Malam Lailatur Qadr, Pakar NASA Masuk Islam

Oleh: Ustadz Farid Okbah

Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan, Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA) telah menyembunyikan kepada dunia bukti empiris ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadar. Ia menyayangkan kelompok jutawan Arab yang kurang perhatian dengan masalah ini sehingga dunia tidak mengetahuinya.

Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة); tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi yang sampai ke bumi.

Sayyid menegaskan, terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali malam Lailatul dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun.

Hal ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya dengan alasan agar non Muslim tidak tertarik masuk Islam.

Statemen ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA Corner, seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir. Abdul Basith Sayyid, Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid dalam sebuah program di TV Mesir  Sayyid juga menegas kan, pakar Carner (Karnar) akhirnya masuk Islam dan harus kehi langan jabatannya di NASA.


Ini bukan pertama kalinya, NASA mendapatkan kritikan dari pakar Islam. Pakar geologi Islam Zaglol Najjar pernah menegaskan, NASA pernah meri-move satu halaman di situs resminya yang pernah dipublish selama 21 hari. Halaman itu tentang hasil ilmiah yakni cahaya aneh yang tidak terbatas dari Ka’bah di Baitullah ke Baitul Makmur di langit.

Sayyid menegaskan, “jendela” yang berada di langit itu mirip yang disebutkan dalam Al-Quran.

“Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya. tentulah mereka berkata: “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang orang yang kena sihir”.” (Al-Hijr: 14)

Saat itu Carner dengan bukti jelas bahwa jagat raya saat itu gelap setelah “jendela” itu tersibak. Karenanya, setelah itu Carner mendekla rasikan keislaman nya.   Setelah Carnar masuk Islam, ia menafsirkan fenomena “mencium Hajar Aswad” atau mengisyaratkan kepadanya – seperti turut Abdul Basith Sayyid – bahwa batu itu merekam semua orang mengisyarat kan kepadanya (dengan lambaian tangan) atau menciumnya.

Carner juga mengungkapkan tentang sebagian potongan Hajar Aswad yang pernah dicuri. Setelah 12 tahun diteliti, seorang pakar museum Inggris menegaskan bahwa batu tersebut memang bukan dari planet tata surya matahari.

Carnar kemudian mendatangi pakar Inggris itu dan melihat sample Hajar Aswad sebesar biji (kacang) hims. Ia menemukan bahwa batu itu melancarkan gelombang pendek sebanyak 20 radiasi yang tidak terlihat ke segala arah. Setiap radiasi menembus 10 ribu kaki.

Karena itu, tegas Sayyid Abdul Basith, Imam Syafi’i menyatakan bahwa Hajar Aswad menca tat nama setiap orang yang mengun junginya baik dalam haji atau umroh sekali saja. Carner menambahkan, batu itu mampu mencatat nama-nama orang yang berhaji dengan radiasi gelombang nya.

sumber: voa-islam.com

Catatan Webmaster: mungkin banyak orang yang menduga-duga berita ini adalah hoax, demikian pula webmaster, tapi setelah kami menemukan konfirmasi di situs "Yahoo Answer" bahwa memang ada karyawan NASA bernama Karnar yang masuk Islam, sehingga besar kemungkinan berita ini adalah fakta. Perhatikan screenshot yang kami capture dari "Yahoo Answer" berikut ini:


We here at NASA have extensive knowledge of the subject. Karnar was seen attempting to plant an IED on NASA's space shuttle Oblivion. Upon removal from the site he was heard shouting "Jihad" and "death to the infidels" Clearly he took his Muslim conversion quite seriously. WE DO NOT condone religious beliefs but WE DO prohibit explosive devices on our shuttles.

Terjemahannya:

"Kami di sini di NASA memiliki pengetahuan luas tentang topik ini. Karnar terlihat berusaha untuk menanam IED di pesawat ruang angkasa Oblivion milik NASA. Setelah penghapusan dari situs dia terdengar berteriak "Jihad" dan "kematian untuk orang-orang kafir". Jelaslah ia menyikapi kepindahannya menjadi Muslim secara serius. KAMI TIDAK membenarkan keyakinan agama tapi KITA melarang bahan peledak di wahana angkasa kami."

Software Ensiklopedia Fiqih Pertama di Asia

Alhamdulillah, telah hadir CD Software Ensiklopedi Fiqih yang sangat membantu Anda untuk mempelajari dan mendalami hukum-hukum fiqih secara Lengkap dan Komprehensif dari A-Z sesuai petunjuk Rasul dalam Ibadah dan Muamalah serta dapat menjadi referensi pilihan bagi anda.

Diuraikan Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah yang shahih. Dilengkapi pendapat 4 Ulama Imam Mazhab yang populer yaitu; Imam Syafi’i, Imam Hanbal, Imam Malik dan Imam Hanafi, secara Ilmiah dan Objektif tanpa fanatisme kepada salah satu imam mazhab.

  • Lengkap Dan Komperehensif
  • Dari A-Z sesuai petunjuk Rasul dalam Ibadah dan Muamalah
  • Berdasarkan Al-Quran & Sunnah Shahih
  • Ilmiah dan objektif tanpa fanatisme kepada salah satu imam mazhab
  • Dilengkapi pendapat 4 Imam Mazhab
  • Imam Syafi’i, Imam Hanbal, Imam Malik dan Imam Hanafi
  • Pertama Di Asia
  • Berbahasa Indonesia. Sangat membantu Anda dalam mempelajari dan mendalami hukum-hukum fiqih.


Include kitab dalam software ini terdiri dari
1. shahih fiqih karya syeikh Abu Maalik kamal sayyid salim 2343 hal.
2. Fiqih wanita karya syeikh abu malik kamal sayyid salim 415 hal.
3. Mulakhos fiqh karya syaikh dr shalih fauzan 55 hal.
4. Tamamul minah syaikh adil bin yusuf al azzazy 232 hal.
5. Ringkasan fiqh karya syeikh Muhammad bin ibrahim at tuwaijiri 805 hal.


Bab Pembahasan
  • Bersuci
  • Shalat
  • Jenazah
  • Zakat
  • Puasa
  • Haji
  • Umrah
  • Sumpah
  • Nadzar
  • Makanan
  • Minuman
  • Pakaian
  • Perhiasan
  • Pernikahan
  • Waris
  • Hukum Islam
  • Ekonomi Islam
  • Wakaf
  • Wasiat
  • Gadai
  • Garansi
  • Pengalihan Hutang
  • Perdamaian
  • Perlombaan
  • Sewa Menyewa
  • Memberi Kuasa
  • Barang Temuan
  • Hibah
  • Perserikatan
  • Kepemimpinan
  • Dan masih banyak lagi

Ensiklopedi Fiqih secara lengkap dan komprehensif sudah banyak diterjemahkan ke dalam bentuk buku berbahasa Indonesia. Namun belum ada yang menerbitkan dlm bentuk software. Software Ensiklopedi Fiqih ini hadir untuk. memenuhi harapan khalayak yang membutuhkan referensi fiqih yang bisa dibawa kemana saja (portable).

Keunggulan software ini adalah pembahasan fiqih secara lengkap & komprehensif dari A-Z berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahihah disertai pendapat 4 imam madzhab serta pendapat jumhur ulama.
Ingin Memiliki PRODUK ini Harga  Rp 300.000 (bebas ongkos kirim)



PETUNJUK PEMESANAN:


  1. Harga CD ditransfer ke rekening di bawah ini:: Bank Muamalat Indonesia Cabang Makassar nomor rekening: 801.0031.659 atas nama: Muhammad Yusuf Adifitrah
  2. Kode Bank Muamalat Indonesia: 147
  3. Setelah transfer dilakukan, segera konfirmasi kepada kami lewat: Email: adifitrah@gmail.com atau SMS / Whatsapp : 085395939567
  4. Dengan mencantumkan tanggal dan nominal transfer, judul CD yang dipesan, serta nama dan alamat lengkap anda.
  5. CD akan dikirim via paket pos kilat khusus.

Manfaat Biji Kurma: Membuat Minuman Pengganti Kopi

Berhubung masih dalam suasana Bulan Ramadhan, yang bagi kita orang Indonesia, merupakan Bulan yang identik dengan buah kurma. Berikut ini sedikit tips tentang manfaat dari biji dari buah kurma tersebut. Mungkin sebagian kita bertanya-tanya, "Lhoo kok bijinya sih?" Jawabannya karna kita semua tahu biji kurma sering sekali dibuang begitu saja padahal sebenarnya banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari biji kurma tersebut. Berikut pengolahan dari biji kurma tersebut hingga biji kurma tersebut bisa kita konsumsi

1. Cuci biji kurma tersebut dan tiriskan.
Usahakan proses pencucian biji kurma tidak menggunakan sabun dan sejenisnya karna sabun sangat berbahaya bagi tubuh jika terkonsumsi. Sebaiknya gunakan sikat gigi baru untuk membersihkan sisa-sisa daging kurma yang masih tertinggal lalu bilas dengan air sampai bersih.

