Mengenal dan Merancang Tas Siaga Bencana


Secara Geografis dan Geologi, negara kita berada kawasan yang sangat rawan terhadap bencana gempa bumi, letusan gunungapi, tanah longsor, banjir genangan, banjir bandang, angin puting beliung, dan lain-lain. Sahabat semua juga jangan heran apabila banyak negara lain mengistilahkan Negara Indonesia sebagai “Supermarket”-nya bencana (mau beli bencana apa aja ada di Indonesia). Istilah tersebut bukan tanpa dasar, tentu istilah itu timbul setelah adanya kajian dari berbagai aspek seperti geologi, geomarfologi, geografi, iklim dan lain sebagainya.

Sikap kesiapsiagaan merupakan sebuah sikap dimana kita membuat rencana dan tahu harus berbuat apa sebelum, ketika dan sesudah bencana terjadi. Memiliki sebuah Tas Siaga Bencana merupakan sebuah keharusan bagi anda yang tinggal di kawasan rawan bencana. Tas Siaga Bencana adalah sebuah tas yang disiapkan sebelum terjadinya bencana. Jadi sebelum terjadinya bencana kita harus memiliki sebuah tas yang diisi dengan barang penting dan keperluan pribadi kita. Tas tersebut diletakkan pada tempat yang mudah diambil. Ketika gempa besar atau bencana lainnya terjadi terjadi, maka kita tinggal mengambil Tas Siaga Bencana dan langsung melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi apabila kita tinggal sekitar pesisir laut atau ke tempat yang lebih aman.

Seseorang atau satu keluarga harus bisa memperkirakan kebutuhan yang harus dibawanya jika harus mengungsi yang bisa mendukung kelangsungan hidup sampai bantuan datang. Perkiraan kebutuhan saat darurat yang bisa dibawa tersebut biasanya adalah 3 (tiga) hari. Nah, untuk mengungsi akan lebih baik jika membawa kebutuhan tersebut dalam sebuah tas khusus yang bisa disebut tas siaga bencana. Dianjurkan membawa dalam bentuk ransel karena akan memudahkan pergerakan dan menambah kesanggupan maksimum dalam membawa barang. Tas yang bisa didayagunakan adalah dari jenis carrier atau backpack berkapasitas 50 liter ke atas. Untuk yang berkeluarga mungkin bisa membawa yang berkapasitas 80 liter atau lebih.

Apa saja yang harus diisi dalam Tas Siaga Bencana? Jawabannya, kebutuhan anda sebaiknya disesuaikan juga dengan jenis ancaman bencana. Namun ada beberapa kebutuhan dasar yang harus dibawa dalam kondisi apapun. Berbedanya ancaman bencana akan membedakan kebutuhan spesifik untuk bertahan hidup.

Berikut kebutuhan dasar yang dimasukkan dalam Tas Siaga Bencana:

  1. Surat-surat penting seperti: Surat Tanah, Surat Kendaraan, Ijazah, Akte kelahiran, Passport, Buku Nikah, dan surat-surat penting lainnya.
  2. Pakaian untuk 3 (tiga) hari, terdiri dari: pakaian dalam, celana panjang (kain), jacket, kain sarung, selimut, handuk, kaos kaki, jilbab (untuk wanita), jas hujan, dsb.
  3. Makanan ringan yang tahan lama seperti: mie instant, biskuit, abon, coklat, gula merah, dsb. Pilih yang bisa dikemas agar tidak memakan banyak tempat serta berkalori tinggi.
  4. Air minum (dalam botol atau jeriken) yang setidaknya bisa mendukung kebutuhan 2x24 jam
  5. Kotak obat-obatan atau P3K plus isinya
  6. Peralatan navigasi seperti: kompas, senter, lampu kepala (headlamp), korek api dan lilin
  7. Perlengkapan ibadah: sajadah, al-Qur'an, mukena (untuk perempuan).
  8. Perlengkapan bersih-bersih seperti: sabun mandi, odol dan sikat gigi, sisir, cotton bud, dsb.
  9. Buku catatan dan alat tulis 
  10. Radio kecil untuk memantau informasi dan perkembangan terbaru 

Nah, karena mungkin kalau kita belum dalam kondisi darurat maka alangkah baiknya kita persiapkan dari sekarang. Makanan yang dipersiapkan juga harus dicek masa kadaluarsanya. Jika sudah kadaluarsa harus diperbarui. Letakkanlah di tempat yang mudah dijangkau jika terjadi kondisi darurat, misalnya dekat pintu keluar. Beritahu dan ingatkan juga saudara, keluarga atau tetangga di lingkungan anda supaya mempersiapkan hal yang serupa.

sumber: ibnurusydy.com ; naqiyaaiko.blogspot.com

Memahami Cara Kerja Herbal

Sebelum membeli suatu produk herbal, hal paling penting yang harus diketahui adalah cara kerja herbal. Banyak yang salah kaprah menganggap herbal  sama dengan obat konvensional atau obat kimia buatan. Cara kerja herbal sangat berbeda dengan obat konvensional atau kimia buatan.

Obat konvensional lebih cenderung menekan, meringankan, dan mengobati gejala penyakit yang nampak, sehingga seakan-akan obat konvensional cenderung cepat bereaksi padahal sebenarnya hanya menekan gejala penyakit agar tidak timbul, ketika kekuatan obat konvensional hilang gejala bisa timbul kembali dan penyakit kambuh lagi.

Obat konvensional hanya bekerja pada satu organ tubuh yang sakit tanpa mengindahkan organ tubuh keseluruhan, akibatnya satu organ terobati organ lain bisa bermasalah. Karena itu banyak kasus pasien yang mengalami komplikasi penyakit disebabkan konsumsi obat konvensional secara terus-menerus. Ini adalah fakta bukan isapan jempol belaka.

Lalu Bagaimana Dengan Herbal?

Herbal bekerja secara kompleks tidak saja bekerja mengatasi gejala atau satu organ saja, tetapi bekerja secara menyeluruh melawan dan mematikan organisme penyebab penyakit, mengeluarkan zat-zat berbahaya dalam tubuh (detoksifikasi),  memperbaiki secara menyeluruh organ-organ yang terserang penyakit, dan menormalkan kerja organ-organ.

Pola kerja herbal di atas adalah runtut dan berulang ibarat seorang membangun rumah mulai dari pondasi hingga atap kemudian melengkapi aksesori indoor dan autdoor, tidak sebaliknya dari atap ke pondasi  atau diberi assesoris dulu baru kemudian atap. Begitulah kerja  herbal membangun tubuh anda yang sakit mulai dari pondasi yang rusak  hingga atap yang rusak sehingga menjadi organ-organ tubuh yang sehat seperti semula dan berfungsi sebagaimana semula.

Pola kerja di atas selain runtut juga berulang dari satu organ ke organ lain yang sakit dalam tubuh karena sifat kerjanya kompleks dan menyeluruh seperti penjelasan sebelumnya.

Juga harus dipahami bahwa perpindahan tahap demi tahap pada pola kerja herbal  berbeda-beda yang dialami setiap pasien pengguna herbal, sehingga berbeda-beda pula rentang waktu pengobatan yang diperlukan setiap orangnya.

Karena itu terkesan kerja herbal berjalan lambat dan hasil pengobatan herbal bercap “lambat” padahal jika dirunut dari pola kerja herbal, ketika anda minum herbal pada waktu itu juga dia sudah bekerja dalam tubuh (dengan syarat sesuai dosis dan anjuran pakai tentunya).

Reaksi Tubuh Ketika Menggunakan Herbal

Sub topik ini juga sangat penting anda ketahui, reaksi tubuh ketika menggunakan herbal terbagi menjadi dua, yaitu reaksi penyesuaian tubuh terhadap herbal dan reaksi tubuh karena detoksifikasi.

