Panduan Ringkas Keselamatan Bencana Gempa

PERSIAPAN


1. Mempersiapkan tas perlengkapan untuk situasi bencana
2. Mengetahui tempat dan jalur untuk menyelamatkan diri


3. Mengamankan benda-benda dan peralatan yang bisa runtuh
4. Mempersiapkan peralatan pemadam kebakaran

KETIKA GEMPA BERLANGSUNG


5. Bergerak menjauh dari jendela, kaca, dan benda-benda yang berat
6. Padamkan api secepat mungkin


7. Pastikan semua pintu-pintu keluar dalam keadaan terbuka
8. Apabila berada di atas ranjang, jangan bergerak, letakkan bantal di atas kepala anda


9. Merangkak di atas lutut, dan merunduk serendah mungkin
10. Berlindung di bawah meja yang kokoh


11. Pegang salah satu kaki meja
12. Tunggulah samping guncangan berhenti lalu segera keluar

SETELAH GEMPA


1. Ambil tas perlengkapan bencana dan tinggalkan rumah/ gedung. Jangan pernah menggunakan lift
2. Menjauhlah dari bangunan-bangunan yang rusak


3. Dalam setiap kasus guncangan, ikutilah prosedur keselamatan yang sama
4. Jangan kembali ke rumah sebelum pejabat lokal menganggap aman

sumber: safesteps.com

Siapa Negara Terjelek? Arab Saudi atau ...

Kendali media nasional saat ini didominasi oleh orang-orang sekuler, orang-orang kafir, atau minimal orang-orang muslim (?) liberal dan orang-orang Syi’ah yang tidak jelas. Suka/condong menyiarkan berita yang menyudutkan agama Islam, negara Islam, penegakan syari’at Islam, atau orang-orang yang punya komitmen tinggi terhadap syari’at Islam.

Apabila bicara TKI/TKW, berita apa yang menjadi besar di tanah air? Kekerasan terhadap TKW, perkosaan, atau hukuman penggal TKW bermasalah di Saudi Arabia; tanpa melihat bagaimana sebenarnya keumuman perikehidupan di negara tersebut. Tanpa melihat kejahatan TKW yang dilakukan di negera tersebut. Kalau bicara HAM, Saudi dan negara-negara Islam dianggap sebagai negara yang paling tinggi melanggar HAM. Tujuannya adalah, mengesankan Arab Saudi dan negara-negara Islam lainnya yang merupakan sentral dalam dakwah Islam adalah negara yang jelek.

Sekarang mari kita lihat fakta dan data, manakah negara yang paling jelek dalam kasus-kasus kriminalitas, kejahatan seksual, dan yang semisalnya. Arab Saudi atau bukan Arab Saudi? Berikut data yang diperoleh di internet yang dihimpun oleh mereka (orang-orang kafir) sendiri.

1. Negara dengan angka kejahatan tertinggi.

a. Menurut situs mapsofworld.com, urutan negara dengan angka kejahatan tertinggi pada tahun 2011 adalah (1) Amerika Serikat; (2) Jerman; (3) Perancis; (4) Rusia; (5) Italia; (6) Kanada; (7) Chili; (8) Polandia; (9) Spanyol; dan (10) Belanda.
b. Menurut situs whichcountry.co, urutan negara dengan angka kejahatan tertinggi pada tahun 2014 adalah (1) Amerika Serikat; (2) Inggris; (3) Jerman; (4) Perancis; (5) Rusia; (6) Jepang; (7) Afrika Selatan; (8) Kanada; (9) Italia; dan (10) India.

2. Negara paling tinggi kasus pembunuhan.

a. Menurut situs unodc.com (kantor PBB untuk urusan narkoba dan kejahatan), hufftingtonpost.com, dan edition.cnn.com, urutan negara dengan kasus pembunuhan tertinggi per 100.000 orang tahun 2012 adalah (1) Honduras (90,4); (2) Venezuela (53,7); (3) Belize (44,7); (4) El Salvador (41,2); (5) Guatemala (39,9); (6) Jamaika (39,3); (7) Swaziland (33,8); (8) Saint Kitts and Nevis (33,6); (9) Afrika Selatan (31,0); dan (10) Kolombia (30,8).
b. Menurut situs mapsofworld.com, urutan negara dengan kasus pembunuhan tertinggi per 100.000 orang dari tahun yang berbeda-beda (2008-2010) adalah (1) Honduras (82,1); (2) El Salvador (66,0); (3) Cote d'Ivoire (56,9); (4) Jamaika (52,1); (5) Venezuela (49,0); (6) Belize (41,7); (7) Guatemala (41,4); (8) Saint Kitts and Nevis (38,2); (9) Zambia (38); dan (10) Uganda (36,3).

3. Negara paling tinggi kasus bunuh diri.

a. Menurut situs worldlifeexpectancy.com, urutan negara dengan kasus bunuh diri tertinggi per 100.000 orang adalah : (1) Guyana (32,5); (2) Lithuania (31,2); (3) Kazakhstan (31,1); (4) Swaziland (25,3); (5) Rusia (23,4); (6) Malawi (23,3); (7) Belarus (22,9); (8) Suriname (22,5); (9) Nambia (22,3); dan (10) Cote d Ivoire (21,5).
b. Menurut situs mapsofworld.com, urutan negara dengan kasus bunuh diri tertinggi per 100.000 orang adalah : (1) Lithuania (42,0); (2) Rusia (37,4); (3) Belarus (35,0); (4) Latvia (34,3); (5) Estonia (33,2); (6) Honggaria (32,1); (7) Slovenia (30,9); (8) Ukraina (29,4); (9) Kazakhstan (28,7); dan (10) Finlandia (24,3).
c. Menurut situs therichest.com, urutan negara dengan kasus bunuh diri tertinggi per 100.000 orang adalah : (1) Lithuania (31), (2) Korea Selatan (28,1), (3) Guyana (26,4), (4) Kazakhstan (25,6), (5) Slovenia (21,8), (6) Honggaria (21,7), (7) Jepang (21,4), (8) Srilanka (21,3), (9) Latvia (20,8), (10) Belarus (20,5).

4. Negara dengan tingkat perampokan tertinggi.

Menurut situs nationmaster.com, negara dengan tingkat perampokan tertinggi adalah (1) Chili; (2) Argentina; (3) Dominika; (4) Kostarika; (5) Meksiko; (6) Afrika Selatan; (7) Nikaragua; (8) Ekuador; (9) Swaziland; (10) Uruguay; (11) Belgia; (12) Spanyol; (13) Portugal; (14) Belize; (15) Barbados; (16) Maladewa; (17) Peru; (18) Amerika Serikat; (19) Lithuania; (20) Italia.

5. Negara paling tinggi kasus pemerkosaan.

a. Menurut situs globalpost.com, urutan negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi periode tahun 2004-2010, adalah (1) Amerika Serikat, (2) India, (3) Inggris/United Kingdom, (4) Meksiko, (5) Jerman, (6) Swedia, (7) Rusia, (8) Thailand, (9) Kolombia, dan (10) Belgia.
b. Menurut situs nationmaster.com, urutan negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi per 100.000 orang selama tahun 2010 adalah (1) Afrika Selatan (132,4); (2) Botswana (92,9); (3) Swedia (63,5); (4) Nikaragua (31,6); (5) Grenada (30,6); (6) Saint Kitts and Nevis (28,6); (7) Australia (28,6); (8) Belgia (27,9); (9) Amerika Serikat (27,3); dan (10) Bolivia (26,1).
c. Menurut situs wonderlist.dot.com; urutan negara dengan kasus pemerkosaan tertinggi  adalah : (1) Amerika Serikat; (2) Afrika Selatan; (3) Swedia; (4) India; (5) Inggris; (6) Jerman; (7) Prancis; (8) Kanada; (9) Srilanka; dan (10) Ethiopia.
d. Perbandingan, silakan lihat wikipedia.

6. Negara paling tinggi kasus kejahatan seksual pada anak-anak.

Menurut situs ibtimes.com dan uk.news.yahoo.com, urutan negara dengan kasus kejahatan seksual pada anak-anak tertinggi adalah : (1) Afrika Selatan; (2) India; (3) Zimbabwe, (4) Inggris; dan (5) Amerika Serikat.

7. Negara yang paling menerima keberadaan homoseksualitas.

Menurut situs pewglobal.org, urutan negara dengan status penerimaan terhadap homoseksualitas tertinggi adalah : (1) Spanyol; (2) Jerman; (3) Kanada; (4) Australia; (5) Prancis; (6) Inggris; (7) Italia; (8) Argentina; (9) Filipina; (10) Meksiko.

8. Negara yang membolehkan/melegalkan pernikahan sejenis.

Menurut situs pewglobal.org, urutan negara yang melegalkan pernikahan sejenis adalah (1) Argentina; (2) Belgia; (3) Brazil; (4) Kanada; (5) Denmark; (6) Inggris/Wales; (7) Prancis; (8) Islandia; (9) Luksemburg; (10) Belanda; (11) Norwegia; (12) Portigal; (13) Skotlandia; (14) Afrika Selatan; (15) Spanyol; (16) Swedia; (17) Uruguay; (18) Amerika Serikat - untuk beberapa negara bagian - ; (19) Meksiko - untuk beberapa negara bagian - .

