu, meskipun sulit tapi kamu disiplin menyetorkan hafalan 2 ayat setiap hari”.
  • Anak pertama dan kedua sejak usia 5 dan 4 tahun terbiasa bangun sebelum subuh
  • Jangan lupakan membangun dakwah di keluarga besar. Saat kami all out keluar rumah, keluarga besar kamilah, yang terlibat mengawasi anak-anak
  • Kami rutin berkunjung ke keluarga besar untuk menjalin hubungan baik dengan mereka
  • Kesulitan di masa pembentukan adalah faktor keistiqomahan.
  • Harus konsisten mengontrol dan memagari anak anak dari pengaruh negatif. Ada agreement dengan anak-anak kapan saat menonton TV dan ada hukuman bila dilanggar. "Nak, hafalanmu banyak, TV itu bisa memakan bagian pikiranmu".

Syukur kami tiada henti padamu ya Robbi atas karunia anak-anak kami. Keberhasilan itu bukan tercapainya tujuan tapi pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya. Kepada Allah kembali segala urusan.

Sedemikian banyak hal yang kita dapatkan dari keluarga Mutammimul Ula, mudah-mudahan bermanfaat bagi anda dan keluarga.

sumber: lembayung-fithri.blogspot.com

Anatomy Illustration



Belajar anatomi yang sangat komprehensif dengan ilustrasi gambar.

Tubuh manusia terdiri dari beberapa sub-sistem tubuh, kelompok jaringan dan organ yang bekerja sama untuk melaksanakan fungsi-fungsi yang terdefinisi dengan baik. Setiap sistem tubuh mengkoordinasikan kegiatannya dengan sistem lain untuk mempertahankan fungsi dan kesehatan seluruh tubuh. Anatomi tubuh ciptaan Allah yang sangat terorganisir itu memungkinkan tubuh manusia untuk melakukan berbagai kegiatan yang mendukung kehidupan, termasuk memerangi infeksi, mencerna nutrisi, tumbuh, dan bereproduksi.

Anatomi Illustrator adalah aplikasi kecil dan portabel (tidak perlu diinstall), yang sangat komprehensif dan penuh ilustrasi. Pelajari kerumitan struktur anatomi dengan lebih mudah dan menyenangkan. Meskipun menggunakan bahasa Inggris, program ini dirancang dengan melihat semua masalah yang dihadapi mahasiswa selama belajar anatomi. Dasar-dasar anatomi pasti membantu Anda untuk belajar anatomi tingkat lanjut secara mendalam dengan lebih cepat.

DOWNLOAD DI SINI

Cara Mengatasi Keributan Sesama Anak

Ada-ada saja tingkah anak-anak setiap hari, yang membuat orangtua sering mengelus dada dan menghembuskan nafas berat. Banyak sekali kegiatan tak terduga yang mereka lakukan. Apalagi memiliki beberapa anak usia balita. Pertengkaran antar saudara kerap kali terjadi. Dan ada-ada saja penyebabnya. Berawal dari keisengan, coba-coba, rasa penasaran atau merebutkan sesuatu.

Pertengkaran antar saudara merupakan hal yang normal yang kerap terjadi dalam sebuah keluarga. Namun, jika ternyata pertengkaran tersebut makin tidak bisa di toleran, bahkan makin memuat hubungan antar saudara anak-anak Anda renggang.

Berikut beberapa cara diantar sekian cara yang bisa anda pakai untuk membatasi pertengkaran yang terjadi antar saudara :

  • Jangan Hiraukan pertengkaran mereka. Karena biasanya pertengkaran ini dilakukan untuk mencari perhatian orangtua. kecuali jika pertengkaran sudah melampaui batas, maka kita harus segera menangani hal ini.
  • Berlakulah adil pada keduanya, tidak memihak. Keberpihakan kita kepada salah satu hanya akan mempersering keributan antar saudara ini.
  • Bersaudara selamanya. Beri pengertian kepada mereka bahwa mereka bersaudara selamanya. bukan untuk sementara waktu.
  • Membaca buku cerita. membaca buku cerita tentang persaudaraan, atau akibat bertengkar, atau tentang surga neraka dalam versi anak-anak.ini bisa kita lakukan di lain waktu di saat mereka sedang tenang. sehingga pada saat mereka bertengkar kita bisa mengingatkan cerita tersebut kepada mereka, dan memberi support kepada mereka untuk saling memaafkan dan bersaudara.
  • Beri penghargaan/reward. Beri penghargaan, baik berupa ciuman, pelukan, pujian atau kejutan hadiah ketika mereka telah berbuat baik da bisa menahan diri untuk mengalah atau tidak meneruskan pertengkaran.
  • Ciptakan lingkungan yang kooperatif. Menciptakan kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan bersama dan saling bekerjasama. sehingga anak berlatih bekerjasama dan menciptakan kebersamaan.
  • Memberi pengertian kepada anak. Berikan pengertian bahwa Allah menciptakan tangan, kaki, mulut untuk bisa digunakan dengan baik bukan untuk menyakiti saudara/teman. Tangan untuk bersalam-salaman, membantu orang lain, mengerjakan hal-hal yang baik, memberi hadiah, membantu ayah-ibu, teman-teman atau saudara. lalu kaki untuk berjalan, berlari, berolahraga biar sehat, pergi ke sekolah, ke mesjid, dan lain-lain. dan seterusnya.
  • Kendalikan reaksi anda terhadap pertengkaran mereka. Pastikan emosi kita terkontrol dan tetap dalam keadaan tenang. JIka kita marah dan memperlakukan mereka dengan kemarahan, ini justru memancing pertengkaran mereka kembali.
  • Batasi penyebab pertengkaran mereka. Misalnya mereka seringkali bertengkar karena berebut mainan. yang satu tergoda melihat yang lain. Maka sebaiknya belikan mainan yang sama.
  • Senantiasa tunjukkan rasa sayang kepada anak. Menunjukkan dan mengatakan rasa sayang kepada anak sesering mungkin akan membuat anak merasakan hubungan emosi yang lebih erat dengan kita (orangtua) dan saudaranya, sehingga pertengkaran mereka berkurang.