Reaksi penyesuaian tubuh terhadap herbal secara umum dialami ketika  pertama kali menggunakan herbal, misalnya sakit perut, perut diremas-remas, pusing, gatal-gatal, mual. Sedangkan reaksi tubuh karena detoksifikasi adalah reaksi tubuh disebabkan tahap kerja herbal sedang melakukan detoksifikasi atau pengeluaran zat-zat berbahaya atau racun dalam tubuh, misalnya keringat berlebih dan bau, banyak buang angin, buang angin yang sangat bau, diare, banyak buang air besar maupun kecil, muntah. Reaksi detoksifikasi dialami siapa saja yang menggunakan herbal baik  yang baru menggunakan atau yang sudah terbiasa mengkonsumsi herbal.

Jika anda mengalami reaksi tubuh di atas, sebaiknya jangan berhenti di tengah jalan dan tetap menggunakan dengan dosis yang dianjurkan. Tetapi jika tidak kuat menahan, biasanya pengobat herbal menganjurkan menurunkan dosis atau menghentikan sementara hingga reaksi hilang.

Sebagai penutup, sikap yang harus ada ketika anda mengkonsumsi herbal adalah KETELATENAN, KESABARAN dan DISIPLIN mematuhi aturan minum dan dosis. Selain itu memperbanyak berdoa dan ibadah karena kesembuhan datangnya dari ALLAH jua.

sumber: jualjamuherbal.com

Masa Depan Muhammadiyah

Meskipun tulisan ini ditujukan untuk Muhammadiyah, tapi patut jadi bahan renungan untuk semua organisasi pergerakan Islam, utamanya yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Oleh: M Amien Rais (Ketua Umum PP Muhammadiyah tahun 1995-1998)

Persyarikatan kita dinamakan Muhammadiyah tentu dengan tujuan jelas, yakni menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai uswah hasanah dan tarikh SAW sebagai rujukan baku perjuangan Muhammadiyah. Pada dasarnya kita memiliki dua uswah hasanah, yaitu Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS (QS al-Ahzab [33]: 21 dan al-Mumtahanah [60]: 4).

Nabi Ibrahim sebagai Bapak Monotheisme mengemban misi penegakan tauhid dan menunaikan tugas memimpin kemanusiaan (QS al-Baqarah: 124). Sebagai khalilullah, Nabi Ibrahim melakukan perlawanan terhadap Namrud yang merupakan simbol kemusyrikan dan kezaliman.

Tauhid yang ditancapkan Nabi Ibrahim pada gilirannya diikuti tiga agama samawi, yakni Yahudi, Nasrani, dan Islam. Tauhid mencapai kulminasi pada agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW sebagai nabi pamungkas dan penyempurna millah Ibrahim, kita jadikan satu-satunya pemimpin yang mutlak harus kita ikuti. Komitmen kita menjadi pengikut perjuangan Rasullullah bersifat total. Bahkan, sayap perempuan Muhammadiyah dinisbatkan dengan salah satu istri tercinta Nabi, yakni ‘Aisyah dan jadilah ‘Aisyiyyah.

Kini Muhammadiyah menapaki abad kedua kehidupan perjuangannya. Satu hal yang perlu kita ingat, sejarah terus berubah, bergerak ke depan dan Alquran memberi tahu bahwa nasib manusia, organisasi, dan bangsa serta negara berputar secara cakra-manggilingan (QS Ali Imran: 140).

Wajib kita syukuri bahwa Muhammadiyah mampu melewati satu abad perjuangan dengan sehat, sukses, dan tidak menunjukkan gejala sakit maupun melemah karena usia. Syajarah thayyibah atau pohon indah Muhammadiyah tetap segar, makin banyak buah amal salehnya sepanjang masa dan dinikmati segenap bangsa (QS Ibrahim: 24).

Kita bersyukur punya Alquran dan sunnah sahihah yang bersifat abadi dan mampu memberikan pijakan kokoh untuk menjawab segala tantangan itu. Dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah Pasal 6 disebutkan, maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Ketika Muhammadiyah didirikan pada 8 Dzulhijah 1330 H bertepatan dengan 18 November 1912 M, bangsa Indonesia masih berada dalam zaman kolonial, belum merdeka, sehingga konteks historis, sosial, politik, dan ekonominya sangat berbeda dengan zaman sekarang, 106 tahun (sesuai dengan kalender Hijriyah) atau 103 tahun (sesuai kalender Masehi) kemudian.

Muhammadiyah pernah mengalami zaman kolonial, revolusi, demokrasi liberal, demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila, dan sekarang zaman reformasi atau pasca-reformasi, dan entah apalagi di masa depan. Tujuh Presiden Indonesia dan visi politik serta ekonomi nasional boleh bergonta-ganti, tapi kapal Muhammadiyah terus melaju.

KONTEKS GLOBAL

Bila kita bicara masa depan Muhammadiyah, tidak bisa tidak kita harus meletakkan Muhammadiyah dalam konteks Islam internasional karena hakikatnya umat Islam adalah umat yang satu. Para musuh Islam pada tataran global atau mondial sejak dulu menerapkan strategi dasar yang sama, sekalipun bentuk permusuhannya berubah. Kita insya Allah tidak akan pernah terkecoh bilamana kita selalu mencari petunjuk abadi dari Alquran.

Banyak orang awam menyangka dan banyak pula intelektual Muslim mengira, setelah usai Perang Dunia II, kekuatan Barat yang diikat oleh Judeo-Christian Ethics tidak mungkin lagi melancarkan invasi militer, politik, ekonomi, dan ghazwul fikri pada dunia Islam. Persangkaan itu keliru besar. Kekuatan dajal dari Barat itu datang kembali dengan invasi ekonomi, sosio-kultural, dan proses westernisasi pendidikan, gagasan neolib dan neocon ke arah kaum terpelajar Muslim.

Hasilnya, muncul barisan westomaniac, manusia dengan pikiran yang tergila-gila pada apa saja yang datang dari Barat dan memandang rendah khazanah Islam sendiri. Malahan secara sangat ironis muncul kelompok Muslim Zionist, yakni pembela utama zionisme yang beragama Islam.

Sejak usai Perang Dunia II sampai dekade 1970-an, tidak banyak orang percaya kekuatan imperialisme Barat yang dulu berslogan Gospel, Gold, and Glory akan kambuh, yaitu melakukan kembali pendudukan militer atas negara yang akan dijajah lagi, walaupun bukan dengan cara persis sama.

Amerika Serikat melakukan pendudukan militer kembali. Sejak 2003 hingga kini, Amerika Serikat tetap bercokol di Irak dengan segala macam alasan, juga di sebagian Afghanistan, dan militer Amerika berkeliaran di seantero dunia Islam dengan berbagai dalih. Bahkan, beberapa negara Arab menyediakan pangkalan udaranya bagi Angkatan Udara Amerika Serikat untuk mengagresi Irak, Afghanistan, Libya, dan lain-lain.

Ketika dunia Arab sebagai bagian sangat penting dari dunia Islam disapu Musim Semi Arab yang bergulir sejak 2010, rakyat awam di negeri itu berharap hilangnya kekangan otoriter para penguasa Arab, berganti yang menghargai hak asasi manusia. Juga diharapkan muncul proses demokrasi yang egaliter untuk membentuk pemerintahan yang baru dan membersihkan korupsi serta ekonomi diatur kembali dengan memperhatikan kepentingan rakyat banyak.

Karena nilai-nilai Islam telah berperan besar dalam mendorong proses perubahan itu, ada yang menilai bangsa-bangsa Arab sedang menikmati musim semi Islami. Namun, musim semi Arab atau musim semi Islami yang dimulai dari Tunisia itu kini telah berbalik arah dan pada umumnya gagal. Musim semi Arab telah berubah jadi musim dingin yang gelap, mencekam, dan menakutkan.

Negara-negara Arab yang disapu cita-cita musim semi Arab telah terbenam perang saudara, pertumpahan darah, pembonekaan para raja, presiden, sultan, dan amir oleh kekuatan penjajah Barat. Israel yang kolonialis, rasialis, dan Zionis makin kuat dan menjadi ujung tombak kekuatan Barat yang mengibarkan Judeo-Christian Ethics.

Sebab kegagalan musim semi Arab itu cukup banyak. Satu sebab terpenting adalah ketidakmampuan para pemimpin mereka membebaskan diri dari cengkeraman asing secara politik, diplomatik, ekonomi, dan hankam. Mentalitas ketergantungan itu sudah berurat-berakar sehingga mereka tidak sanggup berdiri dan berjalan tanpa dibimbing master dan mentor politik, ekonomi, dan militer mereka.

