Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips dan Trik. Tampilkan semua postingan

Mengenal dan Merancang Tas Siaga Bencana


Secara Geografis dan Geologi, negara kita berada kawasan yang sangat rawan terhadap bencana gempa bumi, letusan gunungapi, tanah longsor, banjir genangan, banjir bandang, angin puting beliung, dan lain-lain. Sahabat semua juga jangan heran apabila banyak negara lain mengistilahkan Negara Indonesia sebagai “Supermarket”-nya bencana (mau beli bencana apa aja ada di Indonesia). Istilah tersebut bukan tanpa dasar, tentu istilah itu timbul setelah adanya kajian dari berbagai aspek seperti geologi, geomarfologi, geografi, iklim dan lain sebagainya.

Sikap kesiapsiagaan merupakan sebuah sikap dimana kita membuat rencana dan tahu harus berbuat apa sebelum, ketika dan sesudah bencana terjadi. Memiliki sebuah Tas Siaga Bencana merupakan sebuah keharusan bagi anda yang tinggal di kawasan rawan bencana. Tas Siaga Bencana adalah sebuah tas yang disiapkan sebelum terjadinya bencana. Jadi sebelum terjadinya bencana kita harus memiliki sebuah tas yang diisi dengan barang penting dan keperluan pribadi kita. Tas tersebut diletakkan pada tempat yang mudah diambil. Ketika gempa besar atau bencana lainnya terjadi terjadi, maka kita tinggal mengambil Tas Siaga Bencana dan langsung melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi apabila kita tinggal sekitar pesisir laut atau ke tempat yang lebih aman.

Seseorang atau satu keluarga harus bisa memperkirakan kebutuhan yang harus dibawanya jika harus mengungsi yang bisa mendukung kelangsungan hidup sampai bantuan datang. Perkiraan kebutuhan saat darurat yang bisa dibawa tersebut biasanya adalah 3 (tiga) hari. Nah, untuk mengungsi akan lebih baik jika membawa kebutuhan tersebut dalam sebuah tas khusus yang bisa disebut tas siaga bencana. Dianjurkan membawa dalam bentuk ransel karena akan memudahkan pergerakan dan menambah kesanggupan maksimum dalam membawa barang. Tas yang bisa didayagunakan adalah dari jenis carrier atau backpack berkapasitas 50 liter ke atas. Untuk yang berkeluarga mungkin bisa membawa yang berkapasitas 80 liter atau lebih.

Apa saja yang harus diisi dalam Tas Siaga Bencana? Jawabannya, kebutuhan anda sebaiknya disesuaikan juga dengan jenis ancaman bencana. Namun ada beberapa kebutuhan dasar yang harus dibawa dalam kondisi apapun. Berbedanya ancaman bencana akan membedakan kebutuhan spesifik untuk bertahan hidup.

Berikut kebutuhan dasar yang dimasukkan dalam Tas Siaga Bencana:

  1. Surat-surat penting seperti: Surat Tanah, Surat Kendaraan, Ijazah, Akte kelahiran, Passport, Buku Nikah, dan surat-surat penting lainnya.
  2. Pakaian untuk 3 (tiga) hari, terdiri dari: pakaian dalam, celana panjang (kain), jacket, kain sarung, selimut, handuk, kaos kaki, jilbab (untuk wanita), jas hujan, dsb.
  3. Makanan ringan yang tahan lama seperti: mie instant, biskuit, abon, coklat, gula merah, dsb. Pilih yang bisa dikemas agar tidak memakan banyak tempat serta berkalori tinggi.
  4. Air minum (dalam botol atau jeriken) yang setidaknya bisa mendukung kebutuhan 2x24 jam
  5. Kotak obat-obatan atau P3K plus isinya
  6. Peralatan navigasi seperti: kompas, senter, lampu kepala (headlamp), korek api dan lilin
  7. Perlengkapan ibadah: sajadah, al-Qur'an, mukena (untuk perempuan).
  8. Perlengkapan bersih-bersih seperti: sabun mandi, odol dan sikat gigi, sisir, cotton bud, dsb.
  9. Buku catatan dan alat tulis 
  10. Radio kecil untuk memantau informasi dan perkembangan terbaru 