9. Negara yang mempunyai populasi manusia yang terkena HIV/AIDS tertinggi.

a. Menurut situs indexmundi.com, negara yang mempunyai populasi manusia terkena AIDS tertinggi adalah (1) Afrika Selatan, (2) Nigeria, (3) India, (4) Kenya, (5) Mozambik, (6) Tanzania, (7) Uganda, (8) Amerika Serikat, (9) Zimbabwe, dan (10) Rusia.
b. Menurut situs whichcountry.co, negara yang mempunyai populasi manusia terkena HIV/AIDS tertinggi adalah (1) Afrika Selatan, (2) Nigeria, (3) India, (4) Kenya, dan (5) Mozambik.

10.   Negara dengan penggunaan/penyalahgunaan narkoba tertinggi.

a. Menurut situs therichest.com, negara yang paling ketergantungan terhadap obat-obatan adalah (1) Iran; (2) Inggris; (3) Prancis; (4) Slovakia; (5) Rusia; (6) Afghanistan; (7) Kanada; (8) Amerika Serikat; (9) Brazil; dan (10) Meksiko.
b. Menurut wikipedia, negara yang mempunyai prevalensi tahunan penggunaan kokain tertinggi adalah (1) Skotlandia; (2) Amerika Serikat; (3) El Salvador; (4) Inggris dan Wales; (5) Kanada; (6) Spanyol; (7) Bolivia; (8) Aruba; (9) Panama; dan (10) Australia.

11. Negara dengan angka penganut atheist paling tinggi.

a. Menurut situs theblaze.com, negara dengan angka penganut atheis tertinggi adalah (1) China; (2) Jepang; (3) Ceko; (4) Perancis; (5) Korea Selatan; (6) Jerman; (7) Belanda; (8) Austria; (9) Islandia; (10) Australia; dan (11) Irlandia.
b. Menurut situs atheistrepublic.com, negara dengan angka penganut atheis tertinggi adalah (1) China; (2) Jepang; (3) Rusia; (4) Vietnam; (5) Jerman; (6) Prancis; (7) Amerika Serikat; (8) Inggris; (9) Korea Selatan; dan (10) Kanada.

Dimanakah Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan semisalnya dari negara-negara Islam dalam hal juara kejahatan dan keburukan? Akankah kita akan terus ditipu oleh media? Akankah kita akan mencontoh budaya barat, kebebasan tak bertanggung jawab, kafir, dan tak beragama ? Pilihan di tangan kita.

sumber: abul-jauzaa.blogspot.com

Surat-Surat Rasulullah kepada Para Pemimpin Dunia

Selama 13 tahun memimpin Madinah, Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam melakukan upaya-upaya diplomatik kepada sejumlah raja, tokoh agama dan suku di berbagai belahan jazirah Arab hingga ke Afrika, Romawi dan Persia. Langkah dakwah itu dilakukan Rasulullah dengan mengirim surat seruan Tauhid melalui utusan sahabat-sahabatnya. Dalam sejarah, tercatat sekitar 43 surat yang ditulis langsung Rasulullah saw berisi seruan tauhid kepada para raja, tokoh agama dan kepala suku.

Berikut beberapa surat yang dikirimkan oleh Nabi Muhammad saw kepada 5 pemimpin negara dan suku bangsa, seperti yang dikutip dari buku “Rasail An-Nabi ila Al-Muluk wa Al-Umara wa Al-Qabail” karya Khalid Sayid Ali, di dalam buku ‘Jejak Nabi Muhammad dan Para Sahabat’.


1. Surat kepada Raja Najasyi @ Negus – Habsyah (Ethiopia)



Isi surat

“Bismillahirrahmannirrahim. Dari Muhammad Rasulullah, salam kepada Najasyi, pembesar Habasyah. Salam kepada siapa yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du.

Sesungguhnya aku bertauhid kepada yang tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Maharaja yang Maha Suci, Yang Maha Pemberi Keselamatan, Yang Maha Pemberi Keamanan, Yang Maha Pelindung. Dan aku bersaksi bahwa Isa bin Maryam (tiupan) roh dari Allah (yang terjadi) dengan kalimat-Nya (yang disampaikannya) kepada Maryam yang perawan, yang baik dan menjaga diri (suci) lalu mengandung (bayi) Isa dari wahyu dan tiupan-Nya sebagaimana menciptakan Adam dengan tangan-Nya.

Aku mengajak engkau kepada Allah yang Esa, tidak mempersekutukan sesuatu bagi-Nya dan taat patuh kepada-Nya dan mengikuti aku dan meyakini (ajaran) yang datang kepadaku.

Sesungguhnya aku utusan Allah. Dan aku mengajak engkau dan tentaramu kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Agung. Aku telah menyampaikan dan telah aku nasihatkan; maka terimalah nasihatku. Salam bagi yang mengikuti petunjuk ini.”. [Zaadul Ma'ad 3/61].


Kisahnya

Ketika Rasulullah s.a.w menulis surat kepada Raja Najasyi yakni Ashhamah bin Al-Abjar dan menyerunya kepada Islam. Raja An-Najasyi mengambil surat itu,  lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgasana. Beliau pun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Thalib r.a.

Beliau lalu mengirimkan surat kepada Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam dan menyebutkan tentang keislamannya. Raja Najasyi akhirnya meninggal dunia pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyyah. Rasulullah memberitakan hal itu pada hari wafatnya lalu melakukan shalat ghaib untuknya. Beliau juga mengabarkan bahwa Raja Najasyi kelak akan masuk syurga.

2 – Surat kepada Raja Al-Muqawqis @ Binyamin – Mesir (Egypt)



Isi surat

“Bismillahirrahmannirrahim. Dari Muhammad hamba Allah dan Rasulullah. Kepada Muqauqis Peguasa Qibthi. Salam sejahtera kepada yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du.

Aku mengajak Anda dengan dakwah Islam. Anutlah agama Islam dan Anda selamat. Allah akan memberimu pahala dua kali lipat. Tetapi apabila Anda berpaling, Anda akan memikul dosa kaum Qibthi. Wahai Ahli kitab, marilah menuju ke suatu kalimat ketetapan yang tidak terdapat suatu perselisihan di antara kita, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun. Tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain dari Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka, ‘Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah (muslimin).”


Kisahnya

Nabi mengirimkan sahabatnya, Hatsib bin Abu Balta’ah untuk menyampaikan surat kepada Muqauqis. Diriwayatkan pula, Nabi juga mengutus seorang budak yang telah dimerdekakan dan menjadi anak angkat sahabat Abu Raha Al-Ghifari, yang bernama Jira untuk menemani Hatsib.

Hatsib menemui Muqauqis di balai istana di Iskandaria

Setelah al-Muqawqis membaca surat Nabi saw, dia membalas surat baginda dan memberi kepada baginda dua hadiah. Hadiah pertama berupa dua budak belian bernama Mariah binti Syamu’n al-Qibthiyyah yang dimerdekakan Nabi s.a.w dan menjadi isteri beliau, darinya Rasulullah s.a.w mendapat seorang anak yang diberi nama Ibrahim (wafat semasih kecil), nama ini diambil dari nama moyang beliau Nabi Ibrahim a.s. Dan hamba kedua adiknya sendiri iaitu Sirin binti Syamu’n Al-Qibthiyyah. Hadiah kedua pula berupa kuda untuk tunggangan baginda.

3. Surat kepada Raja Khosrau II @ Chosroes – Parsi (Persia)



Isi surat

“Bismillahirrahmanirrahim. Dari Muhammad hamba Allah dan Rasul-Nya. Kepada Kisra penguasa rakyat Persia. Salam sejahtera bagi yang mengikuti petunjuk dan beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Aku bersaksi behawa tiada Tuhan kecuali Allah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Aku mengajak dengan seruan Allah.

Sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada seluruh umat manusia supaya dapat memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup hatinya dan supaya ketetapan azab kepada orang-orang kafir itu pasti. Masuklah Anda ke dalam Islam, niscaya akan selamat. Jika kamu menolak, sesungguhnya kamu memikul dosa kaum Majusi.”


Kisahnya

Ketika Rasulullah s.a.w mengutus sahabatnya Abdullah bin Hudzaifah As-Sahmi yang sering berkunjung ke Kisra mengirim surat kepada Raja Khosrau II @ Abrawaiz yaitu raja dari Negeri Persia dan menyerunya kepada Islam. Namun ketika surat itu dibacakan oleh Raja itu, dia pun merobeknya sambil berkata, ”Hamba rendahan dari rakyatku menuliskan namanya mendahuluiku.”

Ketika berita tersebut sampai kepada Rasulullah s.a.w, baginda pun mengatakan, ”Semoga Allah merobek-robek kerajaannya.”