Saya yakin pelemahan dan bahkan penghancuran negara-negara Arab Muslim di Timur Tengah itu merupakan bagian dari strategi dan skenario global kekuatan Barat yang belum pernah sembuh dari penyakit imperialisme dan kolonialisme lama. Seperti penyakit kambuhan, imperialisme kambuhan beraksi lebih ganas dan destruktif.

Keinginan Muslimin dunia pada awal abad 15 Hijriyah menyaksikan kebangkitan Islam di abad ini, kini tampak kandas, paling tidak untuk sementara. Dunia Islam didera berbagai masalah, seperti perang, kemiskinan dan pengangguran, kekuasaan zalim dan otoriter, konflik antaretnik, penegakan hukum yang diskriminatif, buta huruf yang masih sangat luas, dan lainnya.

Dibandingkan dunia Barat, kelihatan dunia Islam lebih lemah, lebih tidak terdidik, lebih miskin, dan lebih terbelakang. Padahal, doa sapu jagat Islam memohon kepada Tuhan YME agar dikaruniai kebahagiaan dunia akhirat dan dilindungi dari api neraka (QS al-Qashash: 77).

Salah besar kalau ada orang beriman berpendapat tidak mengapa di dunia menjadi manusia yang lemah, miskin, bodoh, dan tersisih menjadi pelengkap penderita, tetapi esok akan bahagia di akhirat. Ini gejala self-defeatism, mengaku kalah dan jadi pecundang tanpa berani bertanding, dan memilih kehinaan daripada kemuliaan. Agaknya akhlak ini dikutuk agama karena hakikatnya menghina agama itu sendiri.

Sayangnya, sebagian fakta dan angka belum berpihak pada dunia Islam. UN Report on Human Development Index tahun 2009 mencatat, mayoritas negeri Muslim berada pada urutan atas merajalelanya korupsi. Dalam indeks pembangunan manusia yang diukur lewat harapan hidup, melek huruf, dan penghasilan berbagai bangsa, mayoritas bangsa-bangsa Muslim berada di urutan menengah bawah dan urutan bawah.

Lebih dari 30 negara di dunia Islam, hanya ada sekitar 500 universitas, sementara di Amerika Serikat ada 5.758 universitas, bahkan di India 8.407 universitas. UNDP pada 2004 mencatat, dari 500 universitas terkemuka, tak ada satu pun dari dunia Islam.

Di Barat yang mayoritas Nasrani, jumlah melek huruf 90 persen, sementara dunia Islam baru 50 persen. Yang selesai sekolah dasar di Barat 90 persen, di dunia Islam 50 persen. Di Barat 40 persen penduduknya mengenyam perguruan tinggi, di negeri-negeri Muslim hanya 2 persen. Yang pertama mengeluarkan biaya R&D 5 persen, yang kedua hanya 0,2 persen. Apalagi bila kita bicara perbandingan kekuatan militer Barat dan dunia Islam, kesenjangan itu kian lebar.

Mengapa sekarang umat Islam menjadi terbelakang? Pasti bukan karena Islam itu sendiri. Islam sudah terbukti menggelar revolusi kemanusiaan yang paling dahsyat sepanjang sejarah ketika Nabi Muhammad SAW memimpin transformasi zaman jahiliyah dunia Arab menjadi zaman pencerahan segala bidang dalam tempo satu generasi.

Islam juga melahirkan Khilafah ‘Abbasiyah selama separuh milenium yang menghadirkan puncak ilmu pengetahuan dan peradaban. Islam juga memunculkan imperium terbesar sepanjang sejarah, yakni Imperium Osmaniah. Khilafah Osmaniah ini berlangsung sekitar 7 abad (1299-1923) dan menjadi penghubung utama peradaban Timur dan Barat. Ia berakhir pada 1923 dengan meninggalkan kemegahan sejarah Islam di beranda Eropa.

Dewasa ini kita menyaksikan pemikiran dan gerakan Islamofobia. Mereka yang membenci Islam demi membenci tanpa alasan apa pun dinamakan Islamophobes. Manusia pembenci Islam ini di Barat maupun di Timur semakin bertambah dengan menggunakan media cetak, media sosial, dan ceramah di kampus dengan tujuan tunggal: mencemarkan nama baik Islam, melakukan disinformasi dan distorsi, sekaligus demonisasi Islam agar agama samawi terakhir ini berwajah seram, seolah-olah pendendam, dan menyukai kekejaman.

Di Amerika Serikat saja ada 46 lembaga yang melancarkan serangan Islamofobia. Para Islamophobes di AS itu terdiri atas akademisi, orientalis, wartawan, ketua lembaga studi, pendeta, dan lainnya. Di antara mereka ada juga bekas pegiat sosial Islam, penulis, dan aktivis LSM yang sudah murtad atau meninggalkan Islam.

Jangan lupa, di Indonesia ada juga lingkaran Islamofobia itu, meskipun omongan dan aksinya tidak sejelas kelompok Islamofobia Barat. Saya melihat dengan kasihan ada sejumlah aktivis Muslim, junior dan senior, tampak menikmati pujian yang datang dari lingkaran Islamophobes Indonesia.

KONDISI KITA

Kita harus terus berpikir membuat peta jalan perjuangan persyarikatan di masa depan. Berikut beberapa realitas yang perlu kita cermati tentang Muhammadiyah.

Pertama, semangat beramal saleh di kalangan persyarikatan agak lesu. Banyak bangunan Muhammadiyah yang sudah diresmikan peletakan batu pertamanya, setelah beberapa tahun bangunan itu tak kunjung selesai. Sebab utamanya, pembiayaan yang macet atau berjalan sangat pelan.

Kedua, proses kaderisasi di Muhammadiyah berjalan cukup lamban. Makin jarang terdengar latihan kepemimpinan Darul Arqam di daerah.

Ketiga, kecintaan pada Alquran masih terlihat belum menyeluruh di kader dan pimpinan.

Keempat, kantor persyarikatan cukup megah tetapi sering kali lengang. Sedikit aneh, gerakan tajdid tidak sering menyaksikan para kadernya bermusyawarah memecahkan berbagai masalah.

Kelima, semboyan tidak ada kejayaan Islam tanpa dakwah dan tidak ada dakwah tanpa pengorbanan agaknya tidak bergaung lagi di kalangan keluarga besar Muhammadiyah.

Keenam, semangat menjalankan ibadah makhdhah, seperti shalat berjamaah di masjid terasa sepi. Masjid-masjid Muhammadiyah tak lagi jadi pusat bertemunya pimpinan dan kader serta anggota Muhammadiyah.

Ketujuh, kecintaan sebagian pimpinan Muhammadiyah pada sekolah sendiri sering kali basa-basi. Malah acap kali kita saksikan sebagian tokoh atau kader Muhammadiyah baru mau menyekolahkan anaknya di sekolah Muhammadiyah setelah ditolak ke sana kemari.

Kedelapan, semangat berjuang atau berjihad tampak melempem. Tak sedikit aktivis kita yang mengeluh kalau harus turun ke bawah, membina persyarikatan di tempat yang relatif jauh dan sedikit sulit perjalanannya.

Kesembilan, sering kali kita lihat fenomena aneh, sebagian pimpinan Muhammadiyah tidak begitu cinta dan bangga dengan Muhammadiyah. Mungkin agak mirip dengan sikap sebagian kiai pimpinan pesantren yang tidak bangga dan cinta dengan pesantrennya.

Kesepuluh, kadang kala ada fenomena aneh, sebagian pimpinan Muhammadiyah menderita penyakit rendah diri. Islam tak pernah mengajarkan umatnya bersikap rendah diri (kompleks inferioritas) maupun jemawa dan percaya diri berlebihan (kompleks superioritas).

Saya ingat rumus Pak AR, kalau pemimpin Muhammadiyah bertemu pejabat negara setinggi apa pun harus wajar-wajar saja. Tidak perlu membungkuk sampai nyaris tiarap, tetapi juga tidak perlu berkacak pinggang.

