Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Anak. Tampilkan semua postingan

Ayah Ajak Putranya Keliling Mongolia agar Lepas dari Kecanduan Gadget


Kecanduan gadget ternyata bisa diatasi dengan traveling. Contoh, seperti yang dilakukan ayah ini pada putranya.

Seorang ayah dan anak laki-lakinya, baru-baru ini berkelana keliling Mongolia dengan tujuan yang unik. Sang ayah, Jamie Clarke ingin anaknya, Khobe untuk lepas dari kecanduan ponsel.

Clarke merupakan seorang pemain ski, pendaki gunung, dan penjelajah yang merasa telah kehilangan kedekatan dengan putranya. Pasalnya sang anak yang berusia 18 tahun itu sehari-hari lebih asyik bermain ponsel di rumah ketimbang menghabiskan waktu bersama keluarga.

Pria asal Calgary, Alberta ini menyalahkan dirinya atas hal tersebut. Clarke mengatakan kalau dulu ia juga gemar bermain game di ponsel Blackberry-nya bersama Khobe ketika putranya itu masih kecil. Mungkin itulah yang menyebabkan si anak jadi kecanduan ponsel.

"Jika ada kecanduan yang kita miliki saat ini sebagai individu dan sebagai keluarga, kita (orang tua) mengabadikannya," kata Clarke sebagaimana diwartakan BBC.

"Ponsel adalah barang yang keren tapi kami mulai merasa kalau ponsel itu mengontrol kami, bukan sebaliknya."

Tanda-tanda Khobe kecanduan main ponsel ini dirasakan Clarke ketika ia mengajak keluarganya merayakan ulang tahunnya yang ke-50 di sebuah penginapan ski selama seminggu. Di sana tidak ada wi-fi dan sinyal.

"Sebelumnya, saya tidak pernah merasakan seminggu tanpa ponsel," kata Khobe.

"Bagi saya itu sangat aneh," lanjutnya.

Khobe mengaku, saat itu dia marah dan ingin pergi. Ia juga sedih karena tanpa Snapchat atau Instagram, dia tidak tahu kabar teman-temannya.

Sejak saat itu, Clarke menyadari teknologi telah mempermainkan keluarganya dan ia ingin untuk memperbaiki keadaan itu.

Terlintas ide untuk membawa Khobe jalan-jalan ke Mongolia dengan naik motor. Ini merupakan keinginannya sejak lama dan kebetulan, putranya telah cukup usia untuk diajak berpetualang.



Ia kemudian mengajukan idenya itu pada Khobe namun ternyata tak semudah itu disetujui sang anak.

"Saya langsung menolaknya," kata Khobe.

"Tetapi hal itu berubah menjadi ide yang menyenangkan...rencana itu menjadi persiapan sehingga sangat menyenangkan untuk melakukannya."

Khobe akhirnya mendapatkan izin mengemudi motor dan ayah-anak ini berlatih untuk mempersiapkan perjalanan panjang mereka. Ayahnya lebih mudah berlatih karena ia sudah dua kali mendaki Everest. Lain dengan Khobe yang sama sekali tidak pernah mendaki gunung sehingga Khobe harus berlatih keras.

Mereka berdua akhirnya memulai petualangan itu pada 28 Juli 2019 lalu. Selama satu bulan mereka telah menempuh perjalanan sejauh 2.200 kilometer mengelilingi Mongolia menggunakan motor, kuda, dan unta.

Meskipun selama perjalanan itu banyak spot yang instagramable, keduanya sama sekali tak berniat untuk mempostingnya sampai mereka menyelesaikan perjalanan itu.

Selama melakukan perjalanan, Khobe mengatakan, jauh dari ponselnya adalah sebuah tantangan.

"Saya rasa, sepanjang waktu yang saya pikirkan adalah merindukan ponsel," katanya.

"Kamu akan merasa betapa segalanya membosankan. Ketika saya bosan, saya biasanya akan menonton Youtube atau Netflix. Sekarang apa yang akan saya lakukan, melihat bintang dan tidak melakukan apapun?"

Tetapi di balik kesulitan itu, Khobe mendapatkan sesuatu yang berharga. Ia bisa lebih mengenal ayahnya. Hal ini karena mereka menghabiskan waktu bersama di jalan, di tenda, atau ketika memasak yang semakin mempererat hubungan keduanya. Khobe pun menempukan sisi unik dari ayahnya.

"Saya terkejut ketika ayah sedang jauh dari lingkungan pekerjaan dan keluarga, ia bertingkah seperti anak seusia saya," ceritanya.

Sementara itu, Clarke justru takjub dengan betapa dewasanya Khobe ketika mereka tidak berada dalam hubungan ayah-anak pada umumnya.

"Perjalanan ini membantu saya melihat Khobe dengan cara yang baru. Saya dulu melihatnya sebagai anak kecil yang selalu meninggalkan jaketnya di meja, tidak membersihkan sisa makanannya," katanya.

"Lalu saya melihatnya menjadi pria muda, dan saya takjub dengan bagaimana ia bisa bertahan di bawah tekanan."

Setelah perjalanan ini, Clarke berencana untuk mencoba mengaplikasikan berbagai pelajaran berharga yang mereka dapatkan di kehidupan sehari-hari.

"Saya sadar, teknologi itu bernilai dan berguna, dan dia (Khobe) menyadari kalau itu menyita waktu. Dan mungkin kami berdua perlu mengingatkan diri kami sendiri siapa yang memegang kontrol, kami atau aplikasi ponsel," ujarnya.