Doa tersebut dikabulkan. Persia akhirnya kalah dalam perang menghadapi Romawi dengan kekalahan yang menyakitkan. Kemudian dia pun digulingkan oleh anaknya sendiri yakni Syirawaih. Dia dibunuh dan dirampas kekuasaannya.

Seterusnya kerajaan itu kian terobek-robek dan hancur sampai akhirnya ditakluki oleh pasukan Islam pada zaman Khalifah Umar bin Al-Khaththab r.a hingga tidak dapat lagi berdiri.

4. Surat kepada Raja Heraklius @ Hercules – Romawi (Byzantines / Rome)



Isi surat

“Bismillahirrahmannirrahhim. Dari Muhammad, hamba dan utusan Allah kepada Heraklius penguasa Romawi. Salam sejahtera bagi siapapun yang mengikuti petunjuk. Amma ba’du.

Dengan ini, aku menyerumu untuk memeluk Islam. Masuk Islamlah, maka Allah akan mengganjarmu dengan pahala dua kali lipat. Akan tetapi, jika engkau menolak, engkau harus menanggung dosa orang-orang Arisi. Wahai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada satu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak ada yang kita sembah kecuali Allah, dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan apapun.

Sebagian kita tidak pula menjadikan tuhan selain Dia. Jika mereka berpaling, katakanlah kepada mereka, ‘Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

“Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimah (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahawa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebahagian kita menjadikan sebahagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahawa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.  (Surah Aali-Imran : 64)  [Sahih Al-Bukhari 1/4,5]


Kisahnya

Dari Ibnu ‘Abbas .a. katanya Abu Sufyan mengisahkan kepadanya dari mulut Abu Sufyan sendiri cerita berikut:  “Pada masa berlangsungnya perjanjian Damai antaraku dengan Rasulullah s.a.w., aku pergi berniaga ke Syam. Ketika itu aku sedang berada di sana, disampaikan orang sepucuk surat dari Rasulullah s.a.w kepada Kaisar Heraklius (Hercules), penguasa Rumawi.

Orang yang membawa surat itu adalah Dihyah Al-Kalbi yang langsung menyerahkannya kepada Penguasa Basrah. Selanjutnya, Penguasa Basrah menyerahkan kepada Hiraklius. Hiraklius lalu bertanya: Apakah di sini terdapat seorang dari kaum lelaki yang mengaku sebagai nabi ini?

Mereka menjawab: Ya! Maka aku pun dipanggil bersama beberapa orang Quraisy lainnya sehingga masuklah kami menghadap Hiraklius. Setelah mempersilahkan kami duduk di hadapannya,

Hiraklius bertanya : Siapakah di antara kamu sekalian yang paling dekat nasabnya dengan lelaki yang mengaku sebagai nabi ini? Abu Sufyan berkata : Lalu aku menjawab: Aku.

Kemudian aku dipersilakan duduk lebih dekat lagi ke hadapannya sementara teman-temanku yang lain dipersilakan duduk di belakangku. Kemudian Hiraklius memanggil juru terjemahnya dan berkata kepadanya : Katakanlah kepada mereka bahwa aku akan menanyakan kepada orang ini tentang lelaki yang mengaku sebagai nabi itu. Jika ia berdusta kepadaku, maka katakanlah bahwa ia berdusta.

Abu Sufyan berkata : Demi Allah, seandainya aku tidak takut dikenal sebagai pendusta, niscaya aku akan berdusta. Lalu Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Tanyakan kepadanya bagaimana dengan keturunan lelaki itu di kalangan kamu sekalian?

Aku menjawab : Di kalangan kami, dia adalah seorang yang bernasab baik. Dia bertanya: Apakah ada di antara nenek-moyangnya yang menjadi raja?
Aku menjawab : Tidak. Dia bertanya: Apa kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dikatakannya? Aku menjawab : Tidak.

Dia bertanya : Siapakah pengikutnya, orang-orang yang terhormatkah atau orang-orang yang lemah?
Aku menjawab : Para pengikutnya adalah orang-orang lemah. Dia bertanya: Mereka semakin bertambah ataukah berkurang?
Aku menjawab : Bahkan mereka semakin bertambah.

Dia bertanya : Apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agamanya setelah dia peluk karena rasa benci terhadapnya?

Aku menjawab : Tidak.

Dia bertanya : Apakah kamu sekalian memeranginya?
Aku menjawab : Ya.

Dia bertanya : Bagaimana peperangan kamu dengan orang itu?
Aku menjawab : Peperangan yang terjadi antara kami dengannya silih-berganti, terkadang dia mengalahkan kami dan terkadang kami mengalahkannya.

Dia bertanya: Apakah dia pernah berkhianat?
Aku menjawab : Tidak. Dan kami sekarang sedang berada dalam masa perjanjian damai dengannya, kami tidak tahu apa yang akan dia perbuat. Dia melanjutkan : Demi Allah, aku tidak dapat menyelipkan kata lain dalam kalimat jawaban selain ucapan di atas.

Dia bertanya lagi : Apakah perkataan itu pernah diucapkan oleh orang lain sebelum dia?

Aku menjawab: Tidak.

Selanjutnya Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya : Katakanlah kepadanya, ketika aku bertanya kepadamu tentang nasabnya, kamu menjawab bahwa ia adalah seorang yang bernasab mulia. Memang demikianlah keadaan rasul-rasul yang diutus ke tengah kaumnya.

Ketika aku bertanya kepada kamu apakah di antara nenek-moyangnya ada yang menjadi raja, kamu menjawab tidak. Menurutku, seandainya ada di antara nenek-moyangnya yang menjadi raja, aku akan mengatakan dia adalah seorang yang sedang menuntut kerajaan nenek-moyangnya.

Lalu aku menanyakan kepadamu tentang pengikutnya, apakah mereka orang-orang yang lemah ataukah orang-orang yang terhormat. Kamu menjawab mereka adalah orang-orang yang lemah. Dan memang merekalah pengikut para rasul.

Lalu ketika aku bertanya kepadamu apakah kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dia katakan. Kamu menjawab tidak. Maka tahulah aku, bahwa tidak mungkin dia tidak pernah berdusta kepada manusia kemudian akan berdusta kepada Allah.

Aku juga bertanya kepadamu apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agama setelah ia memeluknya karena rasa benci terhadapnya. Kamu menjawab tidak. Memang demikianlah iman bila telah menyatu dengan orang-orang yang berhati bersih.

Ketika aku menanyakanmu apakah mereka semakin bertambah atau berkurang, kamu menjawab mereka semakin bertambah. Begitulah iman sehingga ia bisa menjadi sempurna.

Aku juga menanyakanmu apakah kamu sekalian memeranginya, kamu menjawab bahwa kamu sekalian sering memeranginya. Sehingga perang yang terjadi antara kamu dengannya silih-berganti, sesekali dia berhasil mengalahkanmu dan di lain kali kamu berhasil mengalahkannya. Begitulah para rasul akan senantiasa diuji, namun pada akhirnya merekalah yang akan memperoleh kemenangan.

Aku juga menanyakanmu apakah dia pernah berkhianat, lalu kamu menjawab bahwa dia tidak pernah berkhianat. Memang begitulah sifat para rasul tidak akan pernah berkhianat.

Aku bertanya apakah sebelum dia ada seorang yang pernah mengatakan apa yang dia katakan, lalu kamu menjawab tidak. Seandainya sebelumnya ada seorang yang pernah mengatakan apa yang dia katakan, maka aku akan mengatakan bahwa dia adalah seorang yang mengikuti perkataan yang pernah dikatakan sebelumnya.

Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius bertanya lagi: Apakah yang ia perintahkan kepadamu?

Aku menjawab: Dia menyuruh kami dengan shalat, membayar zakat, bersilaturahmi serta membersihkan diri dari sesuatu yang haram dan tercela.

Hiraklius berkata : Jika apa yang kamu katakan tentangnya itu adalah benar, maka ia adalah seorang nabi. Dan aku sebenarnya telah mengetahui bahwa dia akan muncul, tetapi aku tidak menyangka dia berasal dari bangsa kamu sekalian. Dan seandainya aku tahu bahwa aku akan setia kepadanya, niscaya aku pasti akan senang bertemu dengannya.

Dan seandainya aku berada di sisinya, niscaya aku akan membersihkan segala kotoran dari kedua kakinya serta pasti kekuasaannya akan mencapai tanah tempat berpijak kedua kakiku ini.

Dia melanjutkan : Kemudian Hiraklius memanggil untuk dibawakan surat Rasulullah saw. lalu membacanya. Ternyata isinya adalah sebagai berikut : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, utusan Allah, untuk Hiraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran.

Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu.

(Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimah ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka : Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah).

Selesai dia membaca surat tersebut, terdengarlah suara nyaring dan gaduh di sekitarnya. Lalu dia memerintahkan sehingga kami pun segera dikeluarkan. Lalu aku berkata kepada teman-temanku ketika kami sedang menuju keluar, Benar-benar telah tersiar ajaran Ibnu Abu Kabasyah, dan sesungguhnya dia benar-benar ditakuti oleh Raja Romawi.