Tentu masih banyak potret Muhammadiyah masa kini yang dapat kita bicarakan, yang menggambarkan betapa Muhammadiyah agak lesu darah, kurang bertenaga dalam menggerakkan amal saleh, cenderung dijangkiti penyakit malas dan kurang percaya diri. Pertanyaan pentingnya, apa yang mesti kita kerjakan agar usaha izzul Islam wal muslimin kembali meriah, penuh syiar, bertenaga, dan lebih efektif?

Mengingat cukup besarnya tantangan, kita perlu membuat langkah penting.

Pertama, menegaskan dan memperluas doktrin perjuangan kita. Dalam menegakkan dan menjunjung tinggi Islam sehingga terwujud masyarakat Islam, selama ini Muhammadiyah melaksanakan dakwah amar ma'ruf nahi mungkar dan tajdid melalui amal usaha, program tertentu.

Sudah tiba saatnya bagi Muhammadiyah juga mengembangkan da'wah al-amru bil 'adli dan an-nahyu 'anil dhulmi, yakni berjuang menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman (QS an-Nahl: 76 dan 90). Barangkali, al-amru bil ma'ruf dan an-nahyu 'anil munkar lebih menitikberatkan pada kehidupan moral atau akhlak. Sedangkan, al-amru bil 'adli dan an-nahyu 'anil dhulmi lebih menyangkut persoalan sosial, ekonomi, politik, dan hukum.

Alangkah baiknya bila dua doktrin Alquran ini kita jadikan motivasi pokok pemikiran dan gerakan Muhammadiyah. Dengan perhatian yang lebih tajam lagi pada persoalan kezaliman sosial, ekonomi, politik, dan hukum, kiprah Muhammadiyah akan menjadi lebih relevan, lebih terasa, dan lebih menggigit.

Menurut Nabi Muhammad SAW, ketika kita memberantas kemunkaran caranya harus ma'ruf maka ketika kita memberantas kezaliman caranya pun harus adil. Tidak boleh memberantas kemunkaran dan kezaliman malahan memunculkan kemunkaran dan kezaliman baru.

Kedua, selama ini sebuah kata yang indah, penuh makna, dan dapat menghidupkan (ihyaa) kaum beriman, yakni kata jihad, jarang kita bahas dan dalami di berbagai latihan kepemimpinan. Kata jihad dalam berbagai bentuknya di Alquran disebut 41 kali sementara zakat hanya 31 kali. Demikian pentingnya jihad dalam Islam hingga ada sebagian ulama yang mengusulkan agar jihad dijadikan rukun Islam keenam.

Secara sangat padat dan singkat, jihad berati badhlul juhdi atau kerah total dari segenap kesanggupan untuk memperbaiki keadaan dari kezaliman ke keadilan, dari masyarakat yang bodoh ke yang berilmu, dari masyarakat yang sakit ke yang sehat, dari penjajahan ke kemerdekaan, dari ketergantungan ke kemandirian, dari kegelapan ke pencerahan, dan seterusnya.

Jihad dalam bidang apa pun pasti memerlukan pengorbanan harta (untuk logistik) dan pengorbnan jiwa (manusia yang bertanggung jawab mengatur strategi, program, dan rangkaian aksi). Tidak ada jihad tanpa pengorbanan amwal dan anfus.

Cerita tentang KH Ahmad Dahlan pada suatu pagi buta memukul kentongan sehingga menggegerkan warga Kauman perlu kita ambil moral lesson-nya. Warga Kauman menyangka ada pencurian atau musibah besar. Ternyata KH Ahmad Dahlan mau melelang jam dinding, perhiasan istrinya, dan perabotan rumah tangga untuk membiayai amal saleh (dakwah) Muhammadiyah. Jihad dengan harta bukan hanya diajarkan oleh pendiri Muhammadiyah, tetapi dilaksanakan dalam perbuatan nyata.

Ketiga, semangat jihad yang lembek. Kadang kala kita menemukan kader Muhammadiyah yang terlalu mudah mengkritik sesama Muslim dengan tuduhan bid'ah. Dengan segala kerendahan hati, kita harus ingat, pada dasarnya ada dua jenis bid'ah atau ibtida'. Yang pertama bid'ah bi ziyadah, yakni menambah-nambah apa yang tak diajarkan. Kedua, bid'ah bi nuqshan, yakni mengurang-ngurangi apa yang diajarkan.

Daripada kita mencari kesalahan pihak lain, lebih baik kita bertanya, "Jangan-jangan kita tanpa sadar melakukan ibtida' bi nuqshan?" Misalnya, ajaran jihad yang demikian sentral dalam Alquran maupun sunah Nabi cenderung kita lupakan?

Keempat, posisi yang diambil Muhammadiyah, cukup jelas dan mantap, seperti dijelaskan dalam Alquran. Ada yang berpegang teguh pada kalimah thayyibah sehingga memunculkan syajarah thayyibah yang memberi manfaat ke alam sekitarnya sepanjang masa dengan izin Tuhannya. Ada pula yang berpegang pada kalimah khabitsah dan melahirkan syajarah khabitsah, bagaikan pohon buruk yang tumbang menjadi penghalang kebaikan.

Kelima, Alquran memberi petunjuk bahwa kaum Muslim harus memerangi kaum musyrikin secara kaaffah/ (menyeluruh, totalitas) sebagaimana mereka memerangi kaum Muslim secara kafah (at-Taubah: 36). Perintah Alquran agar kita menghadapi serbuan kaum musyrikin secara kafah itu dalam konteks perang yang sedang berjalan.

Jangan disalahpahami, seolah-olah kita harus menyerbu kaum musyrikin dalam keadaan damai, tanpa sebab, sehingga kita disuruh Alquran membuat gara-gara. Sangat jauh dari hal itu. Yang penting kita pahami, geliat dan postur yang diambil kaum musyrikin itu harus kita wapadai supaya kita tidak mudah terkejut karena tak membaca langkah mereka yang sama sekali tidak pernah kenal lelah.

Hanya ada lima kata kafah dalam Alquran dan ada dua kata itu dalam satu ayat. Dari petunjuk Alquran ini, bahwa orang-orang musyrik dalam arti luas menggunakan totalitas kemampuan mereka untuk meredupkan cahaya Allah. Musuh-musuh kebenaran, sejak dulu sampai kapan pun, akan secara total menggunakan organisasi, koordinasi yang rapi, dan pembagian kerja untuk melemahkan kaum pendukung kebenaran dan keadilan.

Keenam, mengingat masalah dakwah terus bergerak makin kompleks, semakin mendesak perlunya think tank atau semacam pusat pemikiran yang dilembagakan, apakah di bawah Majelis Tarjih dan Tajdid atau berdiri sendiri. Tugasnya menyiapkan pemikiran yang relatif solid dan meyakinkan, tentu lewat proses R&D agar Muhammadiyah bukan saja memiliki kemampuan anticipation of change, tapi juga management of change.

Kita bersyukur pada Allah makin banyak barisan intelektual muda dan ulama muda yang dapat dikerahkan untuk keperluan penajaman pemikiran dan doktrin perjuangan Muhammadiyah. Kita juga dapat mengajak intelektual dan ulama dari kalangan UII (Ummat Islam Indonesia) yang lain.

Ketujuh, kita menghadapi sumber informasi yang tak seimbang karena informasi yang kita hadapi setiap hari berjalan searah, yaitu dari pihak yang kuat menyasar ke pihak lemah. Kuat dalam arti kemampuan finansial, kecanggihan jaringan, dan konsistensi pencapaian target atau tujuan, serta seni manipulatif yang cukup halus dan bergerak perlahan, tapi pasti. Dalam peperangan informasi, dunia Islam banyak tersudut.

Bila kita tidak kritis menyaring informasi, bukan mustahil kita akan menari-nari sesuai gendang orang lain. Pergeseran opini yang kita alami bisa bergerak sejengkal demi sejengkal, tapi akhirnya kita terseret jauh tanpa disadari. Untuk menghindari ini, berhenti menari mengikuti gendang orang lain. Kita harus waspada, cerdas, dan paham, ke arah mana lagu yang ditabuh pihak lain.