2. Ratakan di dalam baki kemudian jemur seharian di bawah sinar matahari.
Penjemuran biji kurma hendaknya dilakukan ditempat yang aman dan terhidar dari debu serta gangguan dari semut dan binatang-binatang lainnya agar kebersihan dari biji kurma yang dijemur terjaga.

3. Kemudian bila sudah kering, goreng biji kurma tersebut dalam wajan tanpa minyak (digongseng atau disangrai) lalu goreng sampai hangus dan mengeluarkan aroma seperti kopi.
Tujuan dari penggorengan tanpa minyak (penggongsengan) ini bertujuan untuk membunuh parasit-parasit yang mungkin menempel sewaktu proses penjemuran dan juga untuk mematangkan biji kurma.

4. Tumbuk atau blender biji kurma tersebut dan terciptalah bubuk kopi (kurma) yang siap diseduh untuk di minum.
Setelah proses penggorengan tanpa minyak (gongseng) lalu tumbuk atau blender biji kurma tersebut dan masukkan dalam toples.

Begitulah proses pengolahannya. Gampang kan?

Ada banyak manfaat dari biji buah kurma ini serta nutrisi yang terkandung didalamnya juga baik untuk tubuh kita.

Manfaat dari biji kurma adalah :
  • Memberi energi instan
  • Memulihkan energi Syahwat
  • Menyembuhkan diabetes
  • Memberikan energi kepada pria dan wanita
  • Menghilangkan letih dan lesu
  • Menghangatkan badan
  • Mengendorkan saraf yang tegang
  • Menyembuhkan kanker, keputihan, gatal-gatal dan masuk angin
  • Menyembuhkan sakit perut
  • Menyegarkan badan / tidak mengantuk
  • Menyembuhkan darah tinggi, kolesterol, stroke dan goutt
  • Menyembuhkan sakit kepala / migrain
  • Melancarkan peredaran darah

Komposisi dan nutrisi dalam biji kurma antara lain :
  • Kelembaban: 7.17 - 9%
  • Protein: 1.82 - 5.2%
  • Lemak: 6.8 - 9.32%
  • Karbohdrat: 65.5%
  • Serat: 6,4 - 13,6%
  • Abu, sterol & Estrone: 0.89 -1.57%
  • Polisakarida Larut Alkali: 0.89 - 1.57%
  • Minyak Kuning-hijau: 6 - 8%
  • Kandungan Asam Lemak Minyak Kuning-hijau: Lauric, 8%; myrictic, 4%; palmitic, 25%; Stearic, 10%; oleic, 45%; Linoleic, 10%;
  • Juga terdapat kandungan asam kaprilat, kaprik dan asam oksalat rentang sampai 56%

Penyajian :

Secangkir kopi biji kurma biasa nya menghabiskan 10 keping biji kurma (jika menggunakan cangkir kopi). Untuk memperoleh rasa yang lebih enak kita bisa menambahkan susu atau madu. Kopi biji kurma tetap enak dikonsumsi meskipun tanpa susu dan madu karna tidak terlalu pahit seperti kopi biasa.
Penulis sendiri sudah pernah mencoba. Biasanya Penulis mengolahnya tidak pernah dalam jumlah banyak, sekitar 20 keping saja. Kalau bubuk kopinya sudah jadi biasanya Penulis masukkan dalam blender kira-kira 2 sendok makan, lalu dimasukkan pula susu kental manis secukupnya serta es secukupnya, lalu diproses, jadi deh. Kalau rasa tidak kalah sama kopi biasa dan bagusnya lagi biji kurma tidak mengandung kafein. Silakan cobain kalau tidak percaya!

Selain itu kopi biji kurma ini tidak hanya untuk diminum gan, bubuk biji kurma ini bisa dijadikan scrub untuk melembutkan kulit. Campurkan bubuk kopi biji kurma ini dengan madu sebelum disapukan ke kulit. Jika mengalami masalah kulit kepala yang parah atau rambut rontok, ambil bubuk kopi biji kurma ini campurkan dengan minyak zaitun, lakukan setiap hari sebelum tidur.

Demikianlah manfaat biji kurma!

sumber: kaskus.co.id

Seorang Mukmin Ibarat Pohon Kurma

Oleh: Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr[1]

Tidak ragu lagi bahwa perumpamaan itu sangat indah dan mudah dicerna oleh akal karena akan memudahkan kita untuk memahami suatu ungkapan. Dalam al-Qur’an saja terdapat empat puluh lebih perumpamaan. Tentu saja di balik perumpamaan tersebut terdapat pelajaran berharga bagi orang mau merenungi. Allah berfirman (yang artinya):

"Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu." (QS. al-'Ankabut : 43)

Sebagian salaf dahulu apabila membaca sebuah perumpamaan dalam al-Qur’an lalu dia tidak memahaminya, maka dia akan menangis tersedu-sedu seraya mengatakan, “Saya tidak termasuk orang-orang yang berilmu.” [2]

Oleh karena itulah, pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak saudara sekalian untuk merenungi dan mempelajari bersama sebuah perumpamaan dalam al-Qur’an dan hadits tentang iman.

Teks Hadits

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  يَوْمًا لأَصْحَابِهِ « أَخْبِرُونِى عَنْ شَجَرَةٍ مَثَلُهَا مَثَلُ الْمُؤْمِنِ ». فَجَعَلَ الْقَوْمُ يَذْكُرُونَ شَجَرًا مِنْ شَجَرِ الْبَوَادِى. قَالَ ابْنُ عُمَرَ وَأُلْقِىَ فِى نَفْسِى أَوْ رُوعِىَ أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَجَعَلْتُ أُرِيدُ أَنْ أَقُولَهَا فَإِذَا أَسْنَانُ الْقَوْمِ فَأَهَابُ أَنْ أَتَكَلَّمَ فَلَمَّا سَكَتُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هِىَ النَّخْلَةُ ».
Dari Ibnu Umar berkata, “Suatu hari, Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, ‘Kabarkanlah kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaannya seperti seorang mukmin?’ Maka para sahabat pun menyebutkan jenis-jenis pohon di badui.’ ” Ibnu Umar berkata, “Terlintas dalam benakku untuk menjawab ‘pohon kurma’, tetapi saya segan menjawabnya karena banyak para sahabat yang lebih tua dariku. Tatkala para sahabat diam, Rasulullah bersabda, ‘Pohon itu adalah pohon kurma.’ ” (HR. Bukhari 1/38 dan Muslim 4/2165 dan ini lafazh Muslim)

Hadits ini merupakan penjelasan dan tafsir terhadap firman Allah (yang artinya):

"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (QS. Ibrâhîm [14]: 24–25)

Penafsiran ini ditegaskan oleh para ulama salaf shalih dari kalangan sahabat dan selain mereka. Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Syu’aib bin Habhab berkata, “Suatu saat kami berada bersama Anas bin Malik, lalu disuguhkan kepada kami sebuah keranjang berisi kurma, kemudian Anas mengatakan kepadaku, “Makanlah wahai Abu Aliyah karena buah ini termasuk pohon yang disebutkan oleh Allah dalam Qur’an-Nya, lalu beliau membacakan ayat (QS. Ibrâhîm [14]: 24–25).” [3]

Semakna dengan redaksi di atas juga riwayat-riwayat yang dinukil dari ulama salaf lainnya seperti Ibnu Abbas, Mujahid, Masruq, Ikrimah, Dhahak, Qatadah, Ibnu Zaid.[4]

Lebih tegas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ النَّخْلَةِ، مَا أَخْذْتَ مِنْهَا مِنْ شَيْءٍ نَفَعَكَ
“Perumpamaan seorang mukmin itu seperti pohon kurma, apa pun yang engkau ambil darinya pasti bermanfaat bagimu.” [5]

Pohon kurma mendapatkan keistimewaan ini sebagai perumpamaan seorang mukmin karena pohon kurma adalah pohon yang sangat istimewa dan banyak manfaatnya. Imam Abu Hatim as-Sijistani menulis sebuah kitab khusus tentang pohon kurma. Dalam kitabnya tersebut beliau menyebutkan keistimewaan pohon kurma, nama-namanya, dan pembahasan-pembahasan menarik lainnya. Beliau mengatakan di pembukaannya, “Pohon kurma adalah tuannya para pohon, diciptakan dari tanah Nabi Adam[6]. Allah telah menjadikannya sebagai perumpamaan untuk kalimat lâ ilâha illallâh. Maka sebagaimana lâ ilâha illallâh adalah tuannya ucapan, demikian juga pohon kurma dia adalah tuannya pohon.” [7]

Dan yang perlu kita cermati bersama adalah tatkala Nabi memberikan perumpamaan seorang mukmin dengan pohon kurma, tentunya di sana ada sisi-sisi kesamaan antara keduanya yang sangat penting untuk kita renungi karena hal itu akan memberikan banyak manfaat bagi kita. Berikut ini akan kami sampaikan beberapa sisi kesamaan antara keduanya yang saya sarikan dari penjelasan ahli ilmu dalam kitab-kitab tafsir dan syarah hadits serta kitab-kitab lainnya.