Abu Sufyan berkata: Aku masih terus merasa yakin dengan ajaran Rasulullah s.a.w. bahwa ia akan tersiar luas sehingga Allah berkenan memasukkan ajaran Islam itu ke dalam hatiku.  [Hadis 1745 jilid 3 sahih Muslim]

Setelah membaca surat itu, Heraklius menyampaikan bahwa dirinya telah masuk Islam. Namun, perkataannya itu hanya dusta belaka.

Sebenarnya, Heraklius tidak memiliki alasan untuk tidak masuk Islam setelah meyakini ajaran Nabi. Namun, dirinya teramat sayang dengan kedudukannya sebagai raja.

5. Kepada Uskup Dhughathir



Selain mengirimkan surat kepada Heraklius, Nabi juga menulis surat yang ditujukan kepada uskup terpandang di Romawi, yaitu uskup Dhughatir. Surat yang diantarkan juga oleh Dihyah tersebut berisi :

“Salam bagi yang beriman. Atas dasar itu sesungguhnya Isa bin Maryam adalah tiupan roh Allah, terjadi dengan kalimat-Nya yang benar (haq), disampaikan kepada Maryam yang suci. Aku beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucunya serta apa yang diberikan kepada para Nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan kami hanya tunduk patuh kepadanya. Salam yang mengikuti petunjuk.”

Setelah membaca surat tersebut, sang uskup berkata kepada Dihyah, “Demi Allah, kawannya adalah seorang Nabi yang diutus. Kami mengenali sifat-sifat dan namanya semuanya tercantum dalam kitab-kitab kami.”

Uskup tersebut kemudian menanggalkan keuskupannya yang berwarna hitam dan digantinya dengan jubah berwarna putih. Dia mengambil tongkatnya, lalu beranjak menuju ke gereja. Di sana, banyak orang sedang berkumpul. Di hadapan mereka, uskup berkata, “Wahai segenap orang Romawi, aku telah menerima surat dari Ahmad yang mengajak kita kepada Allah. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Mendengar ucapannya tersebut, orang-orang pun serempak menyerang dan memukulinya bertubi-tubi hingga tewas.

Setelah kejadian itu, Dihyah kembali kepada Heraklius. Kemudian Heraklius berujar, “Aku sudah memberitahukan kepadamu bahwa kami mencemaskan diri sendiri dan tindakan kekerasan mereka. Demi Allah, uskup Dhughatir lebih mulia daripada aku.”

6. Surat kepada Gubernur Al-Mundzir bin Sawa – Bahrain




Nabi Muhammad Sallallahu A’laihi Wasallam mengutus risalah kepada al-Munzir bin Sawa pemerintah Bahrain, menyeru beliau kepada Islam. Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam memilih al-’Ala’ bin al-Hadhrami untuk menyampaikan risalahnya itu, sebagai jawaban al-Munzir telah menulis kepada Rasulullah seperti berikut ;

“Ada pun setelah itu wahai Rasulullah, sebenarnya telah pun ku baca bingkisan tuan hamba itu kepada penduduk Bahrain, di antara mereka gemarkan Islam dan kagum dengannya dan sebahagian yang lain membencinya, di bumi ku ini terdapat penganut Majusi dan Yahudi, maka berlaku sesuatu hal di sini mengenai seruan tuan hamba itu.”

Rasulullah s.a.w membalas semula kepadanya:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ” Dari Muhammad Utusan Allah kepada al-Munzir bin Sawi salam ke atas kamu. Maka sesungguhnya kepada Engkau Allah, aku memuji yang tiada Tuhan selainNya dan aku mengaku bahawa Muhammad adalah hambaNya dan pesuruhNya, adapun selepas itu aku mengingatkan kau dengan Allah Azzawajala, maka sesungguhnya sesiapa yang menasihat sebenarnya beliau menasihati dirinya, dan sesiapa yang mentaati ku dan sesiapa yang menasihatkan mereka bererti telah menasihatiku.

Sebenarnya para utusan ku telah pun memuji kau dengan baik, sesungguhnya melalui kamu aku memberi syafaat ku kepada kaum kamu, oleh itu biarlah kaum muslimin dengan kebebasan mereka dan pengampunan kamu terhadap pesalah-pesalah, maka terimalah mereka. Sekiranya kamu terus soleh dan baik maka kami tidak akan memecatkan kamu dari tugas dan sesiapa yang masih dengan pegangan Yahudi atau Majusinya ianya wajib membayar jizyah.


Berikut Surat-Surat yang ditulis oleh Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam adalah :

    Surat Kepada Negus, Raja Habsyah
    Surat Kepada Abu Sufian
    Surat Kedua Kepada Raja Habsyah
    Surat Ketiga Kepada Raja Habsyah
    Surat Kepada Kaisar Heraklius
    Surat Kepada Khusro Perwez, Maharaja Farsi
    Surat Kepada Hurmuz
    Surat Kepada Wazir Mesir
    Surat Kepada Hauza Bin Ali, Gabenor Yamamah
    Surat Kepada Haris Ghassani, Raja Damishq (Damsyik)
    Surat Kepada Munzir Bin Sawa, Gabenor Bahrain
    Surat Kedua Kepada Munzir
    Surat Kepada Jaifer Dan ‘Abd, Raja Oman
    Surat Kepada Jaifer Waris As’hama Negus
    Surat Kepada Raja-Raja Himyar
    Surat Kedua Kepada Raja-Raja Himyar
    Surat Kepada Farwah, Gabenor Ma’an
    Surat Kepada ‘Amr Bin Hazm Ansari, Gabenor Yaman
    Surat Kepada Ukaidir, Pemerintah Dumatul Jandal

Surat-Surat Dan Perintah Yang Diantar Kepada Amir, Pemimpin Dan Ketua-Ketua berbagai Kabilah Dan Individu

    Surat Kepada Pope Rom
    Surat-Surat Kepada Yahudi Khaibar
    Surat Kepada Budail Bin Waraqa
    Surat-Surat Kepada Puak Aslam
    Surat Kepada Penduduk Persekitaran Tihama
    Surat Kepada Khalid Bin Zimadul Azdi
    Surat Kepada Hilal Bin Umayyah, Amir Bahrain
    Surat Kepada Usaibukht Bin Abdullah, Amir Hajar
    Surat Kepada Bani Abdullah
    Surat Kepada Nahshall Bin Malik, Amir Bani Va’il
    Surat Kepada Rifa’ah Bin Zaid Juzami
    Surat Kepada Bani Asad
    Surat Kepada Amir-Amir Aqabah
    Surat Kepada Penduduk Maqna
    Surat Kepada Penduduk Azruh
    Surat Kepada Amir Hamdan
    Surat Kepada Khalid Bin Al-Walid
    Surat Kepada Musailamah Al-Kazzab (Si Penipu)
    Surat Kepada Muaz Bin Jabal R.A.
    Surat Kepada Jin
    Surat Kepada Zul Ghussa Qais
    Surat Kepada ‘Amr Bin Ma’abad Al-Juhani
    Surat Kepada Bani Zuhair
    Surat Kepada Suhail Bin Amr
    Surat Kepada Puak Khas’am
    Surat Kepada Zamal Bin ‘Amr Aluzri

sumber: daulahislam.com

Inilah 5 Tanda Bisnis Anda Akan Gagal

Jika Anda merasakan tanda-tanda berikut, itu artinya bisnis Anda akan segera mengalami kegagalan.

Ketika Anda memulai suatu bisnis, Anda harus membenahi sifat Anda terlebih dahulu. Pertama yang harus Anda benahi adalah, membuat bisnis tidak dalam sekejap mata, Anda harus melalui proses. Bahkan proses kegagalan bisa Anda alami berulang-ulang kali sebelum Anda sukses. Nah, sekarang Anda harus tahu 5 sifat yang membuat bisnis Anda akan gagal.

Tujuan Anda

Sekali lagi, dalam berbisnis, tujuan Anda bukanlah uang. Memang siapa yang tidak mau mendapatkan uang dengan berbisnis. Menjadi seorang entrepreneur adalah untuk memecahkan masalah disekitar Anda, Anda membuat produk atau membuat inovasi agar masyarakat dapat memperoleh kemudahan. Misalnya Anda membuat website untuk melihat cuaca di suatu daerah, bukan lagi kota tetapi lebih detail. Atau Anda membuat kuliner baru. Ketika Anda berfokus dalam mengembangkan produk, uang akan datang dengan sendirinya.

Dukungan

Anda jangan terlalu sok untuk membuat bisnis hanya seorang diri. Perlu diketahui, setiap bisnis yang sudah terkenal diseluruh dunia, pasti dikerjakan oleh 2 orang lebih atau minimal 2 orang. Kenapa? Karena kekuatan kolaborasi sangat tinggi. Anda tidak akan bisa bertahan selama 1 tahun jika semuanya Anda kerjakan sendiri, walaupun Anda mempunyai karyawan sekalipun. Ingat, we better me.