Selamat mencoba…

sumber: pondokibu.com

Ebook: Bumi Makin Panas

Sudah banyak yang sering mendengar istilah global warming atau pemanasan global. Tapi mungkin belum sebegitu banyak yang memahami betul apa artinya?

Buku ini berupaya mengulas permasalahan bersama umat manusia ini dengan lebih luas dan mendalam. Dimulai dengan Bab yang berbunyi pertanyaan: Mungkinkah Iklim Berubah? Lalu berturut-turut: Apa Penyebab Perubahan Iklim?, Perubahan Iklim dan Dampaknya di Indonesia, Respon Dunia Internasional terhadap Isu Perubahan Iklim, dan terakhir ditutup dengan Bab 5 berisi pertanyaan yang paling penting dan menggugah, Lalu Apa yang Harus Dilakukan?

Tak ketinggalan pula, buku ini dilengkapi dengan sejumlah data yang akurat dan otentik dalam bentuk boks, tabel dan grafik serta daftar istilah dan banyak gambar dan ilustrasi yang sangat mendukung untuk memperjelas pembahasan. Pendek kata, buku ini sangat mendasar dan tak boleh dilewati oleh siapa saja yang ingin mengetahui lebih jelas tentang masalah global warming atau pemanasan global, atau ingin menulis makalah dengan topik semacam, serta semua orang yang punya kepedulian dengan masalah bumi dan lingkungan sebagai karunia dari Allah Rabbul'lamin, dimana kita semua hidup di atasnya.

DOWNLOAD DI SINI

Perang ‘Robot vs Manusia’ Bisa Terjadi di Masa Depan

LONDON - Di masa depan, kehadiran robot di tengah-tengah kehidupan manusia kemungkinan besar akan terealisasi. Selama ini, gambaran mengenai kehidupan manusia dengan robot banyak diungkapkan lewat film-film sains-fiksi seperti dalam film i-Robot.

Ahli robotika di Jerman, mengungkapkan perang antara manusia dengan robot bisa saja terjadi. Robot pada awalnya hanya dibuat untuk membantu pekerjaan manusia, termasuk pekerjaan rumah tangga.

Ketika sebuah robot diprogram untuk memegang senjata-senjata seperti pisau, kemungkinan masalah akan timbul. Demikian dilansir, Telegraph, Minggu (9/5/2010).

Untuk menemukan apa yang akan terjadi jika robot memegang senjata tajam seperti pisau, peneliti di Institute Robotika dan Mekatronika, Webling, Jerman memprogram lengan mekanika pada robot yang memungkinkan setiap robot untuk memotong setiap daging yang ditangkap sensor. hasilnya ketika robot dihadapkan pada segumpal daging babi maka robot langsung menyerang daging tersebut dan memotong-motongnya. Tentu saja, hal ini bisa mengakibatkan masalah jika robot memang diprogram untuk membunuh manusia.

Aksi memotong daging pada percobaan tersebut, juga dapat menimbulkan cedera yang bisa mematikan jika dilakukan pada manusia. Para ahli robotika, mengingatkan agar para ilmuwan berhati-hati dalam mengembangkan teknologi robotika agar tidak menimbulkan permasalahan hingga terjadinya perang antara manusia dengan robot.

Jangan Bersihkan Telinga dengan Cotton Bud



TELINGA merupakan organ tubuh yang memiliki peranan penting. Kebiasaan memasukkan benda ke telinga, termasuk kapas bertangkai (cotton buds) bisa mendorong kotoran telinga masuk ke dalam dan melukai gendang telinga. Benda itu juga bisa menggores saluran telinga, sehingga menyebabkan terjadinya radang telinga.