Nah, karena mungkin kalau kita belum dalam kondisi darurat maka alangkah baiknya kita persiapkan dari sekarang. Makanan yang dipersiapkan juga harus dicek masa kadaluarsanya. Jika sudah kadaluarsa harus diperbarui. Letakkanlah di tempat yang mudah dijangkau jika terjadi kondisi darurat, misalnya dekat pintu keluar. Beritahu dan ingatkan juga saudara, keluarga atau tetangga di lingkungan anda supaya mempersiapkan hal yang serupa.

sumber: ibnurusydy.com ; naqiyaaiko.blogspot.com

Panduan Ringkas Keselamatan Bencana Gempa

PERSIAPAN


1. Mempersiapkan tas perlengkapan untuk situasi bencana
2. Mengetahui tempat dan jalur untuk menyelamatkan diri


3. Mengamankan benda-benda dan peralatan yang bisa runtuh
4. Mempersiapkan peralatan pemadam kebakaran

KETIKA GEMPA BERLANGSUNG


5. Bergerak menjauh dari jendela, kaca, dan benda-benda yang berat
6. Padamkan api secepat mungkin


7. Pastikan semua pintu-pintu keluar dalam keadaan terbuka
8. Apabila berada di atas ranjang, jangan bergerak, letakkan bantal di atas kepala anda


9. Merangkak di atas lutut, dan merunduk serendah mungkin
10. Berlindung di bawah meja yang kokoh


11. Pegang salah satu kaki meja
12. Tunggulah samping guncangan berhenti lalu segera keluar

SETELAH GEMPA


1. Ambil tas perlengkapan bencana dan tinggalkan rumah/ gedung. Jangan pernah menggunakan lift
2. Menjauhlah dari bangunan-bangunan yang rusak


3. Dalam setiap kasus guncangan, ikutilah prosedur keselamatan yang sama
4. Jangan kembali ke rumah sebelum pejabat lokal menganggap aman

sumber: safesteps.com

Bukan Zamannya Mahasiswa Hidup Susah. Ini Triknya!

Kalau ada yang masih merasa 'Uang adalah Penghalang', JUST BRAKE THE WALL. Patahkan mindset itu. Berikut ini saya bagi-bagi trik yang saya lakukan selama ini untuk menghindari badai finansial yang menghampiri.

Tips Pertama: Wajib Dimiliki: Cooking Tools (Peralatan Masak)

Tidak perlu selengkap seperti yang ada di gambar. Tapi yang namanya KOMPOR GAS, WAJAN, RICECOOKER, PIRING, GARPU, SENDOK, GELAS, kalian wajib punya! Jadi buat yang baru ngekost, sisihkan uang bulanan pertama kalian untuk membeli benda-benda "keramat" ini. Buat yang sudah lama ngekost, tapi belum punya, BULAN DEPAN BELI!

Tips Kedua: Wajib Tersedia: Bahan Makanan.

BERAS, MIE INSTAN, TELOR, KECAP, MINYAK GORENG. Ini semua anak kost wajib punya! Alasannya simpel. Bandingkan pengeluaran yang dibutuhkan bila tiap hari makan di rumah makan padang. Kalau bosan sama telur, ganti sama sosis atau nuget. Keliatannya agak mahal, tapi coba hitung pengeluarannya, sama saja, kan? Buat yang suka sayur, silahkan beli 1000-2000 sudah dapat kok. Jadi terjawabkan fungsi alat-alat di tips nomor satu. Buat masak semua ini. Tapi jangan kebanyakan makan mi instan. Banyak contoh kasus, termasuk mendiang teman penulis, semasa hidupnya waktu kuliah dulu, demi mengirit pengeluaran, hampir tiap hari makan mi instan. Akibatnya, setelah kuliahnya selesai, dia sering sakit-sakitan, ternyata usus besarnya luka. Tak lama setelah wisuda, dia sakit parah dan bolak balik dirawat di rumah sakit. Sekitar setaun kemudian meninggal dunia. Kasus semacam ini sudah jamak terjadi. Mi instan itu makanan di saat darurat saja. Kalau tidak darurat, jangan dibiasakan!

