Pondok Al-Quran Darul Marhamah, Model Pendidikan Alternatif untuk Muslimat

Jika wanita adalah "madrasatul ula" (sekolah pertama), ibu setiap generasi, tiang tegaknya peradaban dan akhlaq manusia; maka mempersiapkan kehadiran seorang wanita yang memiliki syakhsiyah (kepribadian) seorang ibu, pendidik, murobbiyah, dan da'iyah di zaman ini adalah jihad.

Pondok Al-Quran Wafiq Azizah Darul Marhamah lahir sebagai upaya dan jihad Quran di zaman yang penuh fitnah ini. Jihad menghadapi serangan musuh yang senjata mereka adalah racun pemikiran syubhat, hedonisme dan syahwat yang telah banyak menghancurkan wanita.

Hari ini wanita sholihah, boleh jadi adalah salah satu pasukan Allah, sinar yang menerangi kembali redupnya cahaya ummat untuk kembali menjadi pemimpin peradaban dan guru kemuliaan. Untuk semangat dan cita-cita inilah, Pondok Al-Quran Wafiq Azizah Darul Marhamah hadir. Semoga Allah memberkahi dan meridhoinya. Aamiin.


MISI PONDOK
1. Lahirnya calon ibu yang dalam ilmunya, hafal al-Quran, pendamping suami dan pelindung anak-anaknya.
2. Lahirnya calon murobbiyah
3. Lahirnya calon da'iyah

PROGRAM UTAMA
Hafal al-Quran 30 Juz (10 Juz dalam setahun)

PROGRAM UNGGULAN
1. Bahasa Arab yang meliputi empat kemampuan berbahasa yaitu: mendengar, membaca, menulis, dan bercakap.
2. Hafalan Hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
3. Hafalan Mutun Ilmiyah



MATA PELAJARAN PONDOK
1. Al-Quran (Tajwid dan Tafsir)
2. Hadits Nabi (hafalan dan pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Hadits)
3. Siroh (biografi dan peristiwa dari kehidupan Rasulullah, Sahabat, Tabi'in, dan para imam dari kalangan ulama Ahlussunnah.
4. Aqidah Ahlussunnah
5. Fiqh Wanita


LIFE SKILL
1. Komputer
2. Masak-memasak
3. Jahit-menjahit
4. Tips-tips seputar kewanitaan dan kerumahtanggaan


LOKASI:
Jl. Perintis Kemerdekaan, Ujung BTN Asal Mula
RT/RW 002, Blok E2 No. 7B
Makassar (Sulsel)

KONTAK:
085203044380 (Ummu Ubaid)
085264803064 (Muh. Taufan Djafry)

BROSUR PENDAFTARAN BISA DIDOWNLOAD DI SINI:
https://drive.google.com/file/d/0B8jOLSxCfrMHRm51ei1KN0R2azA/view?usp=sharing

Pembibitan Tanaman Praktis di Rumah

Buah Naga


Ambil sedikit biji buah naga. (secuil saja buah naga bijinya bisa puluhan)


Cuci sampai bersih agar biji buah naga terpisah dari daging buahnya.


Setelah bersih, saring dengan kain penyaring


Taruh diatas saringan masak lalu keringkan (bisa dengan kipas angin tapi jangan sampai berterbangan / angin kecil saja)



Siapkan cangkir kopi biasa, lalu isi dengan batu-batuan kerikil kecil yang sudah dibersihkan.


Lalu isi dengan tanah yang subur hingga 3/4 cangkir, tidak perlu sampai penuh. (bisa diambil diperkarangan rumah atau dimana saja)


Ambil cetakan kue (bisa berbentuk hati, bunga, lingkaran, atau apa saja sesuai selera) lalu diletakkan di tengah-tengah seperti gambar di atas


Taburkan batu kerikil yang halus diluar cetakan kue (langkah ini hanya sebagai penghias saja)


Taburkan biji buah naga ke dalam cetakan kue


Siram dengan air secukupnya agar keseluruhannya tampak basah, lalu tutup dengan Plastik Wrap (Bisa juga dengan kantong plastik biasa). Setiap hari plastik dibuka, lalu permukaan dibasahin dengan air secukupnya (cukup sehari sekali).


Setelah 1 minggu, akan terlihat tumbuh tunas. Setelah tumbuh tunas, tidak perlu lagi ditutup dengan plastik. Cukup setiap hari dijaga agar permukaan tetap basah (disiram air secukupnya).


Setelah 2 minggu, akan terlihat seperti gambar di atas. Tetap disiram setiap harinya, lalu bisa dipindah ke luar agar mendapatkan sinar matahari yang cukup.