Radang telinga atau otitis merupakan bentuk gangguan kesehatan telinga yang patut mendapat perhatian serius. Karena tak hanya menyebabkan tuli, jika peradangan mencapai tahap kronis, bisa menimbulkan komplikasi yang mematikan. Radang telinga sering dijumpai pada penduduk yang tinggal di daerah yang panas dan lembap sebab kelembapan udara yang memengaruhi pH pada telinga merupakan faktor penting pemicu terjadinya penyakit yang bisa menyerang semua usia.

Radang telinga atau otitis adalah peradangan yang terjadi pada beberapa bagian telinga. Peradangan ini bisa mengenal bagian luar, tengah, maupun bagian dalam telinga. Meskipun peradangan ini bisa hilang dengan sendirinya, namun jangan anggap remeh karena bisa membuat telinga menjadi tuli.

Faktor Penyebab dan Gejala

Telinga terbagi menjadi tiga bagian yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Telinga luar meliputi daun telinga sampai membran timpani atau gendang telinga. Rongga telinga ini juga menjadi muara tuba eustachius, saluran yang menghubungkan daerah nasofaring di rongga mulut dengan rongga telinga.

Bagian telinga tengah terdiri atas tulang-tulang pendengaran, tuba eustachius, dan aditus adantrum, yaitu lubang yang menghubungkan telinga luar dengan antrum mastoid. Sedangkan telinga bagian dalam terdiri atas rumah siput dan vestibuler. Fungsi dari bagian ini adalah menangkap bunyi yang dihantarkan untuk diterjemahkan di otak. Apabila salah satu dari bagian-bagian telinga tersebut mengalami peradangan, tentu akan mengganggu fungsi lainnya.

Ada dua penyebab radang telinga. Pertama, radang telinga yang disebabkan oleh infeksi. Kedua, radang telinga yang disebabkan oleh noninfeksi. Radang telinga karena infeksi biasanya disebabkan oleh virus dan bakteri. Penyebaran bakteri ini terjadi melalui rongga hingga ke rongga mulut dan menjalar hingga ke rongga telinga. Misalnya saja virus dan bakteri yang berasal dari flu dan batuk. Atau bisa juga yang disebabkan karena infeksi radang telinga yang disebabkan oleh noninfeksi terjadi karena trauma atau luka yang terjadi pada bagian dalam telinga.

Menurut dr Hanekung Titisari SpTHT dari Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat, radang telinga yang disebabkan oleh trauma bisa terjadi pada saat telinga dibersihkan. “Membersihkan telinga terlalu keras, sehingga menimbulkan luka pada bagian dalam telinga,” katanya.

Trauma pada telinga tak hanya terjadi saat kita memasukkan benda ke dalam telinga, tapi juga bisa disebabkan oleh air yang masuk ke dalam telinga. Tentu diperlukan kewaspadaan dalam membersihkan organ yang satu ini. Apalagi mengingat telinga merupakan organ terpenting.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini, yaitu telinga menjadi panas dan nyeri. “Bahkan beberapa pasien juga ada yang mengeluhkan pendengaran mereka menjadi berkurang,” sambung dr Hanekung. Selain itu terjadi pembengkakan pada bagian dalam telinga yang mengalami peradangan. Hal inilah yang menyebabkan pendengaran pada pasien berkurang.

Pembengkakan ini terlihat jika dilakukan pemeriksaan ke dalam liang telinga.
Pasien juga akan merasakan nyeri pada saat mengunyah. Bahkan pasien bisa sampai mengalami demam. Bagian telinga yang terkena radang juga terasa gatal. Abhkan juga bisa menyebabkan telinga mengeluarkan cairan yang baunya tak sedap. Apabila sudah menimbulkan gejala demikian, dokter cantik ini menyarankan agar orang segera memeriksakan diri ke dokter.

Diagnosis dan pengobatan


Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang ada. “Jika pasien mengeluhkan gejala-gejala seperti di atas, bisa dipastikan ia menderita radang telinga. Hanya dilihat saja bagian telinga luar, dalam atau tengah yang mengalami peradangan,” terangnya. Pemeriksaan tambahan juga dilakukan dengan melihat bagian telinga pasien dengan otoskop.

Pengobatan disesuaikan dengan penyebab dari penyakit ini. Jika penyakit ini disebabkan oleh bakteri atau virus, dibutuhkan antibiotik guna membunuh bakteri dan virus yang menyebabkan peradangan telinga. “Antibiotik yang digunakan harus disesuaikan dengan virus atau bakteri penyebabnya,” katanya.

Adapun pengobatan lain yang akan diberikan dokter, yaitu dengan cara memberikan obat tetes telinga atau salep untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi. Diperlukan juga tindakan miringotomi atau pembedahan gendang telinga guna mencegah pecahnya gendang telinga yang mengalami pembengkakan.

Pencegahan

Untuk mencegah radang telinga, jangan pernah memasukkan benda ke telinga, termasuk kapas bertangkai (cotton buds) justru mendorong kotoran telinga masuk ke dalam dan melukai gendang telinga. Benda itu juga bisa menggores saluran telinga. Biarkan rambut-rambut halus di telinga mengeluarkan kotoran telinga secara alami. Jika ada masalah, mintalah dokter untuk melakukannya.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah alergi. Alergi bisa menimbulkan pembekakan saluran esutachia sehingga terjadi penyumbatan dan mengubah keseimbangan tekanan udara di telinga tengah. Selain itu, batuk dan flu yang menjadi penyerta harus segera diobati.