Terlalu percaya diri

Ketika Anda memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur, Anda pasti mempunyai pikiran yang liar. Anda mempunyai pikiran liar tersebut karena membaca kisah-kisah sukses, Anda pasti ingin menjadi seperti mereka. Tetapi, jangan terlalu percaya diri. Dalam dunia entrepreneur, semuanya serba mendadak. Anda bisa mendadak bangkrut atau bahkan Anda bisa mendadak kaya mendadak. Jadi, pertama yang harus Anda lakukan adalah selalu berkonsultasi. Anda dapat menjadikan entrepreneur yang sukses menjadi panutan. Tetapi ingat, selalu percaya pada diri Anda sendiri, bukan orang lain.

Melupakan nilai

Seperti yang disebutkan di nomor pertama, apa tujuan Anda menjadi seorang entrepreneur. Untuk mendapatkan uang? Itu sudah pasti, tetapi itu bukan tujuan sebenarnya. Anda harus mempunyai nilai, nilai yang bisa bermanfaat. Misalnya, Anda mengetahui bahwa ada website, sebut saja Studentpreneur.co, website tersebut ternyata sangat sukses dalam bisnis untuk anak muda. Lalu Anda mencoba hal yang sama, membeli domain dan menulis soal bisnis. Padahal, Anda tidak mempunyai passion dibidang itu. Anda harus fokus pada bidang yang memang Anda kuasai dan memang berguna untuk masyarakat nantinya.

Waktu

Anda tidak membuat bisnis dan mendapatkan kesuksesan hanya selama 2 bulan atau bahkan setahun. Anda tidak boleh menentukan deadline kapan Anda sukses, misalnya “Saya harus sukses selama 1 tahun, jika tidak sukses maka saya akan mundur”. Anda boleh menentukan deadline agar bisnis Anda terus berjalan, tetapi jangan sampai Anda akhirnya mundur karena lamanya mendapatkan kesuksesan.

 Itulah 5 sifat yang harus Anda hindari sebagai seorang entrepreneur.

sumber: studentpreneur.co

Contoh Kisah Sukses Orang yang Pantang Menyerah

Miliarder Ini Pernah Ditolak untuk 30 Pekerjaan Berbeda

Jack Ma saat ini merupakan salah satu pengusaha paling sukses di dunia. Perusahaannya, Alibaba, menarik 100 juta konsumen dalam sehari. Kekayaannya saat ini diperkirakan $20,4 miliar.

Tapi sebelum memiliki kekayaan lebih dari Rp 262 triliun, yang membuatnya menjadi orang terkaya di China, dia ternyata telah mengalami banyak penolakan saat melamar pekerjaan.

Dikutip dari laman Business Insider, Rabu, 18 Februari 2015, Ma mengungkap setelah lulus kuliah, dia melamar 30 pekerjaan berbeda, termasuk di restoran cepat saji KFC. Semuanya ditolak.

"Saya melamar pekerjaan di kepolisian, mereka bilang Anda tidak cukup bagus. Saya melamar ke KFC, ada 24 orang yang juga melamar dan 23 orang diterima. Saya satu-satunya yang ditolak," kata Ma.

Saat Ma membuat Alibaba pada 1998, dia menemui lebih banyak kendala. Situs retail di internet itu tidak mendatangkan keuntungan selama tiga tahun pertama, memaksanya untuk kreatif.

Salah satu tantangan utamanya adalah, karena Alibaba tidak menyediakan cara melakukan pembayaran, serta tidak ada bank yang mau bekerjasama dengannya.

Ma kemudian memutuskan untuk membuat sendiri program pembayaran, yang dinamakannya Alipay. Program itu secara otomatis menukarkan kurs, pada pembayaran antara pembeli dan penjual internasional.

"Begitu banyak orang yang saya ajak bicara saat itu tentang Alipay, mengatakan bahwa ini ide terbodoh yang pernah saya miliki. Saya tidak peduli jika itu bodoh, selama orang dapat menggunakannya," ucap Ma.

Hari ini, 800 juta orang menggunakan Alipay. Jadi, apakah itu ide terbodoh?

sumber: viva.co.id

Riddah atau Murtad

Penulis: Ahmad Sarwat, Lc., MA

Tiga Jenis Penyebab Murtadnya Seorang Muslim

Menurut umumnya para ulama, setidaknya ada tiga cara seseorang untuk bisa jadi murtad, yaitu terkait dengan keyakinan tertentu di dalam hati, atau tindakan nyata tertentu dalam bentuk perbuatan, atau ucapan tertentu secara lisan.

Para ulama umumnya membuat batas-batas yang bisa dijadikan patokan untuk diperhatikan, antara lain;

1. Murtad Terkait Dengan Keyakinan

Di antara bentuk kemurtadan secara keyakinan misalnya mengingkari sifat Allah, atau menolak kebenaran Al-Quran, atau mengingkari kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

a. Mengingkari Sifat Allah

Para ulama sepakat bahwa siapa saja dari umat Islam yang meyakini bahwa tuhan itu tidak ada alias atheis, dia telah murtad dari agama Islam. Demikian juga bila mengingkari satu dari sifat-sifat Allah yang jelas, tegas, dan tsabit, maka dia telah murtad keluar dari agama Islam, seperti menyatakan Allah punya anak, istri dan sebagainya. Termasuk bila seseorang mengatakan bahwa Allah itu tidak abadi, atau sebaliknya malah mengatakan alam ini kekal abadi, maka dia telah murtad.

b. Mengingkari Kebenaran Al-Quran

Orang yang menolak kebenaran Al-Quran, bahwa kitab itu turun dari Allah subhanahu wata'ala kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, turun dengan tawatur, melalui Jibril alaihissalam, dengan bahasa Arab, serta menjadi mukjizat buat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan dengan itu Allah menantang orang Arab untuk membuat yang setara, maka dia sudah murtad. Termasuk di dalamnya kategori murtad adalah orang yang menolak kebenaran satu ayat dari ribuan ayat Quran, kecuali bila ayat itu memang multi tafsir atau sudah dinasakh hukumnya.

c. Mengingkari Kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam

Menolak kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam termasuk keyakinan yang sesat dan mengakibatkan murtad dari agama Islam. Sebab dasar agama Islam itu diletakkan pada keyakinan bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang nabi yang menjadi utusan Allah secara resmi. Maka mengingkari kenabian beliau shallallahu 'alaihi wasallam sama saja menngingkari keberadaan agama Islam. Berarti orang yang mengingkarinya telah ingkar atau kafir dari agama Islam.

2. Murtad Terkait Dengan Perkataan

Selain dengan jalan penyimpangan keyakinan, kemurtadan itu bisa terjadi akibat ucapan atau lafadz secara lisan, yaitu apabila seseorang mengucapkan sab (سبّ). Selain itu murtad juga bisa terjadi ketika seseorang melontarkan tuduhan kafir (takfir) kepada seorang muslim tanpa hak.

a. Sab

Istilah sab (سبّ) sering diartikan sebagai penghinaan atau kalimat yang merendahkan, menjelekkan, mencaci, melaknat, menghina.

Menghina Allah

Para ulama telah mencapai kata sepakat bahwa orang yang menghina Allah subhanahu wata'ala, atau mencaci, memaki, menjelekkan-Nya sebagai orang yang murtad dan keluar dari agama Islam. Walaupun hal itu hanya sekedar candaan, atau main-main belaka. [1] Dasarnya adalah firman Allah subhanahu wata'ala di dalam Al-Quran :

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِؤُونَ لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. At-Taubah : 65-66)

Menghina Rasulullah

Demikian juga para ulama sepakat tanpa ada perbedaan pendapat, bahwa orang yang menghina Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah murtad. Termasuk ke dalam penghinaan ketika seseorang menghina kekurangan baik pada diri beliau shallallahu 'alaihi wasallam, atau nasab dan agama. Termasuk juga melaknat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, mengejeknya, menuduhnya dengan tuduhan palsu.[2]

Menghina Para Nabi

Di antara para nabi dan rasul yang jumlahnya mencaiap 124 ribu orang itu, sebagiannya ada yang sudah jelas identitasnya dan kita mengenalnya dengan baik. Kedudukan mereka menurut para ulama sama dan sederajat dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Maka menghina atau menjelekkanpara nabi dan rasul, sama dengan dengan menghina Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, maka perbuatan seperti itu termasuk juga hal-hal yang berakibat pada kemurtadan.[3] Sedangkan menghina orang-orang yang belum masih jadi perbedaan pendapat ulama tentang status kenabiannya, meski tidak termasuk perbuatan murtad, namun menghinanya tetap saja bisa dihukum, walaupun bukan hukuman mati.