PERTAMA: Pohon kurma pasti memiliki akar, batang, tangkai, daun, dan buahnya. Demikian juga dengan iman harus memiliki akar, cabang, dan buahnya. Akarnya adalah rukun iman yang enam, cabangnya adalah amal shalih dan ketaatan yang bermacam-macam, sedang buahnya adalah segala kebaikan dan kebahagiaan yang dipetik di dunia dan akhirat.

Al-Baghawi berkata, “Hikmah perumpamaan iman dengan pohon kurma adalah karena pohon itu harus memiliki tiga hal: akar, batang, dan tangkai. Demikian pula iman tidak sempurna kecuali dengan tiga hal: membenarkan dalam hati, ucapan dengan lisan, dan amalan anggota badan.” [8]

KEDUA: Pohon kurma tidak bisa hidup dan tumbuh kecuali apabila disiram dengan air, demikian juga seorang mukmin tidak hidup hatinya kecuali apabila disiram dengan siraman rohani berupa wahyu. Oleh karena itu, ketika Allah memperingatkan dari kerasnya hati, setelah itu Allah berfirman (yang artinya):

"Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya." (QS. al-Hadîd [57]: 17)

Dalam ayat ini terdapat isyarat bahwa sebagaimana Allah menghidupkan bumi dengan air dari kegersangan, demikian pula Allah menghidupkan gersangnya hati dengan wahyu. Namun, semua itu hanya dicermati oleh orang-orang yang memahami ayat-ayat Allah.

Oleh karena itu, seorang mukmin harus selalu mengontrol setiap waktu pohon imannya yang ada dalam hati dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, sebab jika tidak maka dikhawatirkan akan gersang kemudian mati. Dalam Musnad Imam Ahmad dari hadits Abu Hurairah berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الإِيْمَانَ لَيَخْلَقُ فِيْ جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ، فَاسْأَلُوْا اللَّهَ أَنْ يُجَدِّدَ الإِيْمَانَ فِيْ قُلُوْبِكُمْ
Sesungguhnya iman dalam hati seorang di antara kalian itu bisa luntur/usang sebagaimana lunturnya pakaian, maka berdoalah kepada Allah untuk memperbaharui iman dalam hati kalian.[9]

Dari sinilah kita mengetahui betapa butuhnya hamba untuk melaksanakan ibadah kepada Allah setiap waktu agar imannya selalu terjaga.[10]

KETIGA: Pohon kurma itu sangat kokoh dan kuat, demikian pula iman apabila mengakar dalam hati seorang maka akan kokoh seperti gunung yang tak tergoyahkan sedikit pun.

Imam Auza’i pernah ditanya tentang iman, apakah bisa bertambah? Beliau menjawab, “Ya, bertambah sehingga seperti gunung.” Lalu ditanya, apakah bisa berkurang? Beliau menjawab, “Ya, sehingga tidak tersisa sedikit pun.” [11]

KEEMPAT: Pohon kurma tidak tumbuh di sembarangan tanah, tetapi hanya tanah yang subur saja. Oleh karena itu, kurma tidak bisa tumbuh sama sekali di sebagian daerah, kadang bisa tumbuh tetapi tak bisa berbuah, terkadang berbuah tetapi buahnya kecil. Jadi tidak semua tanah cocok untuk pohon kurma.[12]

Demikian halnya dengan iman, ia tidak bisa tumbuh pada setiap hati manusia, tetapi hanya pada hati seorang yang diberi hidayah oleh Allah dan dilapangkan dadanya dengan keimanan.

KELIMA: Pohon kurma terkadang dikelilingi oleh tumbuhan lainnya yang ada di sekitarnya sehingga dapat mengganggu pertumbuhannya. Oleh karenanya, sang pemilik pohon kurma harus selalu merawatnya dan membersihkan tumbuhan-tumbuhan lain yang mengganggu pertumbuhannya, sebab jika tidak maka pohon kurma tidak akan tumbuh dan mungkin bisa jadi akan terkalahkan oleh tumbuhan lainnya.

Demikian juga halnya dengan seorang mukmin dalam kehidupan ini, banyak sekali gangguan yang melemahkan imannya. Oleh karenanya, seorang mukmin hendaknya selalu berintrospeksi dan mengontrol imannya setiap saat dan berusaha semaksimal mungkin untuk membersihkan segala virus dan kotoran yang dapat menodai hatinya seperti godaan setan, fitnah dunia, hawa nafsu, dan sebagainya. Allah berfirman (yang artinya):

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. al-’Ankabût [29]: 69)

KEENAM: Pohon kurma adalah pohon yang penuh barokah sehingga setiap bagiannya bermanfaat dan tidak ada satupun bagian yang tidak bisa dimanfaatkan, buahnya jelas bermanfaat, batang kayunya untuk bangunan dan atap rumah, daunnya untuk penutup dan atap rumah, bahkan biji kurma sekalipun bisa dimanfaatkan.

Demikian juga halnya seorang mukmin, dia selalu berbarokah dalam setiap keadaan, dan selalu bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain sekalipun setelah meninggal dunia. Dia juga selalu bermanfaat bagi saudaranya yang lain, berakhlak mulia kepada sesama mereka, dan selalu berusaha membantu mereka dengan ucapan dan perbuatan.[13]

KETUJUH: Pohon kurma itu berbeda-beda dan bertingkat-tingkat bentuknya, jenisnya, buahnya, rasanya, sebagian lebih istimewa daripada yang lain. Demikian pula seorang mukmin, tingkatan iman mereka tidak sama, tetapi berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Allah berfirman (yang artinya):

"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar." (QS. Fâthir [35]: 32)

KEDELAPAN: Pohon kurma adalah pohon yang sangat sabar menghadapi angin yang kencang menerpanya, berbeda dengan pohon-pohon lainnya yang goyang jika terkena angin kencang bahkan mungkin ambruk. Demikian juga seorang mukmin, dia sabar menghadapi angin musibah dan cobaan yang menimpanya, sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar dalam meninggalkan kemaksiatan, dan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan yang tidak berkenan baginya.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. al-Baqarah [2]: 155–157)

KESEMBILAN: Pohon kurma itu semakin tua umurnya semakin enak rasa buahnya. Demikian juga seorang mukmin, semakin tua umurnya maka akan semakin baik amal perbuatannya.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ خَيْرُ النَّاسِ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ».
Dari Abdullah bin Busr berkata, “Ada seorang Arab badui mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” [14]

KESEPULUH: Hati pohon kurma yang disebut dengan jummar termasuk bagian yang paling enak dan manis. Demikian juga hati seorang mukmin, tidak terisi kecuali dengan kebaikan, istiqamah, dan kejernihan.

KESEBELAS: Buah kurma termasuk buah-buahan yang sangat bermanfaat, ketika masih basah yang disebut dengan ruthab bisa dijadikan buah dan manisan, dan ketika kering yang disebut dengan tamr bisa sebagai makanan, buah-buahan, manisan, obat dan manfaat lainnya yang bermacam-macam.

Demikian halnya dengan seorang mukmin, manfaat dan kebaikannya bermacam-macam. Dan sebagaimana buah kurma itu manis rasanya, demikian halnya dengan keimanan, ada rasa manis dan lezat yang dirasakan oleh orang yang kuat imannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

“Ada tiga hal yang apabila ada pada diri seorang maka dia akan merasakan lezat/manisnya iman; apabila Allah dan rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya. Dan mencintai seorang dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan orang yang takut untuk kembali kepada kekufuran sebagaimana dia tidak ingin dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Bukhari 1/22 dan Muslim 1/66)

KEDUA BELAS: Termasuk sisi kesamaan yang unik antara seorang mukmin dengan pohon kurma adalah apa yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim: “Manusia telah menyebutkan sisi-sisi kesamaan antara manfaat pohon kurma dengan sifat seorang mukmin. Dan tatkala berbicara tentang duri pohon kurma, mereka menyerupakannya dengan sifat seorang mukmin yang keras terhadap musuh-musuh Allah, sehingga sifat kerasnya tersebut seperti duri, adapun terhadap orang-orang yang beriman dan bertakwa maka ia seperti kurma basah (ruthab) yang lembut dan manis.

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. al-Fath [48]: 29)[15]

Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa iman adalah suatu pohon yang penuh berkah dan banyak manfaatnya dan buahnya, memiliki tempat tersendiri untuk ditanami, siraman khusus, dan memiliki akar, cabang dan buah.

  • Adapun tempatnya yaitu hati seorang mukmin. Di situlah benih dan akarnya ditanam sehingga menumbuhkan batang pohon dan tangkainya.
  • Adapun siramannya yaitu wahyu berupa al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah. Itulah siraman pohon tersebut, ia tidak akan bisa hidup dan tumbuh kecuali dengan siraman tersebut.
  • Adapun akarnya yaitu rukun iman yang enam dan rukun yang paling tinggi adalah iman kepada Allah.
  • Adapun cabangnya yaitu amal shalih serta ketaatan yang beragam.
  • Adapun buahnya yaitu semua kebaikan dan kebahagiaan yang diraih seorang mukmin di dunia adan akhirat. 