Khobe juga menambahkan, ia ingin menjadikan teknologi sebagai sesuatu yang ingin dia lakukan, bukan yang harus ia lakukan.

"Ketika kamu ada di sebuah kelompok yang seharusnya melakukan interaksi sosial, tetapi semuanya sibuk dengan ponselnya, saat itulah saya mengubah kebisaan saya," terangnya.

"Karena tidak sopan saat tidak memberikan perhatian penuh pada orang lain," tutupnya.

Di sisi lain, Caroline Knorr, editor pengasuhan anak dari organisasi non-profit Common Sense Media mengatakan, jika ingin mempererat ikatan orang tua dan anak tidak hanya bisa dilakukan dengan keliling dunia seperti yang dilakukan Clarke dan Khobe.

Cara lain adalah dengan bermain bersama, pergi jalan-jalan, atau menonton film. Selain itu, penting bagi orang tua untuk menjadi model perilaku yang baik dalam bermain ponsel atau gadget agar anak-anak juga tidak menggunakannya secara negatif.

Knorr juga mengatakan penting bagi orang tua untuk tidak menjelekkan teknologi atau anaknya ketika mereka sedang menggunakannya.

"Perilaku itu (anak bermain gadget) merupakan bagian yang normal dari tahap perkembangan anak dimana anak mulai tertarik pada budaya populer ketimbang waktu bersama keluarga."

Namun Knorr tetap menghimbau para orang tua untuk mengawasi penggunaan aplikasi sosial media sang anak. Karena sosial media itu memang didesain agar penggunanya berlama-lama mengaksesnya dengan tujuan agar mereka mendapatkan uang dari pengiklan.

sumber: detik.com

Cara Cerdas Mengajarkan Anak Berpuasa

Bulan Ramadan adalah bulan yang sempurna untuk mengajarkan anak berbagai aspek kebaikan. Meski begitu, mengajarkan hal yang baik pada anak tentu tak akan mudah.Terutama mengajari mereka berpuasa. Anak-anak memerlukan waktu untuk berlatih berpuasa dengan baik.

Hal pertama yang perlu diketahui oleh orangtua bahwa berpuasa bisa memberi dampak positif bagi perkembangan fisik dan mental anak. Beberapa pakar meyakini bahwa puasa meningkatkan hormon pertumbuhan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara psikologis anak yang berpuasa memiliki pola hidup lebih disiplin, sabar, mau berbagi dan mengendalikan diri.

Sejatinya, puasa bukanlah kewajiban yang harus dilakukan anak-anak, mengingat mereka belum memasuki fase baligh (usia pubertas). Namun mendidiknya untuk belajar berpuasa sejak dini bisa menjadi sebuah rencana dan merupakan kewajiban bagi orang tua.

Meski ngajarin anak itu gampang-gampang susah, tapi tidak perlu panik ataupun kikuk, karena ada beberapa cara yang bisa dilakukukan orang tua untuk melatih anak-anaknya berpuasa. Berikut kita simak tips-tipsnya:

1. Ajarkan pada sang anak apa makna dari puasa itu? Kenapa berpuasa di bulan ramadhan itu penting? Apa manfaatnya?
Dengan mengajarkan konsep dasar dari berpuasa kita dapat memicu semangat sang anak untuk menjalankan ibadahnya di bulan ramadhan.Tentu peran orang tua sangat penting disini. Sebab, ketika si anak menyadari akan pentingnya berpuasa maka si anak akan dengan senang menjalankan ibadah puasa tanpa adanya paksaan dari orang tua.

2. Beri Suntikan Semangat
"Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah pada Allah, dan jangan bersikap lemah!" [Al-Hadits]
Berikan suntikan semangat setiap harinya agar sang anak sanggup melanjutkan puasanya dalam satu bulan penuh. Terkadang rasa jenuh dapat meruntuhkan semangat berpuasa. Oleh karena itu, ajak sang anak dalam kegiatan-kegiatan yang positif. Intinya jangan buat sang anak hanya duduk terdiam menunggu datangnya adzan maghrib.

3. Puasa Setengah Hari
Melatih anak puasa itu baiknya fokus pada proses bukan fokus pada hasil yang harus dicapai anak. Bagi sang anak, memang tidak mudah menjalankan puasa untuk pertama kalinya. Maka dari itu ajarkan sang anak untuk puasa secara bertahap. Misalnya puasa setengah hari, yakni membiarkan sang anak untuk berbuka puasa pada tengah hari atau jam 12 siang, setelah itu lanjutkan kembali puasa hingga maghrib. Dengan begitu kita telah mengajarkan sang anak untuk beradaptasi dalam masa orientasi pertama puasanya. Ala bisa karena biasa, lama kelamaan sang anak pun akan sanggup menjalankan puasa dari adzan subuh sampai adzan maghrib.

4. Berikan Hadiah
Apresiasikanlah setiap apa yang telah dicapainya, agar tumbuh dalam dirinya sikap menghargai. Untuk memberikan motivasi kepada sang anak, para orang tua sah-sah saja memberikan hadiah apabila sang anak dapat menjalani puasa sesuai dengan kesepakatan. Ini adalah cara cerdas mengajarkan anak berpuasa, sedini mungkin pendidikan berpuasa harus diterapkan. Dan memberikan hadiah kepada sang anak adalah bentuk apresiasi atas prestasi yang telah dicapai.