Tips Ketiga: Celengan atau Tabungan

Setiap kali kita belanja, entah di supermarket ataupun toko, biasanya kita dapat recehan. Itu jangan disimpan di dompet, apalagi dibuang. Masukkan celengan.
Fungsinya:
1. Agar dompet tidak cepat rusak. Keseringan menyimpan koin di dompet bikin dompet rusak dan kartu di dalamnya patah-patah
2. Percayalah suatu saat anda bakalan tertolong oleh keberadaan koin-koin ini

Pengalaman dari seorang mahasiswa. Selama kos, dia membuat celengan dari kaleng bekas wafer nissin yang dilubangi di atasnya. Kalau ada recehan atau uang kecilan selalu dia taruh di situ. Seringkali kejadian, dia lapar padahal tadinya lupa ke ATM sedang duit di dompet sudah habis. Dia tinggal ambil uang 5000 sampe 10000 dari celengan dan segera ke warung. Di situ dia menukarnya dengan duit kertas lalu pergi ke warung makan.  Setelah lulus dan tidak ngekos lagi, dia hitung isi celengan, ternyata masih ada sekitar 200 ribu!

Tips Keempat: Jangan Menabung!

Antara menabung dan menyisihkan uang lebih itu sangat berbeda. Kata Steve jobs, Pendiri perusahaan APPLE, dengan rajin menabung secara tidak langsung anda membentuk "mental pegawai". Padahal solusi dari krisis finansial bukanlah dengan cara menabung. Tapi dengan menambah pemasukan. Terus celengan tadi buat apa? Buat menyisihkan duit lebih yaitu koin tadi. Di atas sudah dibilang jangan simpan di dompet. nanti dompetnya rusak. Lantas beda MENABUNG dengan MENYISIHKAN DUIT YANG LEBIH apa?? Kita ibaratkan saja MENABUNG itu seperti orang yang lagi diet. Pantang makan ini, pantang makan itu, tidak boleh makan jam segini, dan semacamnya. Tapi kalau menyisihkan duit lebih itu seperti kita yang tidak makan di luar jam makan. Tapi kalau sudah waktunya makan, ya kita segera makan. Terus uang yang lebih itu buat apa? Untuk melakukan hal-hal yang berguna! Contohnya: mengikuti pelatihan yang kita anggap bermanfaat, kalau bisa yang produktif. yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan. Sekarang banyak pelatihan-pelatihan keterampilan. Atau bisa juga uangnya dipakai untuk membeli barang-barang untuk di jual lagi. Atau kalau lebih berani, bisa untuk modal usaha.

Pokoknya jangan hanya bisa mengirit, genjot juga pemasukannya!

Tips Kelima: JANGAN JADI PEGAWAI!

Sebagai mahasiswa, waktu kuliahnya flexibel. jadwal organisasi juga flexibel, bahkan jam dosen juga flexibel. Bayangkan saja kalau dosen sudah minta ketemu satu jam kemudian. Kadang juga dia minta jam kuliah malam. Kalau saat itu kita terikat dengan kondisi sebagai 'TENAGA KERJA', kuliah tidak jalan, kerjaan pun ikut kacau. Maka jangan jadi pegawai. Jalan terbaik bagi mahasiswa untuk menambah pemasukan adalah dengan berwirausaha. Yang punya hobi mengajar, bisa jadi guru les, les matematika, les IPA, les bahasa Inggris, bahkan termasuk les beladiri ataupun mengaji! Pokoknya, jangan terikat dengan badan usaha manapun. Bikin saja les privat sendiri, tidak ada yang mengatur waktu kalian selain hanya tanggung jawab terhadap anak didik. Dengan begini kita jadi bisa lebih idealis dalam mengatur waktu. Dan lebih hebat lagi kalau kita bisa jualan produk sendiri.

Tips Keenam: NGACA SAMA DOMPET!

Jangan pernah memaksakan diri kalau memang sedang tidak punya uang. Boleh-boleh saja sesekali punya keinginan untuk membeli makan mewah di restoran misalnya, tapi kalau si dompet berkata lain, ya goreng telur dong! Terus bagaimana kalau pas waktu lagi tidak punya uang, ada pelatihan yang penting dan sangat bagus? JANGAN IKUT! Ya kalau tidak ada uang bagaimana mau ikut. Catat saja temanya, siapa pembicaranya, dan hal-hal penting lainnya. Setelah dicatat mau diapakan? Sudah? Tentu saja tidak! KITA BIKIN LAGI ACARA ITU. Bedanya kali ini kita yang mengadakan. Untuk itu tentunya kita harus punya kekuatan (politik?). Makanya waktu awal masuk kuliah diajari tentang "pentingnya berorganisasi" kan?