Adab Berhutang

Oleh: Ustadz Armen Halim Naro Lc

“Wahai guru, bagaimana kalau mengarang kitab tentang zuhud ?” ucap salah seorang murid kepada Imam Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani. Maka beliau menjawab : “Bukankah aku telah menulis kitab tentang jual-beli?”

Fenomena yang sering terjadi dewasa ini yaitu banyaknya orang salah persepsi dalam memandang hakikat ke-islaman seseorang. Seringkali seorang muslim memfokuskan keshalihan dan ketakwaannya pada masalah ibadah ritualnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga diapun terlihat taat ke masjid, melakukan hal-hal yang sunat, seperti ; shalat, puasa sunat dan lain sebagainya. Di sisi lain, ia terkadang mengabaikan masalah-masalah yang bekaitan dengan muamalah, akhlak dan jual-beli. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan, agar sebagai muslim, kita harus kaffah. Sebagaimana kita muslim dalam mu’amalahnya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka seyogyanya juga harus muslim juga dalam mu’amalahnya dengan manusia. Allah berfirman.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh)” [Al-Baqarah : 208]

Oleh karenanya, dialog murid terkenal Imam Abu Hanifah tadi layak dicerna dan dipahami. Seringkali zuhud diterjemahkan dengan pakaian lusuh, makanan sederhana, atau dalam arti kening selalu mengkerut dam mata tertunduk, supaya terlihat sedang tafakkur. Akan tetapi, kalau sudah berhubungan dengan urusan manusia, maka dia tidak menghiraukan yang terlarang dan yang tercela.

Hutang-pihutang merupakan salah satu permasalahan yang layak dijadikan bahan kajian berkaitan dengan fenomena di atas. Hutang-pihutang merupakan persoalan fikih yang membahas permasalahan mu’amalat. Di dalam Al-Qur’an, ayat yang menerangkan permasalahan ini menjadi ayat yang terpanjang sekaligus bagian terpenting, yaitu dalam surat Al-Baqarah ayat 282. Demikian pentingnya masalah hutang-pihutang ini, dapat ditunjukkan dengan salah satu hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mau menshalatkan seseorang yang meninggal, tetapi masih mempunyai tanggungan hutang.

HUTANG HARUS DIPERSAKSIKAN

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tidak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil, dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli ; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian) maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah ; Allah mengajarmu ; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” [Al-Baqarah : 282]

Mengenai ayat ini, Ibnul Arabi rahimahullah di dalam kitab Ahkam-nya menyatakan : “Ayat ini adalah ayat yang agung dalam mu’amalah yang menerangkan beberapa point tentang yang halal dan haram. Ayat ini menjadi dasar dari semua permasalahan jual beli dan hal yang menyangkut cabang (fikih)” [1]

Menurut Ibnu Katsir rahimahullah, ini merupakan petunjuk dariNya untuk hambaNya yang mukmin. Jika mereka bermu’amalah dengan transaksi non tunai, hendaklah ditulis, agar lebih terjaga jumlahnya dan waktunya dan lebih menguatkan saksi. Dan di ayat lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengingatkan salah satu ayat : “Hal itu lebih adil di sisi Allah dan memperkuat persaksian dan agar tidak mendatangkan keraguan” [2]

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Maka tulislah …” maksudnya adalah tanda pembayaran untuk megingat-ingat ketika telah datang waktu pembayarannya, karena adanya kemungkinan alpa dan lalai antara transaksi, tenggang waktu pembayaran, dikarenakan lupa selalu menjadi kebiasaan manusia, sedangkan setan kadang-kadang mendorongnya untuk ingkar dan beberapa penghalang lainnya, seperti kematian dan yang lainnya. Oleh karena itu, disyari’atkan untuk melakukan pembukuan hutang dan mendatangkan saksi" [3]

“Maka tulislah…”, secara zhahir menunjukkan, bahwa dia menuliskannya dengan semua sifat yang dapat menjelaskannya di hadapan hakim, apabila suatu saat perkara hutang-pihutang ini diangkat kepadanya. [4]

BOLEHKAH BERHUTANG?

Tidak ada keraguan lagi bahwa menghutangkan harta kepada orang lain merupakan perbuatan terpuji yang dianjurkan syari’at,dan merupakan salah satu bentuk realisasi dari hadis Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Baragsiapa yang melapangkan seorang mukmin dari kedurhakaan dunia, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melapangkan untuknya kedukaan akhirat”

Para ulama mengangkat permasalahan ini, dengan memperbandingkan keutamaan antara menghutangkan dengan bersedekah. Manakah yang lebih utama?