5. Sahur yang Bergizi
Anda harus memastikan anak, makan yang cukup saat sahur. Menu makanan sahur dibuat sesuai dengan kesukaan anak, tentunya dengan mengutamakan kandungan gizi, karbohidrat dan nutrisi yang cukup. Ini untuk merangsang anak agar mau makan sahur. Istri anda juga bisa menyiapkan menu favorit anak untuk sahur atau bebuka puasa. Sebelumnya, anda bisa bertanya pada anak ingin sahur dan berbuka dengan makanan apa. Dengan begitu, si anak akan lebih termotivasi lagi untuk berpuasa.

6. Jauhkan Godaan
Jauhkan makanan-makanan yang bisa menggodanya, seperti cokelat atau es krim. Sembunyikan dulu makanan tersebut darinya. Usahakan juga agar anak tetap 'sibuk' selama puasa agar dia tidak terlalu ingat akan rasa lapar dan hausnya. Misalnya saja Anda bisa mengajak anak untuk membaca buku bersama, menggambar, bermain, dan aneka kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak. Utamanya kegiatan-kegiatan yang ada hubungannya dengan peningkatan pengetahuan dan pengamalan keislaman anak-anak.

7. Bersikap Sabar Dihadapannya
Semua orang mampu berpuasa untuk menahan lapar. Tapi tidak semua orang mampu menahan kesabaran. Tanpa kesabaran yang kuat, keistiqomahan tidak akan pernah ada dalam hal apapun. Sangat penting untuk anda dan anggota keluarga lainnya tidak menunjukkan rasa lapar dan haus saat berpuasa di depan anak-anak. Tunjukkan pada anak kalau puasa itu harus dijalani dengan kesabaran dan tak boleh mengeluh.

8. Jangan Memarahinya
Jika anak tidak kuat berpuasa atau berbohong, maka sebaiknya jangan langsung dimarahi. Jika anda mau mencermati dengan lebih bijaksana, sebenarnya anda tidak pantas marah untuk hal-hal tersebut. Dan meskipun anda mengatakan hal yang benar, jika anda mengatakannya sambil marah, apa gunanya? Anak berbohong biasanya dikarenakan dirinya tak mau mengecewakan orangtuanya. Alangkah baiknya anda menasihatinya secara baik-baik saja.

9. Berikan Contoh Yang Baik
Berikanlah anak contoh yang baik saat berpuasa. Ajaklah anak-anak untuk ikut ke masjid menunaikan shalat lima waktu dan tarawih. Sesekali tinggallah di masjid (i'tikaf) untuk membaca al-Quran, mendengarkan pengajian, membaca buku, atau sekadar duduk-duduk beristirahat sambil bercengkerama dengan anak. Janganlah saat berpuasa anda menunujukkan sikap yang buruk, contoh marah-marah dan hal semacam itu. Maka anak akan melihat hikmah puasa lebih dari menahan lapar.

sumber: kaskus.co.id

17 Teka-Teki Logika dan Jawabannya

Teka-Teki Logika merupakan kumpulan pertanyaan teka-teki  untuk mengasah logika. Teka-teki ini bisa untuk hiburan, sebagai alterantif permainan untuk dimainkan bersama dengan teman, saudara, atau keluarga. Selain mengasyikan, hal ini juga dapat mengasah pikiran. Silakan coba jawab untuk asah otak, mengasah kemampuan logika! Admin juga menyediakan jawabannya. Bagi anak SD, SMP, SMA, atau mahasiswa, atau siapa saja yang merasa tertarik, silakan dicoba untuk menjawab soal-soal logika berikut ini!

 
Soal Teka-teki Logika

  1. Dalam suatu balapan motor, Jorge Lorenzo yang menjadi pembalap terdepan berhasil menyalip pembalap yang ada di posisi paling belakang. Posisi ke berapakah Jorge Lorenzo setelah itu?
  2. Bagaimana cara menyusun operasi matematika dengan angka 9 hingga menghasilkan angka 100?
  3. Jika dibutuhkan waktu 10 menit untuk merebus 1 butir telur, berapa waktu yang diperlukan untuk merebus 10 butir telur?
  4. Ada seseorang yang berjalan di tepi pantai tanpa memecah air. Ketika ia menoleh ke belakang, ia tidak menemukan jejak kakinya. Mengapa?
  5. Berapa kali muncul angka 8 pada bilangan bulat 1-100?
  6. Lebih besar mana antara 56% dari 65 atau 65% dari 56?
  7. Dalam sebuah keluarga, terdapat 3 anak perempuan yang masing-masing memiliki 1 adik laki-laki. Berapakah jumlah anak laki-laki dalam keluarga tersebut?
  8. Ada dua kakak beradik yang apabila umur mereka dijumlahkan hasilnya 21 tahun dan selisih umur mereka 2 tahun. Berapakah umur mereka?
  9. Sebutkan 3 buah bilangan yang apabila dijumlahkan hasilnya sama dengan hasil perkalian ketiga bilangan tersebut?
  10. Mana yang lebih berat, kapas 100 kg atau besi 100 kg?
  11. Jika ada 2 ekor unta yang satu menghadap ke barat dan yang satunya lagi menghadap ke timur, bagaimana cara agar kedua unta tersebut berhadapan tanpa harus menggerakkan kepala mereka?
  12. Dalam lomba balap karung, Wawan yang berada di posisi ketiga, berhasil menyalip peserta yang ada di posisi kedua. Posisi berapakah Wawan setelah itu?
  13. Apa huruf kelima dalam abjad?
  14. Bagaimana cara menyusun penjumlahan bilangan yang terdiri dari angka 8 hingga menghasilkan angka 1.000?
  15. Ada keranjang yang berisi 5 buah apel. Bagaimana cara membagi rata apel tersebut kepada 5 anak sementara harus ada 1 apel di dalam keranjang?
  16. Berapa banyak volume tanah pada lubang di dalam lubang dengan panjang 3 meter, lebar 2 meter, dan kedalaman 1 meter?
  17. Adi memiliki sebuah botol. Kemudian Adi memasukkan koin ke dalam botol tersebut. Setelah itu, Adi menyumbatnya dengan menggunakan gabus. Bagaimana caranya agar Adi bisa mengeluarkan koin yang ada di dalam botol tanpa harus menarik gabus penyumbat atau memecahkan botol tersebut?