Tips Ketujuh: Biasakan "Coba bikin Sendiri"


Daripada kita membeli barang-barang mahal, coba deh bikin sendiri dulu, yang fungsinya sama meskipun tampilannya tidak secantik yg dijual. Contohnya: kamar panas? Pengen AC? Ketik saja di google "cara membuat AC sederhana". Atau ingin makanan enak. Coba cari dulu resepnya di google. Siapa tahu bisa jadi produk sendiri. Penulis sendiri, sampai PowerBank, bisa bikin sendiri. Ada satu kata kuncinya: "DIY" ato "Do-It-Yourself".

Tips Kedelapan: Kamar Kost = Pabrik Duit

Kamar kost jangan buat tidur-tiduran saja. Banyak pengusaha-pengusaha internasional yang sukses dengan merintis usaha dari kamarnya (bahkan gudang dan garasi). Contohnya google, awalnya pendiri google bikin search engine cuma dari dalam kamar. Liat sekarang jadi sekaya apa dia? Cobalah bereksperimen dan berkreasi di kamar sendiri. Boleh jadi rejeki kalian ada yang dari situ!

Tips Kesembilan: Uang Habis? LAPTOP ASET PALING BERHARGA


Duit sudah habis. Stok makanan sudah habis. Ambil laptop kalian. Masukkan Tas. Bawa ke tempat yang free wifi. Kemudian Buka FJB KASKUS atau forum bisnis. Buka subforum penawaran kerjasa/distribusi. Pilih barang-barang yang menurut kalian berpotensi untuk dijual. Tapi tidak ada yang lebih baik selain jualan produk sendiri. Dengan memasukkan keyword "how to" di Google atau Youtube saja kita sudah bisa menemukan banyak cara untuk mendapatkan duit dengan produk sendiri. Dan pelajarannya adalah: jangan pernah menjual aset berharga (laptop, ponsel) dalam kondisi apapun kecuali anda bisa menggantinya dalam waktu yang sangat dekat. Karena ini semua sumber informasi. Kalau aset utama sudah terjual, perjalanan anda GAME OVER.

Pengalaman seorang mahasiswa, pertama kali ia belajar CorelDraw waktu kelaparan dan bingung karena tidak ada duit untuk beli makanan. Akhirnya buka google, dan belajar Corel. Awalnya cuma iseng-iseng sekaligus latihan membuat desain stiker, terus dijual. Ternyata untungnya lumayan, bisa untuk makan dua hari waktu itu. Seterusnya, ia sudah banyak mendapat duit hasil dari keterampilan menggunakan corel draw seperti untuk orderan kaos, jaket, stiker, bahkan denah bangunan juga pernah!

Tips Kesepuluh: Doa

Kalau mau memulai apapun, jangan lupa DOA. Bukan berarti kita lemah. Dia yang menciptakan kita, setidaknya itu pertanda syukur kita kepada-Nya.

sumber: kaskus.co.id

Kumpulan Tips Mengatur Keuangan dan Belanja

TIPS PENGATURAN KEUANGAN

Tentukan tujuan keuangan yang ingin Anda capai.

Catat semua kebutuhan (rutin dan non rutin). Hitung berapa kebutuhan untuk tujuan keuangan Anda dan berapa yang harus disisihkan setiap bulan.

Disiplin pada saat menerima penghasilan. Sisihkan dana untuk menabung dan berinvestasi baru pengeluaran lainnya.

Cek dimana pengeluaran bocor halus Anda setiap bulannya.

Siapkan pos khusus di amplop untuk pengeluaran tersebut, sehingga tidak mengambil dari pos lainnya apabila dana di amplop sudah habis.

Pisahkan rekening untuk pengeluaran harian dan tabungan.