Sekalipun kedua hal tersebut dianjurkan oleh syari’at, akan tetapi dalam sudut kebutuhan yang dharurat, sesungguhnya orang yang berhutang selalu berada pada posisi terjepit dan terdesak, sehingga dia berhutang. Sehingga menghutangkan disebutkan lebih utama dari sedekah, karena seseorang yang diberikan pinjaman hutang, orang tersebut pasti membutuhkan. Adapun bersedekah, belum tentu yang menerimanya pada saat itu membutuhkannya.

Ibnu Majah meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau berkata kepada Jibril : “Kenapa hutang lebih utama dari sedekah?” Jibril menjawab, “Karena peminta, ketika dia meminta dia masih punya. Sedangkan orang yang berhutang, tidaklah mau berhutang, kecuali karena suatu kebutuhan”. Akan tetapi hadits ini dhaif, karena adanya Khalid bin Yazid Ad-Dimasyqi. [5]

Adapun hukum asal berhutang harta kepada orang lain adalah mubah, jika dilakukan sesuai tuntunan syari’at. Yang pantas disesalkan, saat sekarang ini orang-orang tidak lagi wara’ terhadap yang halal dan yang haram. Di antaranya, banyak yang mencari pinjaman bukan karena terdesak oleh kebutuhan, akan tetapi untuk memenuhi usaha dan bisnis yang menjajikan.

Hutang itu sendiri dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, hutang baik. Yaitu hutang yang mengacu kepada aturan dan adab berhutang. Hutang baik inilah yang dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ; ketika wafat, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih berhutang kepada seorang Yahudi dengna agunan baju perang. Kedua, hutang buruk. Yaitu hutang yang aturan dan adabnya didasari dengan niat dan tujuan yang tidak baik.

ETIKA BERHUTANG

1. Hutang tidak boleh mendatangkan keuntungan bagi si pemberi hutang.

Kaidah fikih berbunyi : “Setiap hutang yang membawa keuntungan, maka hukumnya riba”. Hal ini terjadi jika salah satunya mensyaratkan atau menjanjikan penambahan. Sedangkan menambah setelah pembayaran merupakan tabi’at orang yang mulia, sifat asli orang dermawan dan akhlak orang yang mengerti membalas budi.

Syaikh Shalih Al-Fauzan –hafizhahullah- berkata : “Hendaklah diketahui, tambahan yang terlarang untuk mengambilnya dalam hutang adalah tambahan yang disyaratkan. (Misalnya), seperti seseorang mengatakan “saya beri anda hutang dengan syarat dikembalikan dengan tambahan sekian dan sekian, atau dengan syarat anda berikan rumah atau tokomu, atau anda hadiahkan kepadaku sesuatu”. Atau juga dengan tidak dilafadzkan, akan tetapi ada keinginan untuk ditambah atau mengharapkan tambahan, inilah yang terlarang, adapun jika yang berhutang menambahnya atas kemauan sendiri, atau karena dorongan darinya tanpa syarat dari yang berhutang ataupun berharap, maka tatkala itu, tidak terlarang mengambil tambahan. [6]

2. Kebaikan (seharusnya) dibalas dengan kebaikan

Itulah makna firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tertera dalam surat Ar-Rahman ayat 60, semestinya harus ada di benak para penghutang, Dia telah memperoleh kebaikan dari yang memberi pinjaman, maka seharusnya dia membalasnya dengan kebaikan yang setimpal atau lebih baik. Hal seperti ini, bukan saja dapat mempererat jalinan persaudaraan antara keduanya, tetapi juga memberi kebaikan kepada yang lain, yaitu yang sama membutuhkan seperti dirinya. Artinya, dengan pembayaran tersebut, saudaranya yang lain dapat merasakan pinjaman serupa.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata.

كَانَ لِرَجُلٍ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِنٌّ مِنْ الْإِبِلِ فَجَاءَهُ يَتَقَاضَاهُ فَقَالَ أَعْطُوهُ فَطَلَبُوا سِنَّهُ فَلَمْ يَجِدُوا لَهُ إِلَّا سِنًّا فَوْقَهَا فَقَالَ أَعْطُوهُ فَقَالَ أَوْفَيْتَنِي أَوْفَى اللَّهُ بِكَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

“Nabi mempunyai hutang kepada seseorang, (yaitu) seekor unta dengan usia tertentu.orang itupun datang menagihnya. (Maka) beliaupun berkata, “Berikan kepadanya” kemudian mereka mencari yang seusia dengan untanya, akan tetapi mereka tidak menemukan kecuali yang lebih berumur dari untanya. Nabi (pun) berkata : “Berikan kepadanya”, Dia pun menjawab, “Engkau telah menunaikannya dengan lebih. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas dengan setimpal”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam pengembalian” [7]

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata.