Menghina Istri-istri Nabi

Para ulama telah sepakat bahwa menghina istri Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, khususnya Asiyah radhiyallahuanha termasuk perbuatan murtad. Pelakunya bisa divonis kafir dan halal darahnya dengan dasar yang hak. Sebab pelakunya berhadapan dengan ayat Al-Quran yang sharih tentang kesuciannya di dalam surat [4]

يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَن تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. An-nuur : 17)

Sedangkan istri-istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selain Aisyah, apakah kedudukannya sama, dalam arti kalau ada yang menghinanya bisa divonis kafir dan halal darahnya? Pada ulama agak berbeda dalam hal ini. Mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Hanabilah menyamakan antara semua istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan Aisyah dalam kemuliaan dan kedudukannya. Maka orang yang menghina salah satu istri beliau shallallahu 'alaihi wasallam, bisa divanis murtad dan halal darahnya. Sedangkan mazhab Al-Malikiyah dan Asy-Syafi'iyah berpendapat bahwa kedudukan para istri nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang lain selain Aisyah sama dengan para shahabat nabi yang lain. Yang menghina mereka tentu dihukum tetapi bukan divonis kafir dan murtad, serta tidak dihukum mati.

b. Takfir

Para ulama sepakat bahwa salah satu penyebab kemurtadan adalah ketika seorang muslim menuduh saudaranya yang muslim sebagai kafir tanpa bisa mempertahankan tuduhannya secara legal di majelis mahkamah syar'iyah. Dasarnya adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :

أَيُّماَ امْرِئٍ قَالَ لأَِخِيْهِ: ياَ كَافِر فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا إِنْ كاَنَ كَمَا قَالَ وَإِلاَّ رَجَعَتْ عَلَيْهِ
Siapa pun orang yang menyapa saudaranya yang muslim, 'wahai kafir', maka dia akan mendapat salah satu dari kedunyanya, yaitu benar tuduhannya atau tuduhannya kembali kepadanya. (HR. Muslim)

مَنْ دَعَا رَجُلاً بِاْلكُفْرِ أَوْ قَالَ عَدُوَّ اللهِ وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلاَّ حَارَ عَلَيْهِ
Orang yang menyapa seorang muslim dengan kafir atau memanggilnya dengan sebutan 'musuh Allah', padahal tidak benar, maka tuduhan itu akan berbalik kepada dirinya sendiri. (HR. Muslim)

Dari kedua hadits di atas bisa disimpulkan bahwa menuduh seorang muslim sebagai kafir atau musuh Allah, akan beresiko besar. Sebab tuduhan itu harus bisa dibuktikannya di mahakamah syar'iyah. Bila tuduhannya benar, maka penuduhnya selamat. Namun bila tidak bisa dibuktikannya, maka dirinya sendirilah yang beresiko menerima vonis kafir atau murtad. Kurang lebih ada kemiripan dengan tuduhan zina (qadzaf), dimana penuduhnya justru diancam dengan 80 cambukan apabila tidak bisa membuktikannya di mahkamaha syar'iyah.

3. Murtad Terkait Dengan Perbuatan

Di antara contoh bentuk murtad dengan perbuatan misalnya membuang mushaf ke tempat sampah, bersujud kepada berhala, meninggalkan shalat fardhu atau zakat sambil mengingkari kewajibannya.

a. Membuang Mushaf ke Tempat Sampah

Orang yang membuang mushaf Al-Quran dengan sengaja dan diniatkan untuk menghinanya, hukumnya murtad dari agama Islam, karena termasuk melakuka penghinaan kepada agama. Sedangkan bila karena ketidak-sengajaan, ada tulisan yang merupakan ayat Quran tetapi terbuang ke tempat sampah, hukumnya tidak murtad. Karena tidak dilakukan dengan sengaja dan tidak diniatkan untuk menghina Al-Quran. Untuk itu apabila ada sobekan kertas yang tidak berguna, namun terdapat potongan ayat Al-Quran, sebaiknya dibakar saja. Dasarnya adalah ketika khalifah Utsman bin Affan radhiyallahuanhu melaksanakan proses penulisan ulang khat Quran, mushaf-mushaf yang pernah ditulis oleh shahabat sebelumnya dikumpulkan lalu dibakar. Sehingga yang tersisa hanya mushaf yang sudah menjadi standar penulisan yang resmi.

b. Sujud Kepada Berhala

Seorang muslim yang bersujud kepada berhala dengan sengaja dan berniat untuk mengagungkan atau menyembahnya, maka dia telah murtad dari agam Islam. Yang termasuk berhala bukan hanya patung, tetapi juga matahari, bulan atau bintang di langit.

c. Meninggalkan Shalat Fardhu

Seorang muslim yang secara sengaja meninggalkan shalat fardhu lima waktu, dengan disertai keyakinan bahwa shalat itu tidak wajib atasnya, maka dia termasuk orang yang murtad dari agama Islam. Dalam istilah fiqih, orang yang mengingkari kewajiban shalat fardhu lima waktu disebut jahidus-shalah (جاحد الصلاة).

d. Mengingkari Kewajban Zakat

Demikian juga seorang muslim yang menolak membayar zakat, seraya mengingkari kewajiban zakat di dalam syariat Islam.

Footnote:
[1] Ibnu Qudamah, Al-Mughni, jilid 8 hal. 565
[2] Asy-Syamil, jilid 2 hal. 171
[3] Al-Qalyubi, jilid 4 hal. 175
[4] Hasyiatu Ibnu Abdin, jilid 4 hal. 237

Hukuman Dan Konsekuensi Murtad

Di antara konsekuensi vonis murtad adalah gugurnya amal, haramnya menggauli istri, haramnya pernikahan serta gugurnya hak waris. Namun dari kesemuanya, yang paling berat adalah bahwa vonis murtad dari pengadilan atau mahkamah syar'iyah adalah halalnya darah orang yang murtad, alias hukuman mati.

1. Gugur Amal Sebelumnya

Seorang muslim yang murtad dan keluar dari agama Islam, maka gugurlah amal-amal yang pernah dilakukan sebelumnya. Dasarnya adalah firman Allah subhanahu wata'ala :

وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَـئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah : 217)

Al-Alusy dalam kitab tafsir beliau, Ruhul Ma'ani, menyebutkan bahwa makna hubuth di dalam ayat di atas adalah fasad atau rusak.[1]

وَمَن يَكْفُرْ بِالإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Barangsiapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi. (QS. Al-Maidah : 5)

An-Naisaburi menyebutkan orang yang murtad datang dengan amal yang tidak ada faidahnya, justru yang dibawa adalah madharat. Artinya, amal-amal yang dibawanya nanti di akhirat dianggap sah secara syariah.[2]

Mazhab Al-Hanafiyah memandang bahwa yang dimaksud dengan terhapusnya amalan orang yang murtad adalah hilangnya pahala. Sedangkan amalnya dianggap masih ada.[3]

Sedangkan mazhab Asy-Syafi'iyah memandang bahwa hilangnya amal orang murtad itu hanya apabila dia telah wafat. Sedangkan bila masih hidup, amal-amalnya tidak hilang. Dasarnya adalah firman Allah subhanahu wata'ala yang menyebutkan bahwa orang itu mati.

وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran. (QS. Al-Baqarah : 217)

Bila orang murtad itu bertaubat, dia hanya kehilangan pahala amalnya saja, sedangkan amalnya sendiri dianggap sudah sah, sehingga tidak perlu diulangi lagi. [4]

Para ulama mengatakan bisa seorang sudah pernah mengerjakan ibadah haji dalam Islam, lalu murtad dan kembali lagi masuk Islam, maka ibadah haji yang pernah dikerjakannya menjadi gugur, seolah-olah dia belum pernah mengerjakannya. Dan oleh karena itu ada kewajiban untuk mengulangi ibadah haji.

2. Haram Menggauli Istri

Seseorang yang murtad keluar dari agama Islam, maka bila dia punya istri atau suami, secara otomatis menjadi haram untuk melakukan hubungan suami istri. Hal itu karena Islam mengharamkan terjadinya pernikahan antara muslim dan kafir.

Mazhab Al-Hanafiyah mengatakan bila salah satu pasangan murtad dari agama Islam, maka status pernikahan mereka menjadi fasakh (dibatalkan) tetapi bukan perceraian.

Mazhab Al-Malikiyah memandang bahwa bila salah satu pasangan suami istri murtad, maka statusnya adalah talak bain. Konsekuensinya, mereka diharamkan menjalankan kehidupan rumah tangga sebagaimana layaknya suami istri. Bila yang murtad itu kembali lagi memeluk agama Islam dengan bersyahadat, maka mereka harus menikah ulang dari awal.

Mazhab Asy-Syafi’iyah menyebutkan bahwa bila salah satu pasangan murtad, maka belum terjadi furqah di antara mereka berdua kecuali setelah lewat masa iddah. Dan bila pada masa iddah itu, si murtad kembali memeluk Islam, mereka masih tetap berstatus suami istri. Namun bila sampai lewat masa iddah sementar si murtad tetap dalam kemurtadannya, maka hukum pernikahan di antara mereka bukan cerai tetapi fasakh.