Kedelapan, hubungan sedikit pelik yang akan selalu bersama Muhammadiyah adalah dengan pemerintah. Pada masing-masing zaman, hubungan itu bisa berbeda dalam nuansa, bahkan posisi. Tetapi, satu hal yang jelas, keduanya saling membutuhkan.

Ada ratusan ribu murid dan mahasiswa ditampung dan dididik di ribuan SD, SMP, dan SLTA serta ratusan perguruan tinggi Muhammadiyah. Setiap hari ada ribuan anggota masyarakat yang sakit pergi ke rumah sakit atau klinik Muhammadiyah. Dan, ada ribuan anak yatim piatu yang diasuh di ratusan panti asuh yatim Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, dididik, disantuni secara sangat manusiawi hingga berangkat dewasa.

Muhammadiyah telah membantu meringankan tugas konstitusional pemerintah atau negara. Sebaliknya, Muhammadiyah juga tetap memerlukan bantuan pemerintah. Dalam pendidikan, hampir seluruh sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah/ 'Aisyiyah masih perlu akreditasi pemerintah.

Kesembilan, sedikit mau'idhah hasanah atau saling wasiat (QS al-'Asr: 1-3) saya sampaikan untuk kebaikan persyarikatan kita pada masa datang. Pada masa silam, persyarikatan pernah mencoba meretas usaha ekonomi. Kita akuisisi sebuah bank dengan proses kurang teliti.

Ternyata, bank yang kita akuisisi lewat pembagian saham baru yang bernama Bank Persyarikatan Indonesia (BPI) menjadi bank bermasalah. Hampir saja bank bermasalah itu menyeret Muhammadiyah ke persoalan berat, tapi Allah masih berkenan menolong Muhammadiyah sehingga kita lolos dari kemelut.

Kesepuluh, apresiasi dibarengi rasa syukur dan harapan dibarengi doa. Satu langkah cerdas Mas Din Syamsuddin adalah Jihad Konstitusi. Jihad Konstitusi ini autentik dan orisinal dari Din.

Ditinjau dari sudut pandang agama ataupun asas manfaat, jihad ini sungguh tepat dan efektif. Muhammadiyah di bawah kepemimpinan Din mencatat ada 100 UU yang dianggap melenceng dari UUD. Muhammadiyah berjuang untuk meluruskannya lewat gugatan Mahkamah Konstitusi (MK).

Sudah ada 4 UU yang dibatalkan karena bertentangan dengan UUD 1945 dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Dua di antaranya UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dua UU ini lebih membela kepentingan asing daripada kepentingan bangsa sendiri.

Akhirnya saya berharap, Muhammadiyah yang sekarang lebih baik dari Muhammadiyah masa silam dan Muhammadiyah masa depan akan lebih baik dari Muhammadiyah sekarang. Muhammadiyah adalah kumpulan hamba Allah yang beriman yang berpegang teguh pada hukum Allah dan menjauhi hukum jahiliyyah.

Mari, kita terus meningkatkan tahlilan kita pada tiga level. Tahlilan bil qalbi (dengan hati), tahlilan bil lisan (dengan ucapan), dan lebih penting lagi tahlilan bil arkan (dengan anggota badan) dalam wujud amal saleh. Yang terakhir ini paling penting karena dengan menjalankan amal saleh tanpa henti, kita insya Allah dapat masuk golongan as-shalihin. Amin.

sumber: republika.co.id

Malam Lailatur Qadr, Pakar NASA Masuk Islam

Oleh: Ustadz Farid Okbah

Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan, Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA) telah menyembunyikan kepada dunia bukti empiris ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadar. Ia menyayangkan kelompok jutawan Arab yang kurang perhatian dengan masalah ini sehingga dunia tidak mengetahuinya.

Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة); tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi yang sampai ke bumi.

Sayyid menegaskan, terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali malam Lailatul dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun.

Hal ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya dengan alasan agar non Muslim tidak tertarik masuk Islam.

Statemen ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA Corner, seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir. Abdul Basith Sayyid, Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid dalam sebuah program di TV Mesir  Sayyid juga menegas kan, pakar Carner (Karnar) akhirnya masuk Islam dan harus kehi langan jabatannya di NASA.


Ini bukan pertama kalinya, NASA mendapatkan kritikan dari pakar Islam. Pakar geologi Islam Zaglol Najjar pernah menegaskan, NASA pernah meri-move satu halaman di situs resminya yang pernah dipublish selama 21 hari. Halaman itu tentang hasil ilmiah yakni cahaya aneh yang tidak terbatas dari Ka’bah di Baitullah ke Baitul Makmur di langit.

Sayyid menegaskan, “jendela” yang berada di langit itu mirip yang disebutkan dalam Al-Quran.

“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. tentulah mereka berkata: “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.” (Al-Hijr: 14)

Saat itu Carner dengan bukti jelas bahwa jagat raya saat itu gelap setelah “jendela” itu tersibak. Karenanya, setelah itu Carner mendekla rasikan keislaman nya.   Setelah Carnar masuk Islam, ia menafsirkan fenomena “mencium Hajar Aswad” atau mengisyaratkan kepadanya – seperti turut Abdul Basith Sayyid – bahwa batu itu merekam semua orang mengisyarat kan kepadanya (dengan lambaian tangan) atau menciumnya.

Carner juga mengungkapkan tentang sebagian potongan Hajar Aswad yang pernah dicuri. Setelah 12 tahun diteliti, seorang pakar museum Inggris menegaskan bahwa batu tersebut memang bukan dari planet tata surya matahari.

Carnar kemudian mendatangi pakar Inggris itu dan melihat sample Hajar Aswad sebesar biji (kacang) hims. Ia menemukan bahwa batu itu melancarkan gelombang pendek sebanyak 20 radiasi yang tidak terlihat ke segala arah. Setiap radiasi menembus 10 ribu kaki.

Karena itu, tegas Sayyid Abdul Basith, Imam Syafi’i menyatakan bahwa Hajar Aswad menca tat nama setiap orang yang mengun junginya baik dalam haji atau umroh sekali saja. Carner menambahkan, batu itu mampu mencatat nama-nama orang yang berhaji dengan radiasi gelombang nya.

sumber: voa-islam.com

Catatan Webmaster: mungkin banyak orang yang menduga-duga berita ini adalah hoax, demikian pula webmaster, tapi setelah kami menemukan konfirmasi di situs "Yahoo Answer" bahwa memang ada karyawan NASA bernama Karnar yang masuk Islam, sehingga besar kemungkinan berita ini adalah fakta. Perhatikan screenshot yang kami capture dari "Yahoo Answer" berikut ini:


We here at NASA have extensive knowledge of the subject. Karnar was seen attempting to plant an IED on NASA's space shuttle Oblivion. Upon removal from the site he was heard shouting "Jihad" and "death to the infidels" Clearly he took his Muslim conversion quite seriously. WE DO NOT condone religious beliefs but WE DO prohibit explosive devices on our shuttles.

Terjemahannya:

"Kami di sini di NASA memiliki pengetahuan luas tentang topik ini. Karnar terlihat berusaha untuk menanam IED di pesawat ruang angkasa Oblivion milik NASA. Setelah penghapusan dari situs dia terdengar berteriak "Jihad" dan "kematian untuk orang-orang kafir". Jelaslah ia menyikapi kepindahannya menjadi Muslim secara serius. KAMI TIDAK membenarkan keyakinan agama tapi KITA melarang bahan peledak di wahana angkasa kami."

Software Ensiklopedia Fiqih Pertama di Asia

Alhamdulillah, telah hadir CD Software Ensiklopedi Fiqih yang sangat membantu Anda untuk mempelajari dan mendalami hukum-hukum fiqih secara Lengkap dan Komprehensif dari A-Z sesuai petunjuk Rasul dalam Ibadah dan Muamalah serta dapat menjadi referensi pilihan bagi anda.

Diuraikan Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah yang shahih. Dilengkapi pendapat 4 Ulama Imam Mazhab yang populer yaitu; Imam Syafi’i, Imam Hanbal, Imam Malik dan Imam Hanafi, secara Ilmiah dan Objektif tanpa fanatisme kepada salah satu imam mazhab.