TIPS MENGONTROL KEUANGAN

Ambil seperlunya
Kerap kali, begitu gaji masuk rekening bank, banyak orang merasa aji mumpung, dan segera berfoya-foya. Bila Anda mengambil uang dari rekening bank jauh melebihi yang Anda sebetulnya butuhkan, Anda jadi terpancing berfoya-foya melebihi bujet yang seharusnya.

Gunakan auto debit
Penggunaan fasilitas perbankan auto debit memang terbilang satu cara yang paling praktis. Dengan demikian, Anda tidak akan kena denda keterlambatan pembayaran yang terkadang jumlahnya cukup menyesakkan dada. Tetapi harap tetap diingat bahwa Andalah sang tuan. Artinya, Anda tetap harus memonitor akurasi dan efektivitas auto debit yang Anda miliki, dan untuk apa saja.

Simpan di bawah kasur
Tak ada salahnya juga menggunakan sistem pembayaran konvensional dengan amplop-amplop pengeluaran, untuk hal-hal yang tidak dapat Anda bayar dengan auto debit. Simpan amplop-amplop berisi uang tunai sesuai kebutuhan yang akan dibayarkan di bawah kasur atau lemari. Upayakan jumlahnya pas dengan kebutuhan, lalu selalu simpan bukti pembayaran.

Jangan tunda-tunda.
Tar…sok…entar (nanti) dan besok. Itu menjadi kebiasaan banyak orang, bila berkaitan dengan membayar sesuatu, terutama karena menggunakan sistem pembayaran dengan amplop pengeluaran. Padahal, apa, sih, bedanya membayar hari ini dan besok kalau sudah ada dananya? Jangan-jangan malah uang sedikit demi sedikit terpakai untuk ini maupun itu, dan ketika tiba saatnya membayar, dana tidak cukup. Jadi, jangan tunda-tunda, segera bayar saja.

Masukkan ke rekening.
Pembayaran sudah dilakukan semua, tetapi, eits, masih ada dana tunai tersisa. Sebetulnya mudah saja. Prinsipnya begini: Semakin lama uang tunai tersebut berada di tangan Anda, semakin kuat pula alasan menggunakan uang tersebut untuk hal yang sebetulnya tidak ada dalam rencana. Jadi, segera masukkan kembali uang berlebih tersebut ke rekening. Lebih baik lagi kalau rekening Anda model tabungan berjangka, atau masukkan ke portfolio investasi Anda. (bn)

TIPS BELANJA

Beberapa tips berikut  dapat membantu Anda menghemat pengeluaran saat belanja bulanan:

  1. Membuat daftar belanjaan. Biasakan membuat daftar belanjaan sebelum berbelanja. Daftar belanjaan bisa dibagi menjadi dua: (1) Belanja bulanan di awal bulan untuk daftar barang-barang yang dikonsumsi selama sebulan, misal; deterjen, sabun, beras, saus, bahan  makanan  instan, dll. (2) Belanja mingguan untuk kebutuhan bahan makanan segar dalam sepekan, misal; buah, susu, daging, ikan, sayur mayur, minuman, dll.
  2. Mulailah kebiasaan belanja efektif sesuai jadwal belanja. Di awal bulan mungkin anda berbelanja kebutuhan yang habis sebulan dan belanja mingguan untuk minggu pertama saja. Sedang berikutnya, anda bisa meluangkan waktu sekali dalam sepekan untuk membeli stock makanan dan minuman dalam seminggu.
  3. Jangan berbelanja saat lapar! Selain Anda jadi tidak konsen dan tergesa-gesa, tanpa sadar Anda memasukan makanan-makanan yang tidak masuk daftar ke dalam trolly Anda.
  4. Beli produk yang sedang promo (diskon, buy 1 get 1 free). Simpan bon belanja, agar Anda bisa membandingkan harga bulan ini dan lalu, jadi tahu saat harga sedang murah. Anda juga bisa mencari tahu di supermarket mana barang yang Anda butuhkan sedang promo.
  5. Singkirkan mindset bahwa kualitas barang selalu berbanding lurus dengan harganya. Sekarang sudah era perdagangan bebas, banyak barang yang lebih murah tapi berkualitas lebih baik.
  6. Membeli barang produksi supermarket  itu, semisal: tissue, pembersih lantai, gula pasir, beras, dan lain-lain. Selain harganya lebih murah, kualitasnya juga lumayan.
  7. Pastikan harga di kasir benar. Perhatikan jenis barang dan angka yang tertera pada layar saat petugas kasir menginput belanjaan Anda ke komputer kasir, karena petugas kasir tak selalu mengikuti update harga produk atau produk yang sedang diskon. Pastikan harga yang lihat di rak sama dengan harga yang di kasir. Jika harganya keliru, berhak untuk menegurnya.
  8. Jika Anda tidak sempat memperhatikan satu-persatu di layar komputer kasir. Anda bisa melakukan pengecekan pada struk yang Anda pembelanjaan.
  9. Jangan berbelanja sambil membawa anak, untuk mengurangi kemungkinan anak Anda memasukan segala macam snack dan minuman yang tidak masuk dalam daftar ke trolly belanja Anda.
  10. Jika ada, gunakan kartu belanja yang diterbitkan supermarket itu, untuk mendapatkan harga khusus yang jauh lebih murah dengan beragam privileges.
  11. Membeli dalam jumlah besar atau paket ekonomis akan lebih murah daripada membeli dalam kemasan kecil.
  12. Agar disiplin anggaran, bawa uang secukupnya yang sesuai budget. Hindari penggunaan kartu kredit secara berlebihan.
  13. Segera pulang usai belanja bulanan untuk menghindari Anda tergoda membeli barang-barang lain yang tidak Anda butuhkan.