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di menulis sebuah risalah khusus tentang masalah ini berjudul at-Taudhih wal Bayan li Syajaratil Iman. Dalam kitab tersebut beliau menjelaskan tentang pohon iman ini secara lebih terperinci.

Demikianlah beberapa sisi kesamaan antara pohon kurma dengan seorang mukmin. Semoga Allah menjadikan kita semua ahli iman.

[1] Disadur secara bebas oleh Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi dari buku beliau Ta’ammulat fi Mumatsalatil Mu’min lin Nakhlah, terbitan Dar Ibnu Affan, KSA, cet. pertama, 1419 H.

[2] Al-Kafiyah Syafiyah hlm. 9

[3] Sunan Tirmidzi no. 3119 dan diriwayatkan pula oleh Abdurrazzaq, Ibnu Jarir, Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim, ar-Raomahumurmuzi dalam al-Amtsal, sebagaimana dalam ad-Durr al-Mantsur 5/22 karya as-Suyuthi.

[4] Lihat atsar-atsar ini dalam Tafsir ath-Thabari 8/204–206 dan ad-Durr al-Mantsur 5/22–23 karya as-Suyuthi.

[5] HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jamul Kabir 12/no. 1351 dan dishahihkan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 1/147 dan al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah no. 2285.

[6] Hadits yang menyebutkan bahwa pohon kurma tercipta dari tanah Nabi Adam tidak shahih dari Rasulullah n\ sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Jauzi dalam al-Maudhu’at 1/129. Lihat pula al-Mizan 5/222 oleh adz-Dzahabi dan Silsilah adh-Dha’ifah 1/283–284 oleh al-Albani.

[7] Kitab an-Nakhlah hlm. 33

[8] Tafsir al-Baghawi 3/33

[9] HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/4 dan dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah 4/113.

[10] Lihat I’lamul Muwaqqi’in 1/174 karya Ibnul Qayyim.

[11] Syarh Ushul I’tiqad 5/959 karya al-Lalikai

[12] Lihat Kitab an-Nakhlah hlm. 66–67.

[13] Lihat Fathul Bari 1/145–146 karya Ibnu Hajar dan Miftah Dar Sa’adah 1/120 karya Ibnul Qayyim.

[14] HR. Tirmidzi 4/565 dan dishahihkan al-Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi 2/271.

[15] Miftah Dar Sa’adah 1/10–121

sumber: abiubaidah.com

Grafologi: Seni Membaca Kepribadian Lewat Tulisan Tangan


Definisi grafologi adalah seni membaca karakter tulisan tangan. Tulisan tangan mirip sidik jari-setiap orang memiliki ciri khusus. Kalaupun ada dua orang memiliki tulisan tangan yang sama, jika anda perhatikan, pasti akan terlihat bedanya.

Tulisan tangan terbentuk dari rangsangan kecil dari otak sehingga sering sekali para ahli grafologi menyebut tulisan tangan adalah “tulisan otak.” Grafologi merupakan sebuah ilmu yang empirik, karena ilmu ini dibuktikan berdasarkan fenomena dalam satu populasi dan ada kuantifikasi hasil atau ada hasil dari uji statistik yang bisa dipertanggungjawabkan.

Sejarah Grafologi

Kegunaan grafologi bisa kita lihat sejak 6000 tahun yang lalu, di masa Cina kuno. Pengetahuan mereka berpindah ke orang Yunani dan Romawi, dan Kaisar Nero menggunakannya untuk menentukan orang yang bisa ia percaya.

Buku pertama yang muncul tentang tulisan tangan ditulis oleh orang Italia, Camillo Baldi pada tahun 1622. Namun, kata ‘grafologi’ sesungguhnya diungkapkan oleh Jean Michon, orang Perancis, pada abad ke-19. Kata tersebut datang dari bahasa Yunani ‘graphí’ yang berarti menulis, dan ‘ology’ yang berarti ilmu.

Michon membentuk Graphological Society (Lembaga Grafologi) di Paris, yang berkembang sampai masa Perang Dunia Kedua (1939-1945). Penulis Edgar Allan Poe juga mempelajari tulisan tangan dan mempublikasikan penemuannya, serta menyatakan kata ‘autograph’ untuk menjelaskan pendekatannya.

Grafologi dipelajari di Klinik Psikologi Harvard tahun 1930 oleh Gordon Allport, dan pada tahun 1955 Klara Roman dan George Staemphli mengembangkan faktor-faktor penting untuk menilai karakter dari tulisan tangan. Di banyak universitas Eropa, grafologi adalah bagian dari kurikulum untuk jurusan psikologi.

Sekarang ini banyak area dalam hidup di mana grafologi dianggap sangat berguna. Menilai tulisan tangan sangatlah membantu dalam banyak bidang saat ini. Contohnya dalam bidang pendidikan, kita dapat mengetahui bakat dan minat seseorang, pelaku kekerasan di sekolah, dan dapat pula digunakan untuk bimbingan atau BK.

Grafologi juga digunakan di bidang kriminalitas, forensik, dan konseling. Analisis tulisan tangan sangat penting dalam menentukan apa ada dokumen yang dipalsukan, karena masih tetap bergantung pada fakta bahwa tiap orang menulis dengan cara yang berbeda dan variasi sekecil apapun bisa diketahui. Grafologi juga bisa digunakan para ahli untuk mendiagnosis penyakit mental, dan bisa digunakan oleh polisi untuk mendapatkan gambaran tentang kesehatan mental dari tersangka.

Jadi bagaimana anda bisa menggunakan grafologi dalam kehidupan sehari-hari? Anda bisa menggunakannya untuk mendapatkan ide yang keren tentang karakter dan kemampuan diri anda, dan juga untuk mendapatkan pengertian yang lebih mendalam dari teman dan juga keluarga anda. Kalau anda bisa melihat tulisan tangan seorang cowok atau cewek, ini bisa memberi anda petunjuk seperti seberapa bagus dia bila menjadi teman kencan dan apakah anda berdua akan cocok atau mengalami kendala dalam menjalani hubungan.

Bagi anda yang menaruh minat dan ingin mempelajari grafologi, perlu diingat bahwa grafologi, seperti seni lainnya, perlu diperlakukan dengan hormat. Sangat tidak adil untuk mengambil contoh tulisan tangan seseorang lalu dibagi-bagikan ke teman-teman anda tanpa diketahui orang tersebut! Juga, jangan menyuruh orang untuk memberi contoh tulisannya tanpa sepengetahuan mereka.

Mereka punya hak untuk menjaga privasinya, dan anda akan punya kesenangan yang lebih banyak lagi dengan tulisan orang yang benar-benar mau ambil bagian dan yang bakal memberi tahu kalau anda ‘bisa menilai’ apa tidak-dengan begitu anda belajar lebih banyak lagi. Dalam grafologi juga, seseorang akan semakin ahli sejalan dengan jam terbang (learning by doing).

Tips Membaca Kepribadian dari Tulisan Tangan

1. Besar Kecilnya Tulisan.

Dilihat dari sudut pandang besar kecilnya tulisan terdapat empat kriteria penting yaitu : kecil, sedang, besar, dan sangat besar.

  • Tulisan yang berukuran kecil menunjukkan sifat pendiam, sering menyendiri tapi punya otak yang cemerlang dan pikirannya selalu ilmiah. Orang dengan tulisan seperti ini nalarnya logis.
  • Tulisan tangan yang ditulis kecil-kecil tapi jelas mudah untuk dibaca menunjukkan penulisnya pandai, juga punya konsentrasi kuat, walau sayang tipe ini kadang suka sekali menonjolkan keilmuannya. Sedangkan jika tulisan tangan kecil dan susah membacanya berarti sang penulis adalah orang bertipe mandiri dalam hidupnya.
  • Tulisan tangan sedang, mengandung makna bahwa penulisannya adalah orang yang sangat terpaku kepada tradisi kuno, atau hal-hal yang bersifat formil modern. Tipe ini sangat jitu dalam penggunaan logika untuk dasar referensi keputusan-keputusannya.
  • Jenis tulisan tangan yang besar menunjukkan besarnya ambisi seseorang namun murah hati dan selalu ingin dihargai oleh orang lain, di samping suka melebihkan omong-omongan yang kurang perlu. Sedangkan untuk jenis tulisan tangan yang sangat besar menunjukkan bahwa penulisnya sangat hati-hati dalam segala hal, gemar membuat perhatian bagi sekelilingnya, banyak over aktingnya dalam mencari perhatian, ingin selalu tampil di depan, karena dia gemar berpetualang kemana-mana, mengikuti panggilan jiwanya.

2. Gaya Tulisan.

Dalam spesifikasi Gaya Tulisan ini terbagi ke dalam lima sub. Masing-masing, adalah :

2.1 Gaya Sambung Biasa
Orang yang punya model tulisan begini biasanya senang memberi respon pada setiap masalah, bisa menerima ide dari orang lain, mudah bergaul dan disenangi teman. Baginya berbakat untuk menjadi seorang pemimpin.