  • Lengkap Dan Komperehensif
  • Dari A-Z sesuai petunjuk Rasul dalam Ibadah dan Muamalah
  • Berdasarkan Al-Quran & Sunnah Shahih
  • Ilmiah dan objektif tanpa fanatisme kepada salah satu imam mazhab
  • Dilengkapi pendapat 4 Imam Mazhab
  • Imam Syafi’i, Imam Hanbal, Imam Malik dan Imam Hanafi
  • Pertama Di Asia
  • Berbahasa Indonesia. Sangat membantu Anda dalam mempelajari dan mendalami hukum-hukum fiqih.


Include kitab dalam software ini terdiri dari
1. shahih fiqih karya syeikh Abu Maalik kamal sayyid salim 2343 hal.
2. Fiqih wanita karya syeikh abu malik kamal sayyid salim 415 hal.
3. Mulakhos fiqh karya syaikh dr shalih fauzan 55 hal.
4. Tamamul minah syaikh adil bin yusuf al azzazy 232 hal.
5. Ringkasan fiqh karya syeikh Muhammad bin ibrahim at tuwaijiri 805 hal.


Bab Pembahasan
  • Bersuci
  • Shalat
  • Jenazah
  • Zakat
  • Puasa
  • Haji
  • Umrah
  • Sumpah
  • Nadzar
  • Makanan
  • Minuman
  • Pakaian
  • Perhiasan
  • Pernikahan
  • Waris
  • Hukum Islam
  • Ekonomi Islam
  • Wakaf
  • Wasiat
  • Gadai
  • Garansi
  • Pengalihan Hutang
  • Perdamaian
  • Perlombaan
  • Sewa Menyewa
  • Memberi Kuasa
  • Barang Temuan
  • Hibah
  • Perserikatan
  • Kepemimpinan
  • Dan masih banyak lagi

Ensiklopedi Fiqih secara lengkap dan komprehensif sudah banyak diterjemahkan ke dalam bentuk buku berbahasa Indonesia. Namun belum ada yang menerbitkan dlm bentuk software. Software Ensiklopedi Fiqih ini hadir untuk. memenuhi harapan khalayak yang membutuhkan referensi fiqih yang bisa dibawa kemana saja (portable).

Keunggulan software ini adalah pembahasan fiqih secara lengkap & komprehensif dari A-Z berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahihah disertai pendapat 4 imam madzhab serta pendapat jumhur ulama.
Ingin Memiliki PRODUK ini Harga  Rp 300.000 (bebas ongkos kirim)



PETUNJUK PEMESANAN:


  1. Harga CD ditransfer ke rekening di bawah ini:: Bank Muamalat Indonesia Cabang Makassar nomor rekening: 801.0031.659 atas nama: Muhammad Yusuf Adifitrah
  2. Kode Bank Muamalat Indonesia: 147
  3. Setelah transfer dilakukan, segera konfirmasi kepada kami lewat: Email: adifitrah@gmail.com atau SMS / Whatsapp : 085395939567
  4. Dengan mencantumkan tanggal dan nominal transfer, judul CD yang dipesan, serta nama dan alamat lengkap anda.
  5. CD akan dikirim via paket pos kilat khusus.

Manfaat Biji Kurma: Membuat Minuman Pengganti Kopi

Berhubung masih dalam suasana Bulan Ramadhan, yang bagi kita orang Indonesia, merupakan Bulan yang identik dengan buah kurma. Berikut ini sedikit tips tentang manfaat dari biji dari buah kurma tersebut. Mungkin sebagian kita bertanya-tanya, "Lhoo kok bijinya sih?" Jawabannya karna kita semua tahu biji kurma sering sekali dibuang begitu saja padahal sebenarnya banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari biji kurma tersebut. Berikut pengolahan dari biji kurma tersebut hingga biji kurma tersebut bisa kita konsumsi

1. Cuci biji kurma tersebut dan tiriskan.
Usahakan proses pencucian biji kurma tidak menggunakan sabun dan sejenisnya karna sabun sangat berbahaya bagi tubuh jika terkonsumsi. Sebaiknya gunakan sikat gigi baru untuk membersihkan sisa-sisa daging kurma yang masih tertinggal lalu bilas dengan air sampai bersih.

2. Ratakan di dalam baki kemudian jemur seharian di bawah sinar matahari.
Penjemuran biji kurma hendaknya dilakukan ditempat yang aman dan terhidar dari debu serta gangguan dari semut dan binatang-binatang lainnya agar kebersihan dari biji kurma yang dijemur terjaga.

3. Kemudian bila sudah kering, goreng biji kurma tersebut dalam wajan tanpa minyak (digongseng atau disangrai) lalu goreng sampai hangus dan mengeluarkan aroma seperti kopi.
Tujuan dari penggorengan tanpa minyak (penggongsengan) ini bertujuan untuk membunuh parasit-parasit yang mungkin menempel sewaktu proses penjemuran dan juga untuk mematangkan biji kurma.

4. Tumbuk atau blender biji kurma tersebut dan terciptalah bubuk kopi (kurma) yang siap diseduh untuk di minum.
Setelah proses penggorengan tanpa minyak (gongseng) lalu tumbuk atau blender biji kurma tersebut dan masukkan dalam toples.

Begitulah proses pengolahannya. Gampang kan?

Ada banyak manfaat dari biji buah kurma ini serta nutrisi yang terkandung didalamnya juga baik untuk tubuh kita.

Manfaat dari biji kurma adalah :
  • Memberi energi instan
  • Memulihkan energi Syahwat
  • Menyembuhkan diabetes
  • Memberikan energi kepada pria dan wanita
  • Menghilangkan letih dan lesu
  • Menghangatkan badan
  • Mengendorkan saraf yang tegang
  • Menyembuhkan kanker, keputihan, gatal-gatal dan masuk angin
  • Menyembuhkan sakit perut
  • Menyegarkan badan / tidak mengantuk
  • Menyembuhkan darah tinggi, kolesterol, stroke dan goutt
  • Menyembuhkan sakit kepala / migrain
  • Melancarkan peredaran darah

Komposisi dan nutrisi dalam biji kurma antara lain :
  • Kelembaban: 7.17 - 9%
  • Protein: 1.82 - 5.2%
  • Lemak: 6.8 - 9.32%
  • Karbohdrat: 65.5%
  • Serat: 6,4 - 13,6%
  • Abu, sterol & Estrone: 0.89 -1.57%
  • Polisakarida Larut Alkali: 0.89 - 1.57%
  • Minyak Kuning-hijau: 6 - 8%
  • Kandungan Asam Lemak Minyak Kuning-hijau: Lauric, 8%; myrictic, 4%; palmitic, 25%; Stearic, 10%; oleic, 45%; Linoleic, 10%;
  • Juga terdapat kandungan asam kaprilat, kaprik dan asam oksalat rentang sampai 56%

Penyajian :

Secangkir kopi biji kurma biasa nya menghabiskan 10 keping biji kurma (jika menggunakan cangkir kopi). Untuk memperoleh rasa yang lebih enak kita bisa menambahkan susu atau madu. Kopi biji kurma tetap enak dikonsumsi meskipun tanpa susu dan madu karna tidak terlalu pahit seperti kopi biasa.
Penulis sendiri sudah pernah mencoba. Biasanya Penulis mengolahnya tidak pernah dalam jumlah banyak, sekitar 20 keping saja. Kalau bubuk kopinya sudah jadi biasanya Penulis masukkan dalam blender kira-kira 2 sendok makan, lalu dimasukkan pula susu kental manis secukupnya serta es secukupnya, lalu diproses, jadi deh. Kalau rasa tidak kalah sama kopi biasa dan bagusnya lagi biji kurma tidak mengandung kafein. Silakan cobain kalau tidak percaya!

Selain itu kopi biji kurma ini tidak hanya untuk diminum gan, bubuk biji kurma ini bisa dijadikan scrub untuk melembutkan kulit. Campurkan bubuk kopi biji kurma ini dengan madu sebelum disapukan ke kulit. Jika mengalami masalah kulit kepala yang parah atau rambut rontok, ambil bubuk kopi biji kurma ini campurkan dengan minyak zaitun, lakukan setiap hari sebelum tidur.