Jawaban Teka-teki Logika

  1. Posisi pertama. Penjelasan: Kalau Jorge Lorenzo yang ada di posisi pertama menyalip pembalap yang ada di posisi paling belakang, berarti pembalap yang ada di posisi belakang tersebut ketinggalan satu lap dengan Jorge Lorenzo.
  2. 9 x 9 + 9 + 9 + 9 : 9 = 100
  3. Tetap 10 menit. Penjelasan: tinggal rebus aja secara bersama-sama.
  4. Karrena ia berjalan mundur.
  5. 20 kali yaitu: 8, 18, 28, 38, 48, 58, 68, 78, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, 98
  6. Sama besar. Penjelasan: 56% x 65 = 65% x 56 --> 56/100 x 65 = 65/100 x 56 => kedua ruas dikali 100 --> 56 x 65 = 65 x 56
  7. 1 orang. Penjelasan: adik laki-laki dari anak perempuan yang satu adalah adik laki-laki dari anak perempuan lainnya.
  8. Umur kakak 11,5 tahun dan umur adik 9,5 tahun.
  9. 1, 2, dan 3. Penjelasan: 1 + 2 + 3 = 6; 1 x 2 x 3 = 6 => 1 + 2 + 3 = 1 x 2 x 3
  10. Sama berat, volumenya yang berbeda.
  11. Kedua unta memang sudah saling berhadapan.
  12. Posisi kedua.
  13. huruf ‘d’
  14. 888 + 88 + 8 + 8 + 8 = 1.000
  15. 1 anak diberi 1 buah apel bersama dengan keranjangnya.
  16. Tidak ada, kan lubang.
  17. Dorong gabus sampai masuk ke dalam botol, kemudian balik botol dan goyangkan botol sampai koin yang ada di dalam botol keluar.

sumber: rezasaga32.wordpress.com

Latihan Menggambar Motif Tanaman dan Bunga

Menggambar adalah salah satu kegemaran dan kegiatan belajar anak-anak yang sangat penting. Bukan hanya karena menggambar disenangi anak-anak, tetapi juga karena menggambar bisa melatih dan mengasah kemampuan nalar, imajinasi, dan keterampilan motorik anak-anak. Sangat bermanfaat untuk menunjang kecerdasan dan keterampilan anak-anak yang lain. Tidak hanya itu, menggambar juga sangat penting dan bermanfaat bagi banyak pekerjaan dan kegiatan di berbagai lapangan usaha. Misalnya untuk kepentingan pembuatan ilustrasi, deskripsi, dan aplikasi dalam dunia pendidikan, penerbitan, informasi, dan lain-lain.

Kali ini kita akan memberikan contoh latihan menggambar motif tanaman dan bunga yang disajikan secara bertahap, dimulai dengan yang gambar yang paling mudah, lalu meningkat secara bertahap hingga gambar yang lebih sulit dan kompleks. Mudah-mudahan bisa digunakan oleh orang tua dan pendidik sebagai bahan pengajaran dan pelatihan kepada anak-anak dalam kegiatan belajar dan menggambar mereka.

1. Dimulai dari pola-pola daun sederhana. Gambarlah setiap pola beberapa kali:


2. Pola-pola dedaunan dalam rangkaian tangkai:


3. Pola-pola daun dengan pinggiran yang tidak rata:


4. Melangkah pada pola-pola bunga, mulai dari yang sederhana hingga cukup rumit:


5. Rangkaian bunga-bungaan dalam tangkai:


6. Pola-pola bunga mawar yang agak rumit:


7. Akhirnya menggambar bunga mawar dengan tangkai dan daunnya yang lebih lengkap:


Selamat berlatih dan melatih anak-anak kita!

sumber: ebook "20 Ways to Draw a Tree" karya Eloise Renouf

Monopoli Sebuah Permainan Pendidikan Kapitalis Sejati

Oleh: Anita Rachmat Putri

Permainan juga mempengaruhi mental seorang anak.
Tulisan ini saya buat atas kegelisahan perkembangan mental adik saya kedepannya.