2.2 Gaya Sambung Berbentuk Petak
Mengandung arti penulisnya mudah dipengaruhi, selalu menilai enteng setiap persoalan, hingga tindakannya kadang terkesan sembrono, tanpa pemikiran matang.

2.3 Gaya Sambung Berliku
Tulisan yang banyak luka-likunya, mengandung makna bahwa penulisnya sangat formil, hati-hati dan sering menonjolkan status, namun umumnya sifat mereka pendiam, gemar menyendiri dan biasanya banyak memiliki keahlian atau bakat.

2.4 Gaya Lurus dan Lancip
Tulisan tangan model demikian menunjukkan penulisnya orang agresif, sangat tekun mengerjakan sesuatu, walau kadang enggan berkompromi dengan orang lain. Bila lancipnya pada huruf awal saja maka pertanda dirinya orang yang banyak mengalami konflik psikologis, sehingga kadang bersikap agresif.

2.5 Gaya Campuran
Bentuk tulisan bersambung yang tak karuan menuliskan cepat, dan kadang sukar membacanya hal ini mengandung arti bahwa penulisnya adalah orang yang biasa berpikir cepat, kreatif tapi paling tersinggung kalau dikritik. Bahkan, bila tidak sesuai dengan kehendaknya jangan harap orang bisa mendapatkan bantuannya karena dia paling doyan mengelak dalam memberi pertolongan.

3. Kemiringan Tulisan

Bentuk kemiringan tulisan tangan, apakah itu miring ke kiri atau ke kanan, atau tegak lurus.

  • Mereka yang tulisannya miring ke kiri menunjukkan penulisnya bersikap tertutup (introvet). Segala sesuatu diukur menurut penilainnya sendiri atau menurut ukuran masa lampau. Disamping mempunyai sikap konservatif, orang dengan tipe tulisan ini sangat individualis.
  • Jenis tulisan miring ke kanan, menandakan orang yang ramah, aktif dan bersikap terbuka (extropet), berani menghadapi tantangan baru. Dalam bekerja kata hatinya merupakan power yang penting, tapi dalam hal yang kurang dikuasai dia lebih banyak untuk menanyakan kepada ahlinya.
  • Tulisan tangan yang bentuknya tegak, mengandung arti bahwa penulisnya adalah tipe orang yang tak suka banyak diatur. Baginya dia adalah miliknya sendiri, kebebasan menjadi hobinya dalam mengerjakan sesuatu tindakan, namun kontrol diri tidak pernah lepas dalam memilah dan memilih hal yang dianggapnya positif.

4. Tekanan Tulisan

  • Bila kita memperhatikan bekas tulisan tangan seseorang akan ditemukan tampak goresan tekanan tulisan seperti tercetak di baliknya. Dengan memperhatikan bekas goresan yang tercetak di balik kertas kita akan dapat mengetahui dan menebak bagaimana kepribadian dan tingkah laku si penulisnya.
  • Tekanan yang halus berarti pembawaannya tenang, tapi mudah atau tidaknya dibaca itu bukan persoalan. Sedangkan tulisan yang bekas tekanannya tercetak jelas dibelakangnya menandakan penulisnya punya sifat kaku dan formal. Karenanya orang ini sulit untuk bisa cepat menyesuaikan diri dalam pergaulan, namun dia menganggap bersikap demikian penting baginya agar dihargai orang lain.

5. Bentuk Huruf Awal

Diantara orang ada yang gemar memainkan bentuk tulisannya, terutama bentuk awal tulisannya. Beberapa ciri dan kecenderungan karakter si penulis adalah sebagai berikut :

5.1 Bentuk Jangkar
Disebut bentuk jangkar karena memang huruf awal tulisnya dalam bentuk jangkar. Tulisan ini memberi tanda bahwa yang memiliki tulisan cenderung bersikap kurang dewasa dan kurang percaya diri dalam menjalani hidup. Dia banyak bersikap pasif.

5.2 Bentuk Busur
Disebut bentuk busur karena memang bentuk awalnya membentuk busur seperti ditarik. Pemilik tulisan ini biasanya cepat puas dengan hasil yang dicapai, dan hidupnya sangat berpandangan kuat akan nilai-nilai religius.

5.3 Bentuk Memanjang
Huruf awal memanjang yang dituliskan pelan-pelan, menunjukkan bahwa orangnya terlalu berhati-hati dalam merencanakan masa depan. Panjanganya huruf awal menunjukkan kelambatan kerja dan pemborosan waktu.

5.4 Bentuk memanjang dari bawah
Bentuk memanjang dari bawah bila digoreskan secara kilat menunjukkan penulisannya orang yang agresif dan cepat menyelesaikan pekerjaan, disamping gemar melakukan berbagai eksprimen.

6. Bentuk Huruf Akhir

Bentuk akhir kata yang dituliskan, menunjukkan sikap sosial dan kualitas penulisnya. Tentang huruf akhir ini ada tiga model. Masing-masing, adalah :

  • Bila huruf akhir suatu kata ditulis memanjang, mengandung pengertian bahwa orang itu memiliki kemurahan hati, rasa sosialnya besar.
  • Bila huruf akhir memanjang ke atas, berarti penulisnya menyukai kemewahan, disamping idealis dan punya semangat yang tinggi.
  • Bila huruf akhir menyilang berarti tidak segan mengritik diri sendiri apabila perbuatannya memang salah atau keliru.

Spasi Tulisan Juga diperhatikan dalam Grafologi


Spasi antarkata dan antarhuruf mengungkapkan seberapa murah hati atau jahatnya seseorang, seberapa mudah bergaul, dan tingkatan diskriminasi yang dia gunakan dalam memilih teman.

  • Lebar: berasosiasi dengan jarak, separasi, pelepasan.
  • Sempit: berasosiasi dengan kedekatan, kualitas gelisah, ketidakleluasaan.

Tolok ukur: satu huruf. Jika jarak antarkata kurang dari satu huruf, dikatakan sempit (kecil). Jika lebih dari satu huruf, dikatakan lebar (besar).

  • Spasi kecil antarhuruf: mengindikasikan kebutuhan akan orang lain dan kehidupan sosial yang penuh. Bila sangat kecil: berpandangan picik dan gelisah, tidak terbuka.
  • Spasi lebar antarhuruf: menunjukkan kehati-hatian dan kewaspadaan dalam memilih kenalan, terisolasi.
  • Spasi kecil antarkata: tanda ketidakmampuan untuk membuat rencana dan rendahnya kemampuan dalam organisasi, posesif, tergantung, memiliki sikap bermusuhan, membutuhkan orang lain, mudah bergaul, memiliki sifat sosial tinggi.
  • Spasi lebar antarkata: tanda kemampuan untuk melihat ke depan secara objektif, ingin menjaga jarak dengan orang lain, berhati-hati dalam setiap hubungan, suka menyendiri, cenderung tidak percaya pada orang lain.
  • Spasi antarbaris kecil: suka terlibat langsung dengan tindakan.
  • Spasi antarbaris lebar: tanda ketidakmampuan dalam membuat perencanaan, suka berada di balik layar, menjaga jarak, mengamati dengan seksama.

Marjin dan Kemiringan Tulisan juga Mengungkap Karakter Seseorang

Marjin: Mengungkapkan kualitas pendidikan dan sosial.

  • Marjin atas lebar: cenderung menarik diri dan menjaga jarak dengan orang lain, bersifat formal, hormat terhadap orang lain.
  • Marjin atas sempit: menyukai formalitas.
  • Marjin bawah lebar: rasa takut terhadap seks, idealis, kurang bersahabat, mementingkan keterampilan luar, adanya trauma emosional.
  • Marjin bawah sempit: mempunyai naluri suka menimbun, sok akrab, kurang hati-hati, sentimental, materialistis, mudah lelah, kurang bisa berkomunikasi.
  • Marjin kiri lebar: latar belakang kebudayaan yang baik, intelejensi, rasa seni, selalu ingin berkembang dan aktif.
  • Marjin kiri sempit: persahabatan yang tidak pandang bulu, picik, pendiam, hipersensitif, hati-hati, ingin menghindari tekanan.
  • Marjin kanan lebar: ketakutan akan masa depan.
  • Marjin kanan sempit: pendekatan lebih berhati-hati terhadap calon teman dan dunia secara umum, kurangnya sikap memilih-milih, murah hati, sembrono, ketidaksabaran, ingin segera keluar dari masalah.
  • Rata: memiliki pikiran yang teratur dan mata yang artistik.
  • Satu halaman penuh tulisan tanpa ada jarak spasi: picik, banyak bicara.
  • Satu halaman hampir semuanya bermarjin: penakut, tertekan, tidak pernah puas.
  • Marjin kiri acak-acakan: depresi temporer.
  • Marjin kiri semakin melebar ketika tulisan turun: bermakna tulisan cepat dan spontan, kesulitan untuk menggunakan waktu.
  • Marjin kiri semakin menyempit ketika tulisan turun: cenderung memulai tugas yang berani.
  • Marjin sempit di sisi kiri dan kanan: tidak melihat berbagai hal dari segi pandangan masyarakat lainnya, tidak melihat dirinya dengan baik.
  • Marjin kiri tidak rata: tidak bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat, suka melawan, suka menyimpang, tidak disiplin.
  • Tidak ada marjin: sibuk, berusaha keras, pelit, egois.