3. Haram Menikah Dengan Siapa pun

Pasangan suami istri bila salah satunya murtad, maka terlepaslah ikatan pernikahan di antara mereka berdua. Tetapi bila orang yang murtad ini belum menikah, maka para ulama sepakat bahwa haram hukumnya untuk menikah, baik dengan pasangan muslim, atau pun pasangan yang beragam lain, atau pun dengan pasangan yang sama-sama murtad.

Hal itu karena orang yang murtad itu statusnya tidak beragama. Disini ada perbedaan mendasar antara murtad dan pindah agama. Murtad itu sebatas divonis keluar dari agama Islam, namun tidak lantas memeluk agama yang lain. Jadi status orang murtad itu tidak memeluk agama Islam dan juga tidak memeluk agama selain Islam, dia adalah orang yang statusnya tanpa agama.

4. Gugurnya Hak Waris

Jumhur ulama, diantaranya Al-Imam Malik, Al-Imam Asy-Syafi'i dan Al-Imam Ahmad bin Hanbal sepakat bahwa oang yang murtad dan keluar dari agama Islam, maka haknya seorang ahli waris gugur dengan sendirinya. Dasarnya adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :

لاَ يَرِثُ المُسْلِمُ الكَافِرَ وَلاَ الكَافِرُ المُسْلِمَ
Tidaklah berhak seorang muslim mewarisi orang kafir, dan tidak pula orang kafir mewarisi muslim." (Bukhari dan Muslim)

Namun sebagian ulama yang mengaku bersandar pada pendapat Mu'adz bin Jabal radhiayllahuanhu mengatakan bahwa seorang muslim boleh mewarisi harta dari pewaris orang kafir, tetapi tidak boleh mewariskan kepada orang kafir. Alasan mereka adalah :

الإِسْلاَمُ يَعْلُو وَلاَ يُعْلَى عَلَيْهِ
Islam itu unggul dan tidak ada yang mengunggulinya

Sedangkan menurut mazhab Al-Hanafiyah, seorang muslim dapat saja mewarisi harta kerabatnya yang murtad. Bahkan kalangan ulama mazhab Hanafi sepakat mengatakan bahwa seluruh harta peninggalan orang murtad diwariskan kepada kerabatnya yang muslim. Pendapat ini diriwayatkan dari Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas'ud, dan lainnya.

5. Hukuman Mati

Seluruh ulama sepakat bahwa hukuman buat orang yang murtad adalah hukuman mati atau dibunuh. Dasarnya adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits-hadits berikut ini :

لاَ يَحِلُّ دَمٍ امٍرَئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنّيِ رَسُولُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: النَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالثَّيِّبُ الزَّانِي وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ المُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Aku (Muhammad) utusan Allah, kecuali dengan salah satu dari tiga sebab; nyawa dengan nyawa (qishash), tsayyib (orang sudah menikah) yang berzina, dan orang yang meninggalkan agamanya memisahkan diri dari jamaah (umat Islam)". (HR. Bukhari)

مَنْ بَدَّلَ دِيْنَهُ فَاقْتُلُوْهُ
Orang yang mengganti agamanya, maka bunuhlah dia (HR. Bukhari)

6. KonsekuensiHukuman Mati

Selain dihukum mati dengan cara dibunuh, ada konsekuensi lainnya, yaitu

a. Jenazahnya Tidak Dimandikan

Para ulama sepakat bahwa jenazah orang yang murtad dan dihukum mati tidak perlu dimandikan secara syar'i, karena statusnya sudah bukan muslim lagi. Padahal kewajiban memandikan jenazah hanya berlaku pada jenazah muslim.

b. Jenazahnya Tidak Dishalatkan

Para ulama juga menyepakati haramnya menshalati jenazah orang yang murtad dan dihukum mati. Karena jenazah orang yang murtad sama kedudukannya dengan jenazah orang kafir yang tidak boleh dishalatkan.

وَلاَ تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلاَ تَقُمْ عَلَىَ قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُواْ وَهُمْ فَاسِقُونَ
Dan janganlah kamu sekali-kali menshalati seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. (QS. At-Taubah : 84)

c. Jenazahnya Tidak Dikuburkan di Kuburan Muslim

Para ulama juga sepakat bahwa jenazah orang yang murtad dan dihukum mati tidak boleh dikuburkan di pekuburan orang-orang Islam. [5]

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Footnote:
[1] Al-Alusy, ruhul Ma'ani, jilid 2 hal. 157
[2] Tafsir Al-Kabir, jilid 11 hal. 148
[3] Hasyiatu Ibnu Abdin, jilid 4 hal. 400
[4] Al-Qalyubi, jilid 4 hal, 174
[5] Kifayatul Akhyar jilid 4 hal. 204

sumber: rumahfiqih.com

Membuat Keranjang dari Gelas Kemasan

Siapa sih yang tidak kenal dengan Teh Gelas? Teh dalam kemasan yang fenomenal dan banyak yang menyukainya. Meskipun banyak kemasan serupa, tapi kemasan "Teh Gelas" ini lebih mendominasi alias lebih banyak di tong sampah dan pinggir jalan dibanding kemasan merk lain. Berawal dari masalah ini, penulis merasa perlu untuk menanggulanginya. Meskipun tidak bisa membuat bersih total tapi paling tidak, sedikit bisa mengurangi pencemaran lingkungan oleh kemasan gelas ini. Setelah utak-atik cukup lama, hingga berhari-hari mengumpulkan kemasan gelas ini, akhirnya jadilah sebuah karya. Bagi yang ingin mencoba membuatnya, berikut ini cara pembuatannya, itung-itung memelihara lingkungan. Caranya mudah!

1. Siapkan alat pemotong dalam hal ini pisau cutter

2. Kumpulkan sampah gelas kemasan yang masih bisa dibersihkan.

3. Setelah dibersihkan, kemudian potong menggunakan cutter sehingga membentuk lingkaran yang keras.

4. Buat terus hingga menjadi banyak.

5. Siapkan tali plastik yang cukup panjang.

6. Langkah selanjutnya adalah merangkai lingkaran yang tadi dibuat kemudian mengikatnya dengan tali

7. Ikat dengan tali, buat sepanjang lebih kurang 60 biji

8. Kemudian ikat sebagai satu lingkaran seperti ini

9. Susunlah lingkaran-lingkaran plastik tersebut seperti ini.

10. Ulangi langkah yang sama dan tehnik yang sama untuk membuat alasnya dan hasil akhirnya adalah sebuah keranjang cucian murah meriah, bahkan gratis, cocok untuk agan yang buka usaha loundry.

Hal yang menakjubkan, tidak ada bagian yang dibuang sama sekali, semua termanfaatkan.

Kalau bosan dengan satu warna, bisa juga dibuat warna-warni hasil kolaborasi Teh Gelas, Mountea dan sepupunya.

Tutorial ini akan tetap menjadi tutorial tanpa dipraktikkan di dunia nyata. Selamat berkarya!

sumber: kaskus.co.id

Saat Anak Atau Adikmu Main iPad, Anak-Anak Bos Google dan Apple Asyik Main Tanah di Sekolah

Oleh: Nabila Inaya

Di Indonesia, mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah salah satu muatan lokal yang umum ditemui. Banyak juga sekolah yang mengizinkan murid-muridnya membawa laptop untuk kepentingan mencatat atau browsing informasi saat di kelas. Selesai sekolah, anak-anak ini pun bukannya pulang ke rumah untuk istirahat; mereka justru kembali akrab dengan iPad atau game konsol mereka dengan alasan refreshing setelah seharian belajar. Saking sudah umumnya, sebagian dari kita mungkin menganggap fenomena ini sah-sah saja.

Tapi tunggu! Mari sejenak jalan-jalan ke Silicon Valley, sebuah kawasan di Amerika dimana perusahaan-perusahaan teknologi top dunia berkantor. Di tempat ini terdapat fakta yang akan membuat kita berpikir ulang,

“Apakah keputusan mengenalkan komputer pada anak sejak usia dini itu tepat?”

Ketika sekolah-sekolah lain memasukkan komputer dalam kurikulum dan berlomba membangun sekolah digital, Waldorf School of the Peninsula justru melakukan sebaliknya. Sekolah ini dengan sengaja menjauhkan anak-anak dari perangkat komputer.

Sekolah Waldorf justru fokus pada aktivitas fisik, kreativitas, dan kemampuan ketrampilan tangan para murid. Anak-anak tak diajarkan mengenal perangkat tablet atau laptop. Mereka biasa mencatat dengan kertas dan pulpen, menggunakan jarum rajut dan lem perekat ketika membuat prakarya, hingga bermain-main dengan tanah setelah selesai pelajaran olahraga.

Guru-guru di Waldorf percaya bahwa komputer justru akan menghambat kemampuan bergerak, berpikir kreatif, berinteraksi dengan manusia, hingga kepekaan dan kemampuan anak memperhatikan pelajaran.