Demikianlah manfaat biji kurma!

sumber: kaskus.co.id

Seorang Mukmin Ibarat Pohon Kurma

Oleh: Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr[1]

Tidak ragu lagi bahwa perumpamaan itu sangat indah dan mudah dicerna oleh akal karena akan memudahkan kita untuk memahami suatu ungkapan. Dalam al-Qur’an saja terdapat empat puluh lebih perumpamaan. Tentu saja di balik perumpamaan tersebut terdapat pelajaran berharga bagi orang mau merenungi. Allah berfirman (yang artinya):

"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu." (QS. al-'Ankabut : 43)

Sebagian salaf dahulu apabila membaca sebuah perumpamaan dalam al-Qur’an lalu dia tidak memahaminya, maka dia akan menangis tersedu-sedu seraya mengatakan, “Saya tidak termasuk orang-orang yang berilmu.” [2]

Oleh karena itulah, pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak saudara sekalian untuk merenungi dan mempelajari bersama sebuah perumpamaan dalam al-Qur’an dan hadits tentang iman.

Teks Hadits

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  يَوْمًا لأَصْحَابِهِ « أَخْبِرُونِى عَنْ شَجَرَةٍ مَثَلُهَا مَثَلُ الْمُؤْمِنِ ». فَجَعَلَ الْقَوْمُ يَذْكُرُونَ شَجَرًا مِنْ شَجَرِ الْبَوَادِى. قَالَ ابْنُ عُمَرَ وَأُلْقِىَ فِى نَفْسِى أَوْ رُوعِىَ أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَجَعَلْتُ أُرِيدُ أَنْ أَقُولَهَا فَإِذَا أَسْنَانُ الْقَوْمِ فَأَهَابُ أَنْ أَتَكَلَّمَ فَلَمَّا سَكَتُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هِىَ النَّخْلَةُ ».
Dari Ibnu Umar berkata, “Suatu hari, Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaannya seperti seorang mukmin?’ Maka para sahabat pun menyebutkan jenis-jenis pohon di badui.’ ” Ibnu Umar berkata, “Terlintas dalam benakku untuk menjawab ‘pohon kurma’, tetapi saya segan menjawabnya karena banyak para sahabat yang lebih tua dariku. Tatkala para sahabat diam, Rasulullah bersabda, ‘Pohon itu adalah pohon kurma.’ ” (HR. Bukhari 1/38 dan Muslim 4/2165 dan ini lafazh Muslim)

Hadits ini merupakan penjelasan dan tafsir terhadap firman Allah (yang artinya):

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (QS. Ibrâhîm [14]: 24–25)

Penafsiran ini ditegaskan oleh para ulama salaf shalih dari kalangan sahabat dan selain mereka. Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Syu’aib bin Habhab berkata, “Suatu saat kami berada bersama Anas bin Malik, lalu disuguhkan kepada kami sebuah keranjang berisi kurma, kemudian Anas mengatakan kepadaku, “Makanlah wahai Abu Aliyah karena buah ini termasuk pohon yang disebutkan oleh Allah dalam Qur’an-Nya, lalu beliau membacakan ayat (QS. Ibrâhîm [14]: 24–25).” [3]

Semakna dengan redaksi di atas juga riwayat-riwayat yang dinukil dari ulama salaf lainnya seperti Ibnu Abbas, Mujahid, Masruq, Ikrimah, Dhahak, Qatadah, Ibnu Zaid.[4]

Lebih tegas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ النَّخْلَةِ، مَا أَخْذْتَ مِنْهَا مِنْ شَيْءٍ نَفَعَكَ
“Perumpamaan seorang mukmin itu seperti pohon kurma, apa pun yang engkau ambil darinya pasti bermanfaat bagimu.” [5]

Pohon kurma mendapatkan keistimewaan ini sebagai perumpamaan seorang mukmin karena pohon kurma adalah pohon yang sangat istimewa dan banyak manfaatnya. Imam Abu Hatim as-Sijistani menulis sebuah kitab khusus tentang pohon kurma. Dalam kitabnya tersebut beliau menyebutkan keistimewaan pohon kurma, nama-namanya, dan pembahasan-pembahasan menarik lainnya. Beliau mengatakan di pembukaannya, “Pohon kurma adalah tuannya para pohon, diciptakan dari tanah Nabi Adam[6]. Allah telah menjadikannya sebagai perumpamaan untuk kalimat lâ ilâha illallâh. Maka sebagaimana lâ ilâha illallâh adalah tuannya ucapan, demikian juga pohon kurma dia adalah tuannya pohon.” [7]

Dan yang perlu kita cermati bersama adalah tatkala Nabi memberikan perumpamaan seorang mukmin dengan pohon kurma, tentunya di sana ada sisi-sisi kesamaan antara keduanya yang sangat penting untuk kita renungi karena hal itu akan memberikan banyak manfaat bagi kita. Berikut ini akan kami sampaikan beberapa sisi kesamaan antara keduanya yang saya sarikan dari penjelasan ahli ilmu dalam kitab-kitab tafsir dan syarah hadits serta kitab-kitab lainnya.

PERTAMA: Pohon kurma pasti memiliki akar, batang, tangkai, daun, dan buahnya. Demikian juga dengan iman harus memiliki akar, cabang, dan buahnya. Akarnya adalah rukun iman yang enam, cabangnya adalah amal shalih dan ketaatan yang bermacam-macam, sedang buahnya adalah segala kebaikan dan kebahagiaan yang dipetik di dunia dan akhirat.

Al-Baghawi berkata, “Hikmah perumpamaan iman dengan pohon kurma adalah karena pohon itu harus memiliki tiga hal: akar, batang, dan tangkai. Demikian pula iman tidak sempurna kecuali dengan tiga hal: membenarkan dalam hati, ucapan dengan lisan, dan amalan anggota badan.” [8]

KEDUA: Pohon kurma tidak bisa hidup dan tumbuh kecuali apabila disiram dengan air, demikian juga seorang mukmin tidak hidup hatinya kecuali apabila disiram dengan siraman rohani berupa wahyu. Oleh karena itu, ketika Allah memperingatkan dari kerasnya hati, setelah itu Allah berfirman (yang artinya):

"Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya." (QS. al-Hadîd [57]: 17)

Dalam ayat ini terdapat isyarat bahwa sebagaimana Allah menghidupkan bumi dengan air dari kegersangan, demikian pula Allah menghidupkan gersangnya hati dengan wahyu. Namun, semua itu hanya dicermati oleh orang-orang yang memahami ayat-ayat Allah.

Oleh karena itu, seorang mukmin harus selalu mengontrol setiap waktu pohon imannya yang ada dalam hati dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, sebab jika tidak maka dikhawatirkan akan gersang kemudian mati. Dalam Musnad Imam Ahmad dari hadits Abu Hurairah berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلَقُ فِيْ جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوْا اللَّهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيْمَانَ فِيْ قُلُوْبِكُمْ
Sesungguhnya iman dalam hati seorang di antara kalian itu bisa luntur/usang sebagaimana lunturnya pakaian, maka berdoalah kepada Allah untuk memperbaharui iman dalam hati kalian.[9]

Dari sinilah kita mengetahui betapa butuhnya hamba untuk melaksanakan ibadah kepada Allah setiap waktu agar imannya selalu terjaga.[10]

KETIGA: Pohon kurma itu sangat kokoh dan kuat, demikian pula iman apabila mengakar dalam hati seorang maka akan kokoh seperti gunung yang tak tergoyahkan sedikit pun.

Imam Auza’i pernah ditanya tentang iman, apakah bisa bertambah? Beliau menjawab, “Ya, bertambah sehingga seperti gunung.” Lalu ditanya, apakah bisa berkurang? Beliau menjawab, “Ya, sehingga tidak tersisa sedikit pun.” [11]

KEEMPAT: Pohon kurma tidak tumbuh di sembarangan tanah, tetapi hanya tanah yang subur saja. Oleh karena itu, kurma tidak bisa tumbuh sama sekali di sebagian daerah, kadang bisa tumbuh tetapi tak bisa berbuah, terkadang berbuah tetapi buahnya kecil. Jadi tidak semua tanah cocok untuk pohon kurma.[12]

Demikian halnya dengan iman, ia tidak bisa tumbuh pada setiap hati manusia, tetapi hanya pada hati seorang yang diberi hidayah oleh Allah dan dilapangkan dadanya dengan keimanan.