Kemiringan.

  • Ke kiri: berhubungan dengan masa lalu dan hal-hal yang negatif.
  • Vertikal: berhubungan dengan pengendalian dan formalitas.
  • Ke kanan: berhubungan dengan masa depan dan hal-hal yang positif.Ke kanan: ekstrover, kepribadian yang bebas disertai kebutuhan dan kapasitas untuk kontak manusiawi, keinginan memberi dan menerima afeksi, mudah berkomunikasi, bersahabat, responsif, suportif, kurang sabar, tidak tenang, tergesa-gesa, aktif. Positifnya: keaktifan, simpati, kemampuan bergaul. Negatifnya: ketidaksabaran, ketergesa-gesaan, kepanikan.
  • Terlalu ke kanan: makin suka bergaul tetapi dengan kendali emosi yang lebih rendah, mudah bosan, mudah gelisah, banyak teman dekat
  • Sedikit ke kanan: membutuhkan orang lain, berpandangan ke luar, ekstrover
  • Ke kiri: introver, dituntun oleh pikiran ketimbang emosi, mudah tersinggung. Positifnya: kontrol diri, sikap hemat, pemikiran yang konservatif. Negatifnya: keegoisan, ketakutan terhadap masa depan, mengucilkan diri
  • Terlalu ke kiri: introspektif, gugup, pemimpi
  • Sedikit ke kiri: banyak menggunakan pikirannya, agak introver
  • Vertikal: independen, tidak ekstrover dan juga tidak introver, tidak tergantung pada orang atau sesuatu yang lain. Positifnya: kenetralan, dominasi pemikiran, kontrol diri, penjagaan jarak. Negatifnya: keegoisan, tidak berbelas kasih, sikap dingin, dan kaku.
  • Bervariasi (ada ke kanan, ada ke kiri): kepribadian yang serba guna tetapi kerap tidak stabil, mudah berubah, kerap murung, kerap terombang-ambing antara kata hati dan kendali (pikiran dan emosi).

Tulisan yang dasarnya tetap, kuat, dan lurus menunjukkan orang yang suasana hatinya terkendali. Dia tidak mudah digoyahkan orang lain dan mempunyai keseimbangan yang baik, berterus terang, dan tekun.

  • Turun: berhubungan dengan depresi, lelah, ketidakjujuran, kesedihan, pesimisme
  • Datar: berhubungan dengan ketenangan dan stabilitas luar.
  • Naik: berhubungan dengan penuh harapan, ambisi, kejujuran, aktivitas, motivasi dan sukses.
  • Miring ke atas (menaik): menunjukkan ambisi dan optimisme, orang yang teratur, berperasaan dan bertanggung jawab, suka bergaul, menyenangkan.
  • Menaik tiruan (garis dasar menaik tetapi jatuh pada bagian akhir): mudah menyerah.
  • Miring ke bawah (menurun): menunjukkan pesimisme dan depresi, kelelahan mental dan fisik.Makin tinggi sebuah garis menanjak, makin ambisius dan optimistis. Makin jauh kemiringan ke arah bawah, makin besar pesimisme.
  • Bervariasi: mengungkapkan suasana hati, mudah mengesampingkan akal sehat guna memberi tempat kepada perasaan. Mungkin dia tidak sabar dan tidak dapat diandalkan.
  • Membentuk kurva (menaik kemudian menurun) atau cembung: mudah menyerah, memulai pekerjaan dengan semangat dan antusiasme yang tinggi tetapi kemudian kehilangan semangat.
  • Membentuk kalung (menurun kemudian menaik) atau cekung: jalan untuk mencapai tujuan, memulai suatu pekerjaan dengan semangat dan antusiasme rendah tetapi kemudian sangat bersemangat.
  • Lurus: stabil, terkendali.
  • Sangat lurus: bertindak dangkal seolah-olah terkendali.
  • Tiap kata naik: sedang bahagia
  • Tiap kata turun: tidak bahagia

sumber: annunaki.me

Penjelasan Ilmiah Tentang Tulisan Tangan Akseyna yang Gagal Dipalsukan

Polisi menyimpulkan mahasiswa Biologi UI Akseyna Ahad Dori (Ace) yang ditemukan tewas di Danau UI dibunuh. Akseyna sempat menuliskan surat wasiat yang kalau dilihat sepintas mirip tulisan tangannya. Namun setelah diperiksa, teryata tulisan ini dibuat Akseya dan seorang lainnya yang masih misterius.

Pesan bertuliskan 'Will not return for please dont search for existence my apologies for everything eternally' ini awalnya menjadikan jadi indikasi Akseyna bunuh diri dengan menenggelamkan diri ke Danau UI. Namun ternyata ada bagian di surat wasiat ini yang ditulis orang lain. Orang misterius ini mencoba memalsukan tulisan Akseyna, sehingga seolah-olah pemuda ini bunuh diri. Lalu mengapa langkah tersebut gagal ?.

Penganalisis tulisan tangan (grafolog) dari American Handwriting Analysis Foundation, Deborah Dewi, yang sempat dimintai keterangan oleh polisi terkait surat wasiat itu menjelaskan tulisan tangan sulit dipalsukan.

"Hampir mustahil sebuah dokumen tulisan tangan bisa dipalsukan secara sempurna," kata Debora seperti dikutip dalam websitenya, Jumat (5/6/2015).

Deborah menyatakan, dari bedah prosedur neuropsychology ditemukan tulisan tangan adalah sebuah alat ukur yang bisa menunjukkan kaitan kompleks antara otak dan pikiran manusia. "Otak setiap manusia tidak sama, maka tulisan tangan praktis akan memberikan informasi yang berbeda-beda pula pada setiap orang," katanya.

Deborah menjelaskan terdapat lima tingkatan otak manusia yang terlibat dalam pembuatan sebuah tulisan. Bagian-bagian itu adalah cerebral cortex, thalamus, hypothalamus dan limbic system; basal ganglia dan brainstem; cerebellum; syaraf tulang belakang.

"Jika salah satu bagian tersebut terluka misalnya stroke atau penyakit lainnya, hal tersebut pasti mempengaruhi kendali saraf motorik dan akan terlihat juga dalam tulisan tangan. Sehingga menurunnya kondisi kesehatan seseorang secara drastis juga dapat mempengaruhi kualitas tulisan tangannya," katanya.

Deborah mengatakan tulisan tangan dihasilkan oleh otak sadar dan otak bawah sadar sekaligus. Pernyataan apa yang akan ditulis dihasilkan oleh otak sadar, sedangkan bentuk tulisan tangan dibuat merupakan hasil dari goresan otak bawah sadar.

"Ketika sebuah tulisan tangan dipalsukan, otomatis goresan-goresan yang dihasilkan oleh otak bawah sadar dari si pemilik tulisan tangan asli mustahil bisa ditiru oleh si pemalsu," katanya.

Debora memberikan contoh penulisan huruf 'g' yang bisa berbeda dari satu orang ke orang lainnya. Orang pertama bisa menarik tangkai bagian bawah huruf 'g' dari atas ke bawah, sedangkan orang lainnya menarik tangkai bagian bawah huruf tersebut dari bawah ke atas. Hal ini menyebabkan hasil goresan dari huruf 'g' tersebut akan berbeda.

Bisa saja seorang pemalsu tulisan tangan meniru gaya orang yang menarik tangkai bagain bawah huruf 'g' dari bawah ke atas. Namun hal ini bisanya tak bisa dilakukan secara spontan dan juga dalam proses penulisan panjang.

"Perasaan tertekan atau kalut karena berbohong ketika membuat sebuah pernyataan tertulis pasti mempengaruhi ritme tulisan tangan yang bersangkutan dan menimbulkan kejanggalan," kata Deborah.

Hal ini disebabkan limbic system, salah satu bagian otak manusia yang berfungsi mengatur perubahan emosi manusia, dalam proses menghasilkan sebuah tulisan tangan. Perubahan yang terjadi dalam limbic system tercermin juga dalam tulisan tangan kita. Sehingga perasaan sedih, senang hingga stress semuanya tercermin dalam tulisan tangan dan bisa diukur secara jelas.

Deborah telah melakukan pemeriksaan surat wasiat yang ditinggalkan Akseyna atas permintaan polisi. Dia melakukan perbandingan tulisan surat wasiat ini dengan tulisan tangan yang biasa digunakan Akseyna sehari-hari.

"Setelah melakukan proses analisa dengan dokumen asli dari pihak kepolisian, melalui pembesaran mikroskopik 200x saya temukan bahwa tulisan tangan dalam surat tersebut milik 2 orang," kata Deborah kepada detikcom, Jumat (22/5) lalu.