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْمَسْجِدِ وَكَانَ لِي عَلَيْهِ دَيْنٌ فَقَضَانِي وَزَادَنِي

“Aku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid, sedangkan beliau mempunyai hutang kepadaku, lalu beliau membayarnya dam menambahkannya” [8]

3. Berhutang dengan niat baik

Jika seseorang berhutang dengan tujuan buruk, maka dia telah zhalim dan melakukan dosa. Diantara tujuan buruk tersebut seperti.
a. Berhutang untuk menutupi hutang yang tidak terbayar
b. Berhutang untuk sekedar bersenang-senang
c. Berhutang dengan niat meminta. Karena biasanya jika meminta tidak diberi, maka digunakan istilah hutang agar mau memberi.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلَافَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

"Barangsiapa yang mengambil harta orang (berhutang) dengan tujuan untuk membayarnya (mengembalikannya), maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa mengambilnya untuk menghabiskannya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membinasakannya” [9]

Hadits ini hendaknya ditanamkan ke dalam diri sanubari yang berhutang, karena kenyataan sering membenarkan sabda Nabi diatas [10] Berapa banyak orang yang berhutang dengan niat dan azam untuk menunaikannya, sehingga Allah pun memudahkan baginya untuk melunasinya. Sebaliknya, ketika seseorang berazam pada dirinya, bahwa hutang yang dia peroleh dari seseorang tidak disertai dengan niat yang baik, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala membinasakan hidupnya dengan hutang tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala melelahkan badannya dalam mencari, tetapi tidak kunjung dapat. Dan dia letihkan jiwanya karena memikirkan hutang tersebut. Kalau hal itu terjadi di dunia yang fana, bagaimana dengan akhirat yang baqa (kekal)?

4. Hutang tidak boleh disertai dengan jual beli

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia telah melarangnya, karena ditakutkan dari transaksi ini mengandung unsur riba. Seperti, seseorang meminjam pinjaman karena takut riba, maka kiranya dia jatuh pula ke dalam riba dengan melakuan transaksi jual beli kepada yang meminjamkan dengan harga lebih mahal dari biasanya.

5. Wajib membayar hutang

Ini merupakan peringatan bagi orang yang berhutang. Semestinya memperhatikan kewajiban untuk melunasinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar kita menunaikan amanah. Hutang merupakan amanah di pundak penghutang yang baru tertunaikan (terlunaskan) dengan membayarnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوْا اْلأَمَاناَتِ إِلىَ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيْراً

" Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimnya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat". [An-Nisa : 58]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah : “Sekalipun aku memiliki emas sebesar gunung Uhud, aku tidak akan senang jika tersisa lebih dari tiga hari, kecuali yang aku sisihkan untuk pembayaran hutang” [HR Bukhari no. 2390]

Orang yang menahan hutangnya padahal ia mampu membayarnya, maka orang tersebut berhak mendapat hukuman dan ancaman, diantaranya.

a. Berhak mendapat perlakuan keras.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata. :

أَنَّ رَجُلًا تَقَاضَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَغْلَظَ لَهُ فَهَمَّ بِهِ أَصْحَابُهُ فَقَالَ دَعُوهُ فَإِنَّ لِصَاحِبِ الْحَقِّ مَقَالًا وَاشْتَرُوا لَهُ بَعِيرًا فَأَعْطُوهُ إِيَّاهُ وَقَالُوا لَا نَجِدُ إِلَّا أَفْضَلَ مِنْ سِنِّهِ قَالَ اشْتَرُوهُ فَأَعْطُوهُ إِيَّاهُ فَإِنَّ خَيْرَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

"Seseorang menagih hutang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sampai dia mengucapkan kata-kata pedas. Maka para shahabat hendak memukulnya, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam berkata, “Biarkan dia. Sesungguhnya si empunya hak berhak berucap. Belikan untuknya unta, kemudian serahkan kepadanya”. Mereka (para sahabat) berkata : “Kami tidak mendapatkan, kecuali yang lebih bagus dari untanya”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Belikan untuknya, kemudian berikan kepadanya. Sesungguhnya sebaik-baik kalian ialah yang paling baik dalam pembayaran” [11]

Imam Dzahabi mengkatagorikan penundaan pembayaran hutang oleh orang yang mampu sebagai dosa besar dalam kitab Al-Kabair pada dosa besar no. 20

b. Berhak dighibah (digunjing) dan diberi pidana penjara.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah.:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْم

“Menunda (pembayaran) bagi orang yang mampu merupakan suatu kezhaliman” [12]

Dalam riwayat lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. :

لَيُّ الوَاجِدِ يَحِلُّ عُقُوْبَتَه ُوَعِرْضه

"Menunda pembayaran bagi yang mampu membayar, (ia) halal untuk dihukum dan (juga) keehormatannya”.

Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Halal kehormatannya ialah dengan mengatakan ‘engkau telah menunda pebayaran’ dan menghukum dengan memenjarakannya” [13]

c. Hartanya berhak disita

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ أَدْرَكَ مَالَهُ بِعَيْنِهِ عِنْدَ رَجُلٍ أَوْ إِنْسَانٍ قَدْ أَفْلَسَ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ مِنْ غَيْرِهِ

“Barangsiapa yang mendapatkan hartanya pada orang yang telah bangkrut, maka dia lebih berhak dengan harta tersebut dari yang lainnya” [14]

d. Berhak diboikot (dilarang melakukan transaksi apapun).