Para petinggi di dunia IT ini membela keputusan sekolah Waldorf untuk tak memperkenalkan komputer ke anak-anak mereka metode belajar tanpa komputer justru mendapat kritikan. Banyak yang menganggap bahwa kebijakan yang dibuat Waldorf itu keliru. Meski metode pembelajaran yang mereka gunakan sudah berusia lebih dari satu abad, perdebatan soal penggunaan komputer dalam proses belajar-mengajar masih terus berlanjut.

Menurut para pendidik dan orangtua murid di Sekolah Waldorf, sekolah dasar yang baik justru harus menghindarkan murid-muridnya dari komputer. Ini disetujui oleh Alan Eagle (50), yang menyekolahkan anaknya Andie di Waldorf School of the Peninsula:

“Anak saya baik-baik saja, meskipun tak tahu bagaimana caranya menggunakan Google. Anak saya yang lain, yang sekarang di kelas dua SMP, juga baru saja dikenalkan pada komputer,” tutur Eagle, yang bekerja untuk Google.

Tanpa perangkat komputer atau kabel, kelas-kelas di Waldorf punya tampilan klasik dengan papan tulis dan kapur warna-warni. Sekolah Waldorf tampil dengan gaya ruangan kelas yang klasik. Tak banyak perangkat elektronik, layar-layar komputer, atau kabel-kabel yang menghiasi ruangan. Berhias dinding-dinding kayu, kamu hanya akan menemukan papan tulis penuh coretan kapur warna-warni. Ada rak-rak penuh berbagai jenis ensiklopedia hingga meja-meja kayu dengan tumpukan buku-buku catatan dan pensil.

Andie yang duduk di kelas 5 mendapat pelajaran membuat kaos kaki. Ketrampilan merajut dipercaya membantu anak-anak belajar memahami pola dan hitungan. Menggunakan jarum dan benang bisa mengasah kemampuan memecahkan masalah dan belajar koordinasi. Saat pelajaran bahasa di kelas 2, anak-anak akan diajak berdiri melingkar. Mereka diminta mengulang kalimat yang diucapkan guru secara bergiliran. Gilirannya ditentukan dengan melempar penghapus atau bola. Ternyata, metode belajar ini bisa jadi salah satu cara untuk mensinkronkan tubuh dan otak.

Guru kelas Andie, Cathy Waheed, mengajarkan anak-anak mengenal pecahan dengan metode yang sangat sederhana. Yup, Waheed menggunakan buah apel, kue pai, atau roti yang dipotong-potong lalu dibagikan pada murid-muridnya.

“Saya yakin dengan cara ini mereka bisa lebih mudah mengenal hitungan pecahan,” ujar Waheed, yang merupakan lulusan Ilmu Komputer dan sempat bekerja sebagai teknisi. Menurut guru-guru Waldorf, mengajarkan siswa memakai komputer tak akan membuat mereka bertambah pintar. Sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa menjelaskan kaitan keduanya. Belum ada fakta yang mengaitkan penggunaan komputer dan prestasi siswa.

Selain dari pengajar dan orang tua murid, para ahli pendidikan pun menegaskan: “Penggunaan komputer di ruang kelas sebenarnya tidak ada alasan ilmiahnya. Sampai saat ini toh belum ada penelitian yang membuktikan bahwa keterampilan menggunakan komputer akan berpengaruh pada nilai tes atau prestasi mereka.”

Nah, apakah belajar hitungan pecahan dengan memotong apel atau merajut jauh lebih baik? Bagi Waldorf, pertanyaan ini sulit dibuktikan. Sebagai sekolah swasta, Waldorf tak berpedoman pada tes-tes dasar yang serupa dengan sekolah-sekolah lain. Mereka pun memang mengakui bahwa murid-muridnya tak akan dapat nilai setinggi anak-anak sekolah negeri jika diminta mengerjakan soal-soal tes umum. Bukan karena mereka bodoh, namun karena murid-murid Waldorf memang tak dijejali teori-teori matematika dasar sesuai kurikulum.

Namun, ketika diminta membuktikan efektivitas pendidikan di Waldorf, Association of Waldorf School di Amerika Utara menayangkan hasil penelitian yang tak main-main: “94% siswa lulusan SMA Waldorf di Amerika Serikat di antara tahun 1994 sampai 2004 berhasil masuk di berbagai jurusan di kampus-kampus bergengsi seperti Oberlin, Berkeley, dan Vassar.”

Selain faktor minimnya teknologi, kualitas pengajar yang baik di Waldorf juga dinilai berpengaruh pada keberhasilan sekolah tersebut mengirim anak-anaknya ke universitas-universitas bergengsi di Amerika. Waldorf memang tak sembarangan dalam memilih guru. Selain berpendidikan tinggi, mereka harus memiliki jam terbang yang mumpuni. Wajar saja jika Waldorf kemudian berhasil mengembangkan anak didik mereka menjadi hebat dan berprestasi.

Kualitas inilah yang kemudian membuat para orangtua percaya pada metode pengajaran Waldorf. Salah satu orangtua tersebut adalah Pierre Laurent (50), pendiri startup yang sebelumnya bekerja di Intel dan Microsoft. Bahkan saking terkesannya dengan metode Waldorf, Monica Laurent, istri Pierre, bergabung menjadi guru di sekolah ini sejak tahun 2006.

Waldorf memegang filosofi bahwa belajar-mengajar bukan perkara sederhana. Ini tentang bagaimana seharusnya menjadi manusia. Sebenarnya menurut Waldorf, memilih menggunakan teknologi komputer atau tidak bisa jadi sifatnya subyektif  atau perkara pilihan. Terserah saja, menurut kebijakan sekolah masing-masing. Namun yang harus dicatat: ketika anak sudah dibiarkan lekat dengan komputer sejak dini, bisa saja ia akan ketergantungan dan sulit melepaskan gawai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ann Flynn — petinggi National School Boards Association yang membawahi sekolah-sekolah negeri di Amerika — tetap bersikeras bahwa pelajaran komputer itu penting. Sementara Paul Thomas, mantan guru dan profesor pendidikan yang sudah menulis lebih dari 12 buku tentang metode pendidikan publik, lebih setuju pada Waldorf. Baginya, pendekatan yang minim teknologi di dalam kelas justru sangat bermanfaat.

“Mengajar adalah pengalaman manusia. Teknologi justru bisa jadi gangguan ketika mengenal huruf dan angka, belajar hitungan, dan berpikir kritis, “ ungkap Thomas.

Keahlian di bidang IT adalah modal untuk bersaing di dunia kerja. Tapi, haruskah itu menjadi alasan untuk mengenalkan komputer pada anak sejak dini?

“Komputer itu sangat mudah. Kami di Google sengaja membuat perangkat yang ibaratnya bisa digunakan tanpa harus berpikir. Anak-anak toh tetap bisa mempelajari komputer sendiri jika usia mereka sudah dewasa.” – Alan Eagle.

Singkatnya, Eagle menjelaskan bahwa komputer itu mudah dan bisa dipelajari lewat kursus kilat sekalipun. Jadi buat apa “membunuh” kreativitas alami anak dengan memaksa mereka mempelajari komputer sejak dini?

Bukan berarti anak-anak di Waldorf dan Silicon Valley sama sekali tak melek teknologi. Siswa-siswa kelas V di Waldorf mengaku sering menghabiskan waktu mereka dengan menonton film di rumah. Seorang siswa yang ayahnya bekerja sebagai teknisi di Apple mengaku sering diminta mencoba game baru ciptaan sang ayah. Sementara seorang murid biasa berkutat dengan flight control system di akhir pekan bersama orang tuanya.

Justru anak-anak ini sudah mendapat pengetahuan teknologi dalam porsi yang pas, mengingat kebanyakan orangtua mereka adalah penggiat industri teknologi. Berkat didikan di Waldorf, anak-anak Silicon Valley mengaku tak nyaman saat melihat orang-orang di sekitarnya sibuk dengan gadget mereka.

“Aku lebih suka menulis dengan kertas dan pulpen. Ini membuatku bisa membandingkan tulisanku saat kelas I dengan yang sekarang. Kalau aku menulis di komputer ‘kan… gaya tulisannya sama semua. Dan kalau komputermu tiba-tiba rusak atau mendadak mati listrik, pekerjaanmu jadi tak selesai ‘kan?” ungkap Finn Heilig, yang ayahnya bekerja di Google.

Sekali lagi, metode pendidikan tanpa komputer bukannya bermaksud menutup akses anak untuk mengenal teknologi. Kelak, di usia tertentu mereka tetap punya kesempatan untuk mempelajarinya. Sementara di masa kanak-kanak, mereka berhak mendapat kesempatan menjadi sebenar-benarnya anak-anak.

Bagaimana nasib adik-adikmu atau anak-anakmu sendiri kelak? Apakah lebih baik mereka dikenalkan dengan gadget dan perangkat teknologi sejak dini, atau lebih baik menunggu sampai saat yang benar-benar tepat?

sumber: hipwee.com