Ilham, nama adik saya yang berusia 10 tahun, sedang asik memainkan sebuah permainan dengan temannya ketika saya pulang. Sebenarnya, pemandangan ini sudah sering saya lihat. Namun makin lama saya mengkhawatirkan perkembangan mental adik saya akibat memeinkan permainan ini. Bagaimana tidak, setelah saya perhatikan beberapa saat, adik saya sangat bahagia karena memiliki uang yang sangat banyak. Sebaliknya, teman-teman sepermainannya sangat miskin, bahkan ada yang berhutang padanya. Pada saat itu, adik saya sangat puas karena berhasil memenangkan permainan. Dia menjadi pemilik modal dengan menguasai asset-asset penting. Dia bahkan tidak mempedulikan nasib teman-teman sepermainannya yang mengalami kebangkrutan luar biasa.

Apa yang dialami adik saya ini tidak berbeda dengan pengalaman saya sewaktu kecil. Bermain permainan monopoli dengan kakak-kakak maupun teman saya sungguh sangat menyenangkan. Sewaktu kecil, saya tidak pernah merasakan sesuatu yang ganjal dalam permainan ini. Mengingat kemampuan indrawi saya belum cukup untuk mengetahui makna dsri setiap permainan. Namun seiring berjalannya waktu, saya menemukan berbagai keganjalan, terlebih setelah mengetahui sedikit demi sedikit sistem ekonomi kapitalistik. Berbagai kondisi pada sistem kapitalisme digambarkan secara komprehensif oleh permainan ini.

Monopoli merupakan sebuah permainan yang dipatenkan oleh Charles Darrow pada abad ke-20. Sejarah panjang menghiasi perebutan hak cipta karena permainan ini sudah sangat mendunia. Permainan monopoli ini memerlukan sebuah kecerdikan, kejeniusan dan strategi khusus agar memperoleh kemenangan. Salah satu strateginya adalah rela memiskinkan diri untuk dapat membeli sebidang tanah strategis sebagai investasi awal.
Seperti sebuah kehidupan nyata, permainan monopoli ini dipimpin oleh Bank sebagai pemilik asset utama. Bank memiliki asset-asset berupa; kartu dana umum dan kesempatan; berbagai surat kepemilikan komplek properti; dan yang pasti memiliki kekayaan utama (kas). Permainan ini juga dikendalikan oleh dua buah dadu layaknya alat perjudian. Secara tidak langsung dadu ini dimiliki pula oleh Bank, berikut papan permainannya.

Permainan dimulai untuk mencari pemain pertama yang memulai. Bank memberikan modal awal senilai US$150.000 kepada tiap pemain. Permainan ini membutuhkan sekali putaran untuk melakukan berbagai transaksi. Setelah satu kali putaran, ketika melewati komplek di wilayah putaran awal, pemain akan memperoleh uang sebesar US$20.000. Sedikit apes jika pemain tidak melewati berbagai komplek itu dan terhenti kocokannya pada start maupun pajak jalan. Pada awal-awal permainan, pemain cenderung menghindari pembelian asset murahan. Berharap dapat membeli asset yang total investasinya lebih besar. Sasaran utama pemain adalah pembelian komplek terakhir, yaitu Afrika dan Australia.

Pemain memperhitungkan hal ini karena keuntungan yang akan diperoleh kedepannya. Investasi awal pemain dengan membeli tanah negara, membangun rumah, bahkan membuat hotel di negara tersebut. pemain terus berusaha berinvestasi pada keseluruhan komplek. Pada saat ini, kemiskinan tidak terelakkan. Namun pemain lebih menyukai pengambilan resiko dengan harapan kas pribadinya terganti dengan lebih banyak jika ada pemain-lain terjebak dalam komplek tersebut.

Selain mengharapkan kas masuk akibat penyewaan tanah hingga hotel, pemain juga menginginkan keuntungan akibat memperoleh kartu dana umum dan kesempatan. Jika mereka singgah pada tempat-tempat dengan tanda-tanda tersebut, mereka dapat memilih kartu yang paling atas. Namun kita semua sudah tahu, bahwa sebelum permainan dimulai kartu-kartu tersebut telah dikocok. Jika mereka memiliki nasib baik, mereka akan memperoleh kartu yang menambah pundi-pundi materi. Semisal kartu dengan pendapatan bunga, bonus, komisi, dll hingga kartu ajaib "Bebas dari Penjara". Para pemain sepenuhnya berharap memperoleh kartu jenis ini. Sebaliknya, jika pemain tidak beruntung, mereka akan memperoleh kartu-kartu yang mengecewakan, seperti membayar iuran sekolah, rumah sakit, perbaikan rumah/hotel, hingga denda akibat mabuk di muka umum.

Yang menggelikan dari permainan ini yaitu "kartu bebas dari Penjara" dengan Jargon khusus 'Kartu Bebas dari penjara; kartu ini dapat disimpan, digunakan bila perlu, atau boleh dijual.' Seperti kita ketahui, kartu keramat ini dapat disimpan untuk berjaga-jaga, digunakan sebagai penjamin ketika pemain masuk penjara, dan dijual dengan nominal yang cukup banyak. Pada saat hal ini, pemain yang mengalami kebangkrutan dapat menjual kartu ini pada Bank sehingga dia akan menjadi kaya kembali. Namun jika pemilik kartu ini adalah pemain yang memiliki modal besar (sang kapitalis), dia akan menyimpannya untuk keperluan tertentu. Selain kartu bebas dari penjara, ada area bebas parkir. Pemain bebas melakukan apapun dengan membeli sebuah asset atau memperoleh uang dari pajak jalan.