Jika seseorang dinyatakan pailit dan hutangnya tidak bisa ditutupi oleh hartanya, maka orang tersebut tidak diperkenankan melakukan transaksi apapun, kecuali dalam hal yang ringan (sepele) saja.

Hasan berkata, “Jika nyata seseorang itu bangkrut, maka tidak boleh memerdekakan, menjual atau membeli” [15]

Bahkan Dawud berkata, “Barangsiapa yang mempunyai hutang, maka dia tidak diperkenankan memerdekakan budak dan bersedekah. Jika hal itu dilakukan, maka dikembalikan” [16]

Kemungkinan –wallahu a’lam- dalam hal ini, hutang yang dia tidak sanggup lagi melunasinya.

6. Jika terjadi keterlambatan karena kesulitan keuangan, hendaklah orang yang berhutang memberitahukan kepada orang yang memberikan pinjaman, karena hal ini termasuk bagian dari menunaikan hak yang menghutangkan.

Janganlah berdiam diri atau lari dari si pemberi pinjaman, karena akan memperparah keadaan, dan merubah hutang, yang awalnya sebagai wujud kasih sayang, berubah menjadi permusuhan dan perpecahan.
7. Berusaha mencari solusi sebelum berhutang, dan usahakan hutang merupakan solusi terakhir setelah semuanya terbentur. 8. Menggunakan uang dengan sebaik mungkin. Menyadari, bahwa pinjaman merupakan amanah yang harus dia kembalikan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

عَلَى الْيَدِ مَا أَخَذَتْ حَتَّى تُؤَدِّيَ

"Tangan bertanggung jawab atas semua yang diambilnya, hingga dia menunaikannya” [17]

9. Pelimpahan hutang kepada yang lain diperbolehkan dan tidak boleh ditolak

Jika seseorang tidak sanggup melunasi hutangnya, lalu dia melimpahkan kepada seseorang yang mampu melunasinya, maka yang menghutangkan harus menagihnya kepada orang yang ditunjukkan, sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, telah bersabda Rasulullah :

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ وَمَنْ أُتْبِعَ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتَّبِعْ

“Menunda pembayaran bagi roang yang mampu merupakan suatu kezhaliman. Barangsiapa yang (hutangnya) dilimpahkan kepada seseorang, maka hendaklah dia menurutinya. [18]

10. Diperbolehkan bagi yang berhutang untuk mengajukan pemutihan atas hutangnya atau pengurangan, dan juga mencari perantara (syafa’at) untuk memohonnya.

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : (Ayahku) Abdullah meninggal dan dia meninggalkan banyak anak dan hutang. Maka aku memohon kepada pemilik hutang agar mereka mau mengurangi jumlah hutangnya, akan tetapi mereka enggan. Akupun mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta syafaat (bantuan) kepada mereka. (Namun) merekapun tidak mau. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Pisahkan kormamu sesuai dengan jenisnya. Tandan Ibnu Zaid satu kelompok. Yang lembut satu kelompok, dan Ajwa satu kelompok, lalu datangkan kepadaku. (Maka) akupun melakukannya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun datang lalu duduk dan menimbang setiap mereka sampai lunas, dan kurma masih tersisa seperti tidak disentuh. [19]

BAGI YANG MENGHUTANGKAN AGAR MEMBERI KERINGANAN KEPADA YANG BERHUTANG

Pemberian pinjaman pada dasarnya dilandasi karena rasa belas kasihan dari yang menghutangkan. Oleh karena itu, hendaklah orientasi pemberian pinjamannya tersebut didasarkan hal tersebut, dari awal hingga waktu pembayaran. Oleh karenanya, Islam tidak membenarkan tujuan yang sangat baik ini dikotori dengan mengambil keuntungan dibalik kesusahan yang berhutang.

Di antara yang dapat dilakukan oleh yang menghutangkan kepada yang berhutang ialah.
1. Memberi keringanan dalam jumlah pembayaran

Misalnya, dengan uang satu juta rupiah yang dipinjamkannya tersebut, dia dapat beramal dengan kebaikan berikutnya, seperti meringankan pembayaran si penghutang, atau dengan boleh membayarnya dengan jumlah di bawah satu juta rupiah, atau bisa juga mengizinkan pembayarannya dilakukan dengan cara mengangsur, sehingga si penghutang merasa lebih ringan bebannya.

2. Memberi keringanan dalam hal jatuh tempo pembayaran

Si pemberi pinjaman dapat pula berbuat baik degan memberi kelonggaran waktu pembayaran, sampai si penghutang betul-betul sudah mampu melunasi hutangnya.