NASEHAT KEUANGAN PALING BIJAK SEPANJANG MASA

Saat ini banyak orang sering mengeluhkan soal keuangannya. Padahal, ternyata ada “resep abadi” yang bisa digunakan untuk mengatasi semua permasalahan keuangan. iz Pulliam Weston, yang menulis buku Easy Money: How to Simplify Your Finances and Get What Want Out of Life, mencoba mengingatkan kembali, apa saja “prinsip” sepanjang masa yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi masalah keuangan.

Nasihat Untuk Menabung

Inilah nasihat paling klasik yang disebutkan sejak lama. “Seberapa pun hasil yang kamu dapat, besar dan kecil, selalulah menabung, meski kecil sekalipun”. Menurut Liz, simpan yang banyak terutama dalam masa 10 tahun pertama pernikahan. Sebab, sebagai sebuah keluarga, suatu saat, kita pasti punya banyak kebutuhan. Apalagi, saat sudah punya anak. Karena itu, terus pelihara kebiasaan menabung ini.

Nasihat Tentang Utang

Satu hal yang paling utama soal utang menurut Liz adalah, “Jangan bayar bunga untuk barang yang nilainya terus menurun”. Banyak orang mengejar lifestyle, tapi nilai barang yang dibelinya terus menurun. Seperti membeli ponsel pintar, sebisa mungkin jangan memakai kartu kredit. Sebab, ponsel nilainya terus turun. Intinya, bijaklah saat akan mengajukan utang. Jangan sampai tergoda oleh barang-barang yang sebenarnya tak dibutuhkan, dan kemudian “menyiksa” kita dengan bunga berkepanjangan.

Nasihat Saat Belanja

Salah satu nasihat klasik saat harus berbelanja adalah, “Pahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan”. Menurut Liz, nasihat itu adalah ungkapan paling dasar yang harus dipahami setiap orang. Sebab, jika kita tak bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan di mana pun kita berada, kita akan cenderung jadi orang yang boros.

Nasihat Membangun Kekayaan

Untuk menjadi kaya, salah satu nasihat utama yang diberikan Liz adalah, “Jika Anda butuh uang, pergilah dan bekerjalah untuk menghasilkan banyak uang”. Inti yang ingin disampaikan Liz adalah uang tak akan datang dengan kita hanya duduk berpangku tangan. Semua pasti butuh kerja keras.

KESIMPULAN RINGKAS TIPS KEUANGAN

Setiap kali mendapat pemasukan keuangan, sisihkan sebagian untuk DITABUNG dan sebagian untuk DISEDEKAHKAN. Selebihnya, gunakanlah secara cermat dengan sesuai KEBUTUHAN anda, dan bukan mengikuti KEINGINAN anda. Tidak boros dan juga tidak pelit.