Inti dari permainan ini adalah keberuntungan, kecerdikan, pantang menyerah, kejahilan, kejeniusan, kelicikan, hingga mental untuk tidak berperikemanusiaan. Pemenang dalam permainan ini dapat saja menang jika dia meninggalkan sikap peduli pada lawannya. Dia haruslah tidak memiliki sikap ini untuk bertahanhidup. Karena menurutnya dalam sebuah permainan harus ada pihak yang kalah dan yang menang. Permainan monopoli ini akan dihentikan jika kas yang dimiliki Bank telah menipis, berpindah tangan pada salah satu pemain, bahkan pemain sudah tidak sanggup membayar utang-utangnya dengan penjualan asset yang dia miliki.

Hal inilah yang membuat saya khawatir dengan perkembangan mental adik saya. Saya khawatir bila kedepannya adik saya ini menjadi manusia yang selalu mengejar materi. Dia menjadi materialis, disatu pihak dia juga tidak memiliki rasa peduli atas kesulitan orang lain. Dia membiarkan kehidupan orang lain menderita asalkan dia bahagia. Saya juga takut dengan berbagai riba yang telah dia pelajari sejak kecil menjadikannya tidak kenal ampun mengambil hak orang lain atas dasar kepentingan diri sendiri.

Sesungguhnya permainan ini menggambarkan keadaan yang sebenarnya dalam sistem ekonomi kapitalis. Bank, digambarkan sebagai pemegang kontrol permainan ekonomi dunia. Bunker memiliki berbagai lembaga boneka. Tidak lain berfungsi sebagai pengontrol negara-negara jajahan mereka. Lembaga-lembaga ini dapat digambarkan dengan The Fed (terletak di Amerika) sebagai kapitalis sejati yang membawahi lembaga lainnya. Semua sistem ekonomi kapitalis berpusat pada lembaga ini.

Dalam sistem kapitalisme, pemegang modal selalu memperoleh hak penuh terhadap kaum yang marginal. Karl Marx menggambarkannya dengan penindasan kaum borjuis terhadap kaum proletar. Kaum borjuis tidak mengenal ampun mengambil keuntungan sebesar-besarnya kepada kaum proletar. Apa yang dilakukan kaum borjuis semata-mata untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dalam setiap usaha mereka.

Betapa mengerikannya permainan ini untuk adik dan anak-anak saya nanti. Tidak mengherankan jika pada saat ini dengan mudah kita menemukan sekelompok orang kaya yang tidak berperikemanusiaan menginjak-injak segolongan orang yang pas-pasan..

sumber: cintasejarahislam.blogspot.com

Catatan Webmaster:
Permainan berikut ini mungkin bisa jadi alternatif pengganti permainan Monopoly:
http://blog.kepikemas.com/permainan-monopoli-niaga-islami/

Latihan Menggambar Motif Batik

Salah satu bentuk seni lukis atau menggambar yang bisa diajarkan kepada anak-anak adalah menggambar pola-pola atau motif-motif batik. Ya, batik adalah salah satu bentuk seni lukis kebanggaan Indonesia. Sebagai pengantar untuk mengajarkan anak-anak menggambar batik, kita bisa memulai dari pola-pola sederhana yang kemudian secara bertahap dan berangsur-angsur meningkat menjadi pola-pola yang lebih rumit, kompleks, dan tentu membutuhkan keterampilan dan ketekunan yang lebih tinggi. Menggambar batik memang bisa melatih keterampilan, ketekunan, dan cita rasa seni anak-anak. Anak yang memiliki bakat, kreatifitias dan imajinasi yang tinggi nantinya akan dapat menciptakan motif batik yang baru dan orisinal.

Berikut gambaran ringkas pentahapan pelajaran dan latihan menggambar motif-motif batik.

A. Bentuk Garis Dasar

1. Garis-garis Lurus


2. Garis-garis Patah-patah


3. Garis-garis Lengkung


4. Garis-garis Bersilangan


B. Bentuk Garis-garis Ganda

1. Garis Lurus dan Tembokan


2. Garis-garis Patah dan Tembokan


3. Garis Lengkung dan Tembokan


4. Garis Bersilangan dan Tembokan


C. Bentuk-bentuk Cecek (Titik)

1. Cecek (Titik)



2. Cecek Berisi



3. Cecek Kembang


4. Cecek Kembang Berisi


D. Variasi Bentuk-bentuk yang lain

1. Lingkaran


2. Lingkaran Terbuka


3. Lingkaran Terbuka dan Isian


E. Merengga (Menggubah Bentuk Tumbuhan)

1. Merengga Bentuk Daun


2. Merengga Bentuk Daun Jari


3. Merengga Bentuk Kembang


Contoh-contoh motif lukisan batik dalam bentuknya yang telah jadi:


sumber: education-design.blogspot.com

Melatih Kemampuan Menulis pada Anak dan Siswa

Tentunya setiap orang menginginkan anaknya untuk dapat menulis sebuah rangkaian cerita, agar kelak anak kita tidak mengalami kesulitan saat mendapatkan tugas-tugas dari sekolah atau paling tidak dapat menyelesaikannya dengan baik.

Sering kali kita sebagai orang tua menyerahkan sepenuhnya pada pihak sekolah untuk semua materi yang diberikan, padahal kemampuan anak akan lebih terasah dan terlatih dengan baik bila ada kesinambungan antara orang tua dan pihak sekolah. Bukankah kita menginginkan agar anak kita dapat menyerap semua pembelajaran di sekolah dengan baik?