Dari Hudzaifah Radhyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Suatu hari ada seseorang meninggal. Dikatakan kepadanya (mayit di akhirar nanti). Apa yang engkau perbuat? Dia menjawab. :

كُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ فَأَتَجَوَّزُ عَنْ الْمُوسِرِ وَأُخَفِّفُ عَنْ الْمُعْسِرِ فَغُفِرَ لَهُ

"Aku melakukan transaksi, lalu aku menerima ala kadarnya bagi yang mampu membayar (hutang) dan meringankan bagi orang yang dalam kesulitan. Maka dia diampuni (oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala)". [20]

3. Pemberi pinjaman menghalalkan hutang tersebut, dengan cara membebaskan hutang, sehingga si penghutang tidak perlu melunasi pinjamannya.

Beginilah kebiasaan yang sering dilakukan oleh Salafush ash-Shalih. Jika mereka ingin memberi pemberian, maka mereka melakukan transaksi jual beli terlebih dahulu, kemudian dia berikan barang dan harganya atau dia pinjamkan, kemudian dia halalkan, agar mereka mendapatkan dua kebahagian dan akan menambah pahala bagi yang memberi.

Sebagai contoh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli onta dari Jabir bin Abdullah dengan harga yang cukup mahal. Setibanya di Madinah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan uang pembayaran dan menghadiahakn onta yang telah dibeli tersebut kepada Jabir.

Contoh kedua, Thalhah berhutang kepada Utsman sebanyak lima puluh ribu dirham. Lalu dia keluar menuju masjid dan bertemu dengan Utsman. Thalhah berkata, “Uangmu telah cukup, maka ambillah!”. Namun Utsman menjawab : “Dia untukmu, wahai Abu Muhammad, sebab engkau menjaga muruah (martabat)mu”.

Suatu hari Qais bin Saad bin Ubadah Radhiyallahu ‘anhu merasa bahwa saudara-saudaranya terlambat menjenguknya, lalu dikatakan keadannya : “Mereka malu dengan hutangnya kepadamu”, dia (Qais) pun menjawab, “Celakalah harta, dapat menghalangi saudara untuk menjenguk saudaranya!”, Kemudian dia memerintahkan agar mengumumkan : “Barangsiapa yang mempunyai hutang kepada Qais, maka dia telah lunas”. Sore harinya jenjang rumahnya patah, karena banyaknya orang yang menjenguk. [21]

Sebagai akhir tulisan ini, kita bisa memahami, bahwa Islam menginginkan kaum Muslimin menciptakan kebahagian pada kenyataan hidup mereka dengan mengamalkan Islam secara kaffah dan tidak setengah-setengah. Dalam permasalahan hutang, idealnya orang yang kaya selalu demawan menginfakkan harta Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dititipkan kepadanya kepada jalan-jalan kebaikan. Di sisi lain, seorang yang fakir, hendaklah hidup dengan qana’ah dan ridha dengan apa yang telah ditentukan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuknya.

Semoga kita semua dijauhkan olehNya dari lilitan hutang, dianugerahkanNya ilmu yang bermanfaat, amal yang shalih dan rizqi yang halal dan baik.

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun IX/1426H/2005M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo-Puwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183, Telp. 0271-761016]
________
Footnotes.
[1]. Ahkamul Qur’an, Ibnul Arabi, Beirut, Darul Ma’rifah, 1/247
[2]. Tafsir Quranil Azhim, 3/316
[3]. Ahkamul Qur’an, Ibnu Katsir, Madinah, Maktabah Jami’ Ulum wal Hikam, 1993, 1/247
[4]. Ibid
[5]. Sunan Ibnu Majah, no. 2431
[6]. Al-Mulakhkhashul Fiqhi, Shalih Al-Fauzan, KSA, Dar Ibnil Jauzi, Cet.IV, 1416-1995, hal. 2/51
[7]. Shahih Bukhari, kitab Al-Wakalah, no. 2305
[8]. Shahih Bukhari, kitab Al-Istiqradh, no. 2394
[9]. Shahih Bukhari, kitab Al-Istiqradh, no. 2387
[10]. Lihat Fathul Bari (5/54)
[11]. Shahih Bukhari, kitab Al-Istqradh, no. 2390
[12]. Ibid, no. 2400, akan tetapi lafazhnya dikeluarkan oleh Abu Dawud, kitab Al-Aqdhiah, no. 3628 dan Ibnu Majah, bab Al-Habs fiddin wal Mulazamah, no. 2427
[13]. Ibid, no. 2401
[14]. Ibid, no. 2402
[15]. Fathul Bari (5/62)
[16]. Ibid (5/54)
[17}. HR Abu Dawud, Al-Buyu, Tirmidzi, Al-buyu dan lain-lain
[18]. HR Bukhari, Al-Hawalah, no. 2288
[19]. HR Bukhari, Al-Istiqradh, no. 2405
[20]. HR Bukhari, Al-Istiqradh, no. 2391
[21].Mukhtashar Minhajul Qashidin, Ibnu Qudamah, Tahqiq Ali Hasan bin Abdul Hamid, Oman, Dar Ammar, cet II, 1415-1994 hal. 262-263


sumber: www.almanhaj.or.id