Firman Allah: "Dan (hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih adalah) orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." (QS 25:67)

Cara Mudah Menentukan Arah tanpa Kompas

Bepergian ke tempat asing, terutama hutan atau gunung, mengharuskan traveler untuk membawa kompas. ngnya, keberadaan benda yang satu ini sering terlupakan, bingung menentukan arah jika tersesat pun bisa membayangi Anda. Untuk menentukan arah mata angin, kompas memang sangat diperlukan. Tapi bagaimana kalau Anda lupa membawanya saat berada di tengah hutan? Agar dapat kembali ke tujuan semula, ikuti 7 tips cara menentukan arah tanpa menggunakan kompas. Inilah cara mudah menentukan arah tanpa menggunakan kompas:

Jarum/ Silet di permukaan air

Ada cara yang paling umum digunakan seseorang untuk menentukan arah, yaitu membuat kompas sederhana. Caranya mudah, hanya bermodalkan jarum atau silet yang digosok ke permukaan kering, dan ditusukkan ke gabus. Gabungan silet dan gabus kemudian diletakkan di atas permukaan air, sehingga terlihat mengapung. Ujung silet atau jarum pada kompas sederhana ini selalu menunjuk ke arah utara atau selatan.



Masjid/Musholla

Jika tidak menemukan kuburan, Anda bisa mencari tempat ibadah, seperti masjid. Anda bisa memanfaatkan arah kiblat atau arah sholat umat muslim. Di Indonesia, masjid selalu menghadap ke arah barat, karena ka'bah yang dijadikan kiblat umat muslim berada di barat Indonesia. Manfaatkan ini sebagai patokan dasar menentukan arah selanjutnya.



Melihat kuburan Islam dan Kristen

Jika berada di suatu pedesaan yang asing dan tersesat di sana. Anda bisa menentukan arah dengan melihat kuburan. Kuburan Islam dan Kristen selalu menunjukkan arah utara-selatan. Bagian nisan atau kepala yang selalu menghadap ke barat. Jadikanlah ini sebagai patokan dasar. Eits, tapi ingat, ini hanya berlaku di wilayah Indonesia saja.





Melihat jam dan posisi matahari

Saat tersesat di suatu tempat tertutup seperti hutan, ada kalanya Anda sulit menentukan arah tanpa adanya kompas. Tapi jangan terburu panik, cobalah tenang dan lihat jam saat itu, kemudian lihat ke arah matahari. Penulisan 12 jam yang membulat mengikuti arah pergerakan matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. Jadi, setelah melihat jam, segera menghadap ke matahari. Jadikan posisi matahari yang terbit di barat sebagai patokan dasar. Anda pun bisa menentukan arah selanjutnya dengan menggunakan jam tangan.

Bayangan benda

Jika tersesat pada siang hari, lihatlah ke arah bayangan benda. Sama seperti menentukan arah dengan jam, letakkan benda tegak di permukaan tanah. Pada siang menuju sore, bayangan benda umumnya condong ke barat. Sebaliknya, jika tersesat pagi menjelang siang, bayangan benda umumnya condong ke arah timur.




Memanfaatkan pohon

Nah, untuk Anda yang tersesat di kawasan penuh pepohonan, cobalah cari pohon yang berbatang besar. Perhatikan setiap sisi batang pohon ini. Sisi pohon berbatang besar yang terkena sinar matahari dan tidak berlumut menunjukkan arah barat/timur. Jika tersesat pada malam hari, coba raba sisi pohon berbatang besar ini, dan rasakan suhunya. Cari sisi pohon yang terasa paling hangat. Sisi ini menunjukkan arah barat.



Kelompok bintang Orion menunjukkan arah barat

Hal yang paling menakutkan adalah tersesat di daerah asing pada malam hari. Saat itu penerangan sangat minim, ditambah tidak adanya kompas, bisa membuat siapa saja panik. Tapi coba manfaatkan keindahan alam lewat taburan bintang di langit. Carilah rasi bintang orion. Rasi bintang ini merupakan perpaduan 3 bintang terang. Jika dipadukan, ketiganya membentuk mirip ekor kalajengking dan selalu menunjuk ke arah barat.