Saya mencoba memberikan gambaran mengenai, Bagaimanakah kita sebagai orang tua dapat melatih kemampuan menulis pada anak-anak kita?

1. Usahkan setiap hari, anak kita diberikan buku cerita sesuai dengan usianya, diskusikan apa yang sudah dibaca/dibacakan kemudian kita minta anak untuk menceritakan kembali sesuai dengan bahasanya. Dengan membaca buku/cerita, kemampuan bahasa anak akan semakin bertambah dan itu pula yang akan mengembangkan kemampuannya dalam menulis. Membaca membuat kosa kata anak semakin bertambah, terarah serta tertata karena dengan demikian kemampuan menulis anak semakin terstruktur.

2. Saat melatih menulis pada anak lakukan beberapa tahap, tahap pertama adalah anak diminta untuk menceritakan suatu gambar yang kita minta untuk dia buat sendiri, tujuannya adalah mengembangkan daya imajinasi anak diawali dengan gambar yang dia buat. Contoh : seorang anak menggambar suatu bentuk tak beraturan, pancing dia untuk menceritakan isi dari gambar yang dia buat lalu kita bantu dia menuangkannya lewat sebuah tulisan sesuai dengan yang dia ceritakan dan bila anak sudah mampu untuk menulis sendiri biarkan anak untuk menuliskannya sendiri. Setelah itu kita bahas kembali gambar dan tulisan yang sudah tertera dalam buku tersebut. Hargai apapun yang anak buat dengan memberikan reward sehingga anak akan semakin menyenangi kegiatan yang kita buat bersama.

Contoh gambar :

a. Tanyakan pada anak/siswa, gambar apakah ini. Saat siswa menceritakan gambarnya tulis sesuai dengan alur kata dan pemikirannya. Misal : bu guru aku menggambar tikus, tikus di rumahku banyak suka makan yang ada di rumahku.
b. Pancing kembali anak apakah masi ada hal lainnya. Bila ada tulis kembali. Tetapi bila anak sudah mampu menulis sendiri biarkan dia untuk menulis dan bila ada kesulitan untuk menulis kita arahkan.
c. Lakukan ini sampai imajinasi anak berkembang dan tidak banyak bantuan kita.

(tuliskan diantara gambar yang anak buat sesuai pemikirannya)

3. Tahap kedua adalah ketika anak sudah terarah dengan imajinasinya kembangkan dengan menghubungkan gambar dengan suatu cerita. Contoh :



Kucing                                            binatang peliharaan ku
Anak diminta untuk membacakannya dengan bantuan kita dan bisa dimodifikasi kembali sesuai dengan tingkat kemampuan anak/siswa

4. Tahap ketiga, dengan mengikuti tahap 1 dan 2 otomatis imajinasi anak semakin bekembang selain kosa kata anak semakin bertambah berikan dengan tahapan ketiga yaitu berikan gambar sederhana yang sudah kita persiapkan dan bantu dengan beberapa kata sebagai alat bantu untuk mengembangkan gambar yang kita sediakan.


Contoh :

a. Gambar apakah ini?
b. Siapa yang suka buah ini?
c. Mengapa kamu suka buah ini?
d. Dimana kamu bisa mendapatkan buah ini?
e. Bagimana rasanya buah ini?

 
Tuliskan semua jawaban anak, lalu bacakan kembali. Anda memberikan dengan gambar yang berbeda agar anak tidak jenuh. Berikan reward agar anak termotivasi untuk telus menulis.


5. Tahap keempat, berikan kembali gambar sederhana dengan dua karakter berbeda masih dengan alat bantu kata yang kita sediakan. Contoh : Bantu dengan kata Siapa, apa, kapan, dimana, menagapa, bagaimana. Buatlah pertanyaan lebih kreatif, menarik, menyenangkan dan pertanyaan sekitar gambar tersebut. Buatlah rangkaian cerita dari pertanyaan yang dibuat.

Contoh :

Upin dan ipin, adalah dua saudara kembar yang saling mengasihi. Mereka senang sekali bermain tetapi mereka rajin belajar.
Selepas sekolah, mereka bermain dengan teman-temannya……..(dan selanjutnya)







6. Tahap kelima, berikan kembali anak dengan gambar yang lebih kompleks dan sediakan kata pembantu tetapi lebih sedikit dibandingkan dengan tahap-tahap yang lalu. Contoh :

Apa yang kau lihat dan rasakan pada gambar ini? (ini hanya contoh gambar kita bisa memilih gambar lainnya).

7. Tahap keenam, adalah gambar yang lebih komplek tetapi tidak menggunakan alat bantu kata yang kita sediakan. Anak diminta oleh kita untuk menuliskan sebuah rangkaian cerita dalam satu gambar. Contoh :



Lihat perkembangan menulis anak, mulai banyak berlatih melalui gambar dan tingkatkan terus dengan gambar-gambar yang lebih bervariasi. Berikan reward atas kemampuannya, terus dorong anak untuk membuat tulisan kembali

8. Tahap ketujuh, anak disediakan beberapa gambar yang komplek dan anak diminta untuk membuat rangkaian cerita dari gambar tersebut. Contoh:

Buat cerita dalam beberapa rangkaian gambar, sediakan gambar yang lebih variatif dan ceritanya.

9. Tahap kedelapan adalah, bawa anak ke suatu tempat yang paling dia sukai dan di tempat itu pula minta anak untuk membuat pengalaman yang ia rasakan saat berada di tempat tersebut. Berikan anak kesempatan untuk menulis dan usahakan agar anak mampu mengembangkan bahasa tulisannya sendiri.