KELIMA: Pohon kurma terkadang dikelilingi oleh tumbuhan lainnya yang ada di sekitarnya sehingga dapat mengganggu pertumbuhannya. Oleh karenanya, sang pemilik pohon kurma harus selalu merawatnya dan membersihkan tumbuhan-tumbuhan lain yang mengganggu pertumbuhannya, sebab jika tidak maka pohon kurma tidak akan tumbuh dan mungkin bisa jadi akan terkalahkan oleh tumbuhan lainnya.

Demikian juga halnya dengan seorang mukmin dalam kehidupan ini, banyak sekali gangguan yang melemahkan imannya. Oleh karenanya, seorang mukmin hendaknya selalu berintrospeksi dan mengontrol imannya setiap saat dan berusaha semaksimal mungkin untuk membersihkan segala virus dan kotoran yang dapat menodai hatinya seperti godaan setan, fitnah dunia, hawa nafsu, dan sebagainya. Allah berfirman (yang artinya):

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. al-’Ankabût [29]: 69)

KEENAM: Pohon kurma adalah pohon yang penuh barokah sehingga setiap bagiannya bermanfaat dan tidak ada satupun bagian yang tidak bisa dimanfaatkan, buahnya jelas bermanfaat, batang kayunya untuk bangunan dan atap rumah, daunnya untuk penutup dan atap rumah, bahkan biji kurma sekalipun bisa dimanfaatkan.

Demikian juga halnya seorang mukmin, dia selalu berbarokah dalam setiap keadaan, dan selalu bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain sekalipun setelah meninggal dunia. Dia juga selalu bermanfaat bagi saudaranya yang lain, berakhlak mulia kepada sesama mereka, dan selalu berusaha membantu mereka dengan ucapan dan perbuatan.[13]

KETUJUH: Pohon kurma itu berbeda-beda dan bertingkat-tingkat bentuknya, jenisnya, buahnya, rasanya, sebagian lebih istimewa daripada yang lain. Demikian pula seorang mukmin, tingkatan iman mereka tidak sama, tetapi berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Allah berfirman (yang artinya):

"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar." (QS. Fâthir [35]: 32)

KEDELAPAN: Pohon kurma adalah pohon yang sangat sabar menghadapi angin yang kencang menerpanya, berbeda dengan pohon-pohon lainnya yang goyang jika terkena angin kencang bahkan mungkin ambruk. Demikian juga seorang mukmin, dia sabar menghadapi angin musibah dan cobaan yang menimpanya, sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar dalam meninggalkan kemaksiatan, dan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan yang tidak berkenan baginya.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. al-Baqarah [2]: 155–157)

KESEMBILAN: Pohon kurma itu semakin tua umurnya semakin enak rasa buahnya. Demikian juga seorang mukmin, semakin tua umurnya maka akan semakin baik amal perbuatannya.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ».
Dari Abdullah bin Busr berkata, “Ada seorang Arab badui mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” [14]

KESEPULUH: Hati pohon kurma yang disebut dengan jummar termasuk bagian yang paling enak dan manis. Demikian juga hati seorang mukmin, tidak terisi kecuali dengan kebaikan, istiqamah, dan kejernihan.

KESEBELAS: Buah kurma termasuk buah-buahan yang sangat bermanfaat, ketika masih basah yang disebut dengan ruthab bisa dijadikan buah dan manisan, dan ketika kering yang disebut dengan tamr bisa sebagai makanan, buah-buahan, manisan, obat dan manfaat lainnya yang bermacam-macam.

Demikian halnya dengan seorang mukmin, manfaat dan kebaikannya bermacam-macam. Dan sebagaimana buah kurma itu manis rasanya, demikian halnya dengan keimanan, ada rasa manis dan lezat yang dirasakan oleh orang yang kuat imannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

“Ada tiga hal yang apabila ada pada diri seorang maka dia akan merasakan lezat/manisnya iman; apabila Allah dan rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya. Dan mencintai seorang dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan orang yang takut untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana dia tidak ingin dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari 1/22 dan Muslim 1/66)

KEDUA BELAS: Termasuk sisi kesamaan yang unik antara seorang mukmin dengan pohon kurma adalah apa yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim: “Manusia telah menyebutkan sisi-sisi kesamaan antara manfaat pohon kurma dengan sifat seorang mukmin. Dan tatkala berbicara tentang duri pohon kurma, mereka menyerupakannya dengan sifat seorang mukmin yang keras terhadap musuh-musuh Allah, sehingga sifat kerasnya tersebut seperti duri, adapun terhadap orang-orang yang beriman dan bertakwa maka ia seperti kurma basah (ruthab) yang lembut dan manis.

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. al-Fath [48]: 29)[15]

Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa iman adalah suatu pohon yang penuh berkah dan banyak manfaatnya dan buahnya, memiliki tempat tersendiri untuk ditanami, siraman khusus, dan memiliki akar, cabang dan buah.

  • Adapun tempatnya yaitu hati seorang mukmin. Di situlah benih dan akarnya ditanam sehingga menumbuhkan batang pohon dan tangkainya.
  • Adapun siramannya yaitu wahyu berupa al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Itulah siraman pohon tersebut, ia tidak akan bisa hidup dan tumbuh kecuali dengan siraman tersebut.
  • Adapun akarnya yaitu rukun iman yang enam dan rukun yang paling tinggi adalah iman kepada Allah.
  • Adapun cabangnya yaitu amal shalih serta ketaatan yang beragam.
  • Adapun buahnya yaitu semua kebaikan dan kebahagiaan yang diraih seorang mukmin di dunia adan akhirat. 

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di menulis sebuah risalah khusus tentang masalah ini berjudul at-Taudhih wal Bayan li Syajaratil Iman. Dalam kitab tersebut beliau menjelaskan tentang pohon iman ini secara lebih terperinci.

Demikianlah beberapa sisi kesamaan antara pohon kurma dengan seorang mukmin. Semoga Allah menjadikan kita semua ahli iman.

[1] Disadur secara bebas oleh Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dari buku beliau Ta’ammulat fi Mumatsalatil Mu’min lin Nakhlah, terbitan Dar Ibnu Affan, KSA, cet. pertama, 1419 H.

[2] Al-Kafiyah Syafiyah hlm. 9

[3] Sunan Tirmidzi no. 3119 dan diriwayatkan pula oleh Abdurrazzaq, Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim, ar-Raomahumurmuzi dalam al-Amtsal, sebagaimana dalam ad-Durr al-Mantsur 5/22 karya as-Suyuthi.

[4] Lihat atsar-atsar ini dalam Tafsir ath-Thabari 8/204–206 dan ad-Durr al-Mantsur 5/22–23 karya as-Suyuthi.

[5] HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabir 12/no. 1351 dan dishahihkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 1/147 dan al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah no. 2285.

[6] Hadits yang menyebutkan bahwa pohon kurma tercipta dari tanah Nabi Adam tidak shahih dari Rasulullah n\ sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Jauzi dalam al-Maudhu’at 1/129. Lihat pula al-Mizan 5/222 oleh adz-Dzahabi dan Silsilah adh-Dha’ifah 1/283–284 oleh al-Albani.

[7] Kitab an-Nakhlah hlm. 33

[8] Tafsir al-Baghawi 3/33

[9] HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/4 dan dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah 4/113.

[10] Lihat I’lamul Muwaqqi’in 1/174 karya Ibnul Qayyim.

[11] Syarh Ushul I’tiqad 5/959 karya al-Lalikai

[12] Lihat Kitab an-Nakhlah hlm. 66–67.

[13] Lihat Fathul Bari 1/145–146 karya Ibnu Hajar dan Miftah Dar Sa’adah 1/120 karya Ibnul Qayyim.

[14] HR. Tirmidzi 4/565 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi 2/271.

[15] Miftah Dar Sa’adah 1/10–121

sumber: abiubaidah.com