Menurutnya ada indikator grafis yang menunjukkan bukti bahwa tulisan tangan di surat wasiat tersebut dibuat oleh 2 orang. Pada bagian pertama ditulis oleh Akseyna dan di bagian revisi oleh orang lain.

"Tulisan tangan bagian pertama identik dengan tulisan tangan almarhum (asli), sementara ada bagian tulisan tangan dan tanda tangan yang dibuat oleh orang lain. Bagian yang ditulis oleh orang lain adalah bagian yang direvisi berikut penambahannya (not, for eternity, existence) dan tanda tangan," ucapnya.

Soal indikator grafis tersebut sudah dijelaskan Deborah kepada pihak kepolisian. Info detail soal itu belum bisa diberikan karena masih menjadi bahan penyelidikan.

"Hal ini sangat teknis sekali dan ada dalam 30 lembar report saya ke tim penyidik kemarin dan butuh waktu hampir 6 jam untuk menjabarkannya," kata dia.

sumber: detik.com

Visi Rasulullah untuk Pendidikan Generasi Abad 21

Oleh: Budi Ashari, Lc.

Visi Umat Saat Ini

Suatu peradaban terbentuk dari masyarakat, sedangkan masyarakat terbentuk dari komunitas terkecil yaitu keluarga.  Maka tinggi/rendahnya suatu peradaban diawali dengan tinggi/rendahnya kualitas keluarga-keluarga di dalamnya.

ISLAM meminta kita untuk memiliki VISI yang BESAR.  Namun sayangnya fakta berkata bahwa umat Islam di zaman ini hanya memiliki visi yang kecil dan remeh dalam sudut pandang Islam.

Apa contohnya?

Perhatikan tujuan para orangtua menyekolahkan anak-anaknya: Supaya kelak bisa punya pekerjaan yang bagus, punya rumah yang bagus, punya kendaraan sendiri?
Perhatikan betapa bangga dan puasnya para orangtua yang anak-anaknya "sukses": punya pekerjaan bagus, punya rumah, punya kendaraan, sudah menikah, punya anak...

Itulah definisi SUKSES yang diadopsi oleh umat Islam di zaman ini.  Diadopsi?  Ya, diadopsi dari orang-orang kafir yang tidak mengetahui, tidak mengerti apalagi meyakini akhirat.  Hal yang dianggap kesuksesan luar biasa oleh orang-orang kafir, namun sesungguhnya sangat remeh dalam pandangan Islam.

Dari contoh di atas, ternyata saat ini kita menuntut ilmu untuk tujuan dunia.  Sudah tahukah Anda apa sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. tentang orang yang menuntut ilmu untuk tujuan dunia?

    حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ أَبِي طُوَالَةَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَعْمَرٍ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيحَهَا
"Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yg seharusnya karena Allah Azza Wa Jalla, namun ia tak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan sebagian dari dunia, maka ia tak akan mendapatkan baunya Surga pada Hari Kiamat." [HR. Abu Daud No.3179].

Melemahnya Umat Islam

Umat Islam saat masih bersatu di bawah pimpinan seorang khalifah yang menerapkan hukum (syari'at) Allah adalah suatu umat yang kuat.  Daulah Islam menguasai peradaban yang tinggi. Rakyat yang hidup di dalamnya, baik Muslim maupun non-Muslim, hidup aman sejahtera dan ilmu pengetahuan mengalami kemajuan yang pesat.  Namun saat kaum Muslim mulai menurunkan standar visinya dan disibukkan oleh hal-hal remeh (duniawi), saat itulah dimulainya kemunduran.

Belajarlah dari sejarah salah satu penyebab lepasnya Andalus dari tangan kaum Muslimin, yaitu hadirnya seorang pemusik dari Iraq yang pindah ke Andalus, bernama Abu Al Hasan Ali bin Nafi' (atau dikenal juga dengan sebutan Ziryab).  Dialah yang mengajari masyarakat Andalus tentang menyanyi, table manner (termasuk urutan makan dari appetizer - main course - dessert), makan 3 kali sehari, dress code, hairstyle dsb.  Sehingga umat Muslim mulai menyukai dan disibukkan dengan hal-hal remeh tersebut. Maka masjid-masjid di Andalus mulai sepi. Muslimin makin jauh dari Islam karena makin cinta dunia.

Benarlah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berikut:

    عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” [HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278].

Visi Misi Keluarga Muslim

Sumber hukum Islam telah menjelaskan visi dan misi keluarga Muslim dalam dalil-dalil sebagai berikut:

Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka

Dalil: Al Qur'an surah At Tahrim (66): 6

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Ini adalah perintah Allah subhanahu wata'ala kepada orang-orang yang beriman.  Menjaga diri dan keluarga dari api neraka berarti tidak boleh ada perbuatan ahli neraka yang masuk ke dalam keluarga dan rumah kita.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. sebagai suri teladan telah memberi contoh betapa beliau tidak pernah berkompromi dalam hal ini, bahkan kepada anak-anak.  Hal ini terlihat dari riwayat saat cucu beliau, Hasan, mengambil sebiji kurma dari tempat kurma-kurma zakat/sedekah.  Beliau segera menyuruh cucunya yang masih kecil itu untuk mengeluarkan kurma itu dari mulutnya. Namun Hasan tidak mengeluarkannya, sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. memasukkan jarinya ke mulut cucu beliau dan mengeluarkan kurma itu.  Saat itu usia Hasan masih kecil, namun Rasulullah tidak memberi kompromi.

Bagaimana dengan kita? Kita biasa memakai kata "maklum" atas perbuatan anak-anak.  Bahkan saat ini kita berstandar ganda; di satu sisi mengakui harus menjauhi yang haram, tapi di sisi lain kita menikmati perbuatan/hal-hal yang haram karena membuat hidup lebih mudah (contoh: pinjaman/cicilan dengan riba dan transaksi/muamalah dengan akad-akad bathil).  Ingatlah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. mencontohkan bahwa tidak boleh ada kompromi dalam menjauhkan diri dan keluarga dari neraka.  Tegakah kita jika salah satu anggota keluarga kita disiksa di neraka?

Mewujudkan Pasangan dan Keturunan Penyejuk Mata dan Pemimpin bagi Masyarakat Bertakwa

Dalil: Al Qur'an surah Al Furqan (25): 74

    وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
"Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."

Perhatikanlah do'a yang indah ini:
  • Ayat ini mendahulukan kata 'pasangan', baru kemudian menyebut 'keturunan'.
  • Ayat ini mendahulukan do'a meminta 'penyejuk hati', baru memohon 'jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.'

Al Qur'an sebagai mu'jizat, berisi kalamullah yang begitu sempurna baik dalam pemilihan kata maupun urutan peletakan kata.  Mari kita renungkan kedua poin di atas:

Poin 1.
Sudah sewajarnya bahwa kita mempunyai pasangan yang sah secara syari'at sebelum mempunyai keturunan. Keturunan baru akan menjadi penyejuk mata saat kita berhasil mewujudkan pasangan yang menjadi penyejuk mata bagi kita.  Amat sulit mewujudkan keturunan yang istimewa saat hubungan pasangan tidak baik.

Poin 2.
Pemimpin yang baik lahir dari keturunan yang menjadi penyejuk mata dalam keluarga.  Rumah adalah tempat utama lahirnya para pemimpin istimewa. Kegagalan menghadirkan pemimpin yang adil dan penuh belas kasih adalah bukti kegagalan keluarga Muslim menanamkan pondasi awal seorang calon pemimpin yang menyejukkan mata di rumah. Mewujudkan pemimpin yang baik, yang lahir sebagai penyejuk mata dalam keluarga inilah yang menjadi masalah umat saat ini.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. dan para sahabatnya memberi teladan kepada kita betapa mereka saat menjadi pemimpin umat, tetap memiliki waktu untuk bercengkerama bersama keluarga dan bermain bersama anak-cucu mereka.

Dalam sebuah riwayat bahkan Khalifah Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anh pernah batal memberikan jabatan kepada seseorang setelah mengetahui bahwa orang tersebut tidak pernah memeluk dan mencium anak-anaknya.

Bersama Hingga di Surga

Dalil: Qur'an surah At Thur (52): 21

    وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya."

Tidakkah kita ingin berkumpul kembali dengan keluarga kita kelak di surga?

Jadikanlah pembicaraan tentang surga sebagai pembicaraan dalam keluarga.  Sampaikanlah betapa inginnya kita berkumpul kembali bersama pasangan dan anak-anak kita di surga kelak, sehingga visi ini akan tertanam dalam hati setiap individu dalam keluarga dan akan bersama-sama mengusahakan terwujudnya visi ini.

Melahirkan Generasi Penegak Khilafah

Dalil: Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. diriwayatkan oleh Ahmad: Dari Hudzaifah bin Al Yaman, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. bersabda:

    تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها ثم تكون ملكا عاضا فيكون ما شاء الله أن يكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون ملكا جبرية فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ثم سكت
"Adalah Kenabian (nubuwwah) itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang menempuh jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Kekuasaan yang menggigit (Mulkan ‘Aadhdhon), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Kekuasaan yang memaksa (diktator) (Mulkan Jabariyah), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah)." Kemudian beliau (Nabi) diam.