10. Tahap selanjutnya adalah setelah anak mampu mengembang ide cerita yang sesuai dengan pengalamannya, biasakan anak untuk terus menulis disaat dia merasakan sesuatu dari kesehariannya. Bila tahapan ini sudah mampu anak jalani kembangkan dengan melakukan survey beberapa buku dan tuangkan dalam bentuk tulisan sesuai dengan perkembangannya.

Saya yakin anak kita akan terbiasa menulis jika kita sebagai orang tua mampu mengembangkannya. Menulis itu bukan hanya bakat tapi kemampuan yang membutuhkan proses yang panjang dan terarah. Bahasa anak pun akan berkembang lebih baik dan terstruktur, dan arahkan anak pada kemampuan menulis sesuai dengan minatnya.

Ayo terus kembangkan kemampuan menulis pada anak kita sehingga anak akan terbiasa dan membantu program sekolah dan memudahkan kita mengontrol perkembangan anak kita.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

sumber: edukasi.kompasiana.com

Kids Place Parental Control


Membiarkan anak-anak untuk menggunakan smartphone kita adalah suatu dilema. Di satu sisi, kita ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengenal gadget serta memanfaatkan aplikasi-aplikasi tertentu yang berguna, baik berupa permainan maupun pembelajaran. Di sisi lain, kita kuatir jangan sampai -dan faktanya sering demikian- baik secara sengaja maupun tidak sengaja mengutak-atik aplikasi, fitur, atau setting tertentu yang bisa merusak atau merepotkan kita nantinya. Bingung, kan?

Aplikasi Kids Place Parental Control inilah jawabannya. Kegunaan utama aplikasi ini adalah menciptakan suatu lingkungan atau tempat khusus bagi anak-anak dalam sistem Android. Di situ anak-anak hanya bisa memainkan aplikasi-aplikasi yang sudah kita pilih dan seleksi. Sedangkan semua aplikasi, fitur, dan setting selain itu tidak bisa mereka akses. Bukan itu saja. Kids Parental Control memiliki pula fitur untuk membatasi waktu penggunaan bagi anak-anak. Bila batas waktu tersebut sudah sampai, sistem otomatis terkunci.

Mari kita ikuti langkah demi langkah cara memasang aplikasi ini.

Cari aplikasi Kids Place Parental Control di Google Play lalu install hingga selesai:


 Setelah install selesai, jalankan Kids Place, pilih Accept License, lalu tap tombol Set PIN:


Ketik angka PIN yang anda kehendaki, tap tombol Update PIN, lalu PIN Recovery Options bisa anda isi ataupun lewati dengan men-tap tombol Continue:


Masuk ke menu Setting lalu pilih opsi pengaturan yang anda inginkan. Utamanya beri tanda pada opsi Lock home button. Demikian pula opsi-opsi lain, bisa anda pilih ataupun kosongkan sesuai kebutuhan, misalnya: Allow Internet Connection (apakah anda memberi kesempatan anak anda terhubung dengan internet?), Allow phone calls (apakah anda memberi kesempatan anak anda untuk menerima atau menelpon?), Start on device reboot (Kids Place otomatis aktif setiap kali gadget dinyalakan), Lock device volume control (mencegah anak-anak mengubah volume suara), dan lain-lain.


Keluar dari menu Settings, akan muncul dua tombol yaitu Lock Home Button dan Select Apps for Kids Place. Tap tombol Lock Home Button. Muncul tampila seperti di bawah (kanan) lalu tap tombol Lock Home Button yang ada di bagian bawah kiri:


Beri tanda centang pada kotak Use by default for this action lalu tap Kids Place di atasnya. Muncul tombol Select Apps for Kids Place, tap tombol ini:


Beri tanda centang pada program atau aplikasi yang anda perkenankan dipakai oleh anak-anak anda. Setelah semua yang ingin ditandai selesai, coba tap pada tab Selected Apps di atasnya, maka akan tampaklah semua program dan aplikasi yang bisa diakses oleh anak-anak dalam lingkungan Kids Place ini nantinya.


Beginilah tampilan lingkungan Kids Place yang bisa diakses oleh anak-anak. Anda bisa mengakses menu dengan tap pada tombol kiri gadget anda maka muncullah menu seperti di gambar bawah kanan. Dari menu tersebut kita bisa masuk ke menu pemilihan aplikasi (Select Apps), pengaturan program (Settings), bisa mengatur waktu penggunaan oleh anak-anak (Timer), memilih wallpaper, dan lainnya. Dari menu ini kita juga bisa meninggalkan aplikasi Kids Place untuk masuk ke lingkungan Android yang normal. Setiap kali kita ingin mengakses salah satu menu tersebut, kita diharuskan untuk memasukkan nomor PIN.


Demikian sekilas petunjuk cara pemasangan dan penggunaan Kids Place. Semoga bermanfaat. Jangan lupa memasang shortcut aplikasi Kids Place di layar anda. Bila ada anak-anak yang ingin menggunakan smartphone Android anda, tinggal tap shortcut tersebut, sistem masuk ke lingkungan Kids Place, dan anda tidak usah kuatir anak-anak mengutak-atik Setting, daftar nomor telepon (Contact), menelepon ataupun menghapus file-file penting anda. Biarkan anak-anak memakai apa yang telah diizinkan bagi mereka.