Dalam hadits di atas Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. menjelaskan tentang 5 fase zaman:
  1. Masa Kenabian (Nubuwwah);
  2. Masa Khilafah yang menempuh jejak kenabian (Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah);
  3. Masa Kekuasaan yang menggigit (Mulkan ‘Adhdhon);
  4. Masa Kekuasaan yang memaksa (diktator) (Mulkan Jabariyyah);
  5. Masa Khilafah yang menempuh jejak Kenabian (Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah).

Fase ke-1. Masa Kenabian (Nubuwwah)
Ini adalah masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam., hingga beliau wafat. Beliaulah yang menjadi pemimpin dan mengurus kesejahteraan dan keamanan seluruh umat Islam, baik masyarakat Arab maupun non-Arab yang berada dalam naungan Daulah Islam.

Fase ke-2. Masa Khilafah Berdasar Sistem Kenabian (Khilafah 'ala minhaj an-Nubuwwah)
Khilafah adalah sistem kepemimpinan untuk seluruh umat Muslimin di seluruh dunia, dengan satu pemimpin, satu aturan berdasarkan syari'at Islam. Ini adalah masa para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. memimpin, diawali dengan Abu Bakar radhiyallahu 'anh (2 tahun), dilanjutkan oleh Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anh (10 tahun), Utsman bin Affan radhiyallahu 'anh (12 tahun), Ali bin Abu Thalib radhiyallahu 'anh (6 tahun), diakhiri dengan kepemimpinan Hasan bin Ali radhiyallahu 'anh (6 bulan) yang mengundurkan diri pada bulan Rabi'ul Awwal, tepat 30 tahun wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Fase ke-3. Masa Kekuasaan yang menggigit (Mulkan 'Adhdhon)
Fase yang muncul selanjutnya adalah kerajaan, ditandai dengan berdirinya Dinasti Bani Umayyah. Dalam fase ini kekuasaan masih berada di tangan Muslimin. Namun dalam fase ini terjadi naik-turun keadilan tergantung pemimpin, kadang baik dan adil, terkadang juga zhalim.  Tapi pemimpin pada fase ini masih menegakkan syari'at Islam.

Fase ke-4. Masa Kekuasaan yang memaksa (diktator) (Mulkan Jabariyyah)
Pada fase ini dimulailah keterpurukan umat diawali dengan hilangnya kekuasaan kepemimpinan umat Muslim di muka bumi sehingga syari'at Allah (Islam) tidak lagi diterapkan, dan umat Muslim menjadi korban terbesar dari masa ini. Para ulama mengatakan bahwa saat ini kita berada di fase ke-4.

Fase ke-5. Masa Khilafah Berdasar Sistem Kenabian (Khilafah 'ala minhaj an-Nubuwwah)
Fase ini belum terjadi, dan akan terjadi karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidaklah bersabda melainkan apa yang disampaikan beliau adalah wahyu dari Allah subhanahu wata'ala.  Pada fase ke-5 ini akan hadir para pemimpin yang adil dan membawa kesejahteraan bagi rakyat. Rasulullah menamakan fase ini sama seperti fase ke-2.  Generasi seperti apa yang diperlukan untuk masa khilafah 'ala minhaj an-nubuwwah?  Ternyata kita telah diberi contoh yang lengkap dari sejarah di fase ke-2.

Melahirkan Generasi Pembuka Roma

Dalil: Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.:

    فقال عبد الله بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه وسلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي المدينتين تفتح أولا قسطنطينية أو رومية فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم مدينة هرقل تفتح أولا يعني قسطنطينية
Abdullah bin Amru bin Al-Ash berkata, "Bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk menulis, tiba-tiba beliau shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang kota manakah yang akan difutuh (dibebaskan) terlebih dahulu, apakah kota Konstantinopel atau kota Roma”. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, “Kota Heraklius terlebih dahulu (maksudnya Konstantinopel)” [HR Ahmad]

Pernyataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. ini disampaikan sekitar tahun 5 H atau 627 M, dan menjadi kenyataan di tahun 857 H atau 1453 M  yaitu lebih dari 8 abad kemudian.  Dulu Romawi terbagi menjadi 2 wilayah yaitu Romawi Barat yang terletak di Italia dan Romawi Timur yang meliputi wilayah Syam (Suriah, Palestina, Libanon, Yordania) dengan ibukota Konstantinopel (saat ini Istambul, Turki).  Konstantinopel adalah lambang kebanggaan Kristen Ortodoks dan merupakan benteng yang kuat tak terkalahkan pada masa itu.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. bersabda:

    لتفتحن القسطنطينية فلنعم الأمير أميرها ولنعم الجيش ذلك الجيش
"Kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel; sehebat-hebat amir (panglima perang) adalah amir-nya dan sekuat-kuatnya pasukan adalah pasukannya." [HR Ahmad]

Selama berabad-abad para pejuang Muslim berusaha memantaskan diri untuk menjadi pembebas Konstantinopel seperti yang disebutkan dalam hadits tersebut, namun belum ada yang berhasil. Hingga akhirnya pertahanan kokoh Konstantinopel runtuh oleh pasukan Muslim yang dipimpin oleh seorang anak muda berusia 24 tahun yang dikenal dengan nama Muhammad Al Fatih.

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di atas telah menjadi kenyataan, untuk Konstantinopel.  Maka apa yang ada di depan mata kita kelak adalah pembebasan Roma.  Inilah yang akan menjadi masa generasi yang akan datang. Maka, ajarkanlah ilmu-ilmu yang akan bermanfaat kelak di zaman anak-anak kita dewasa. Jangan ajarkan ilmu yang hanya akan dikubur kelak saat kebangkitan Islam.  Dan luruskanlah visi mendidik anak-anak dengan visi yang besar (akhirat), tidak lagi visi duniawi.

Bagaimana melahirkan generasi pembuka Roma? Inilah pertanyaan terpenting, yang jawabannya menjadi tugas kita.

Semua Berawal dari Sini:

    قال جندب بن جنادة رضي الله عنه: كنا مع النبي صلى الله عليه وسلم ونحن فتيان حزاورة فتعلمنا الإيمان قبل أن نتعلم القرآن ثم تعلمنا القرآن فازددنا به إيمانا، وأنتم اليوم تعلمون القرآن قبل الإيمان. رواه ابن ماجه وصححه الألباني
Jundub bin Junadah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kami telah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika kami masih sangat muda. Kami mempelajari iman sebelum belajar al-Quran, kemudian barulah kami mempelajari al-Quran hingga bertambahlah keimanan kami karenanya.” [HR. Ibn Majah dan disahihkan oleh al-Albani]

Dalam hadits di atas diriwayatkan bahwa yang pertama diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. adalah  IMAN. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. selama masa-masa awal di Mekah membina umat Muslim dengan aqidah (keimanan). Ayat-ayat Qur’an yang turun di Mekah banyak berisi tentang kejadian di Hari Kiamat, surga dan neraka.

Maka hendaklah kita mengajarkan IMAN terlebih dahulu kepada anak-anak. Jangan diubah urutannya!

Iman yang tertanam dalam dan kuat membuat umat Muslim tidak tawar-menawar akan syari’at Allah.  Jika kita ajarkan halal/haram (syari’at) terlebih dahulu, jangankan anak-anak, orang dewasa pun akan ‘lari’ duluan.

Tanamkan pengertian tentang tauhid, sifat-sifat ketuhanan-Nya, Allah-lah yang menciptakan dan mengatur seluruh langit dan bumi beserta isinya, Allah-lah yang memberikan rezeki dan kenikmatan, hanya Allah-lah yang diibadahi, dan seterusnya.  Jelaskan tentang nama-nama baik Allah (asma’ul-husna) dan pengertian di dalamnya, sehingga saat membaca surah-surah Al Qur’an anak-anak akan semakin terdorong untuk memahaminya.

Belajar dari Sejarah

Imam Malik radhiyallahu 'anh: "Generasi ini tidak akan pernah bisa baik kecuali dengan cara yang pernah dipakai untuk memperbaiki generasi awal."

Sejarah itu berulang. Keadaan umat Muslim dahulu sama seperti kita sekarang. Jika kita mengeluh tentang teknologi, maka teknologi sudah ada sejak dahulu, hanya berubah bentuk.  Media? Media pun sudah ada sejak dulu, hanya berubah bentuk.  Tantangan dari lingkungan terhadap umat Muslim? Itu pun sudah ada sejak awal--Islam hadir sebagai sesuatu yang asing di tengah masyarakat Arab jahiliyah.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
"Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana mulainya, maka berbahagialah orang-orang yang terasing tersebut."

Maka percayalah pada janji Allah yang disampaikan melalui lisan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam., bahwa umat Muslim akan kembali bangkit.  Untuk itu siapkanlah anak-anak kita untuk berperan di zamannya nanti, zaman kebangkitan Islam. In sya Allah.

Wallahu a’lam

sumber: catatankajianislam.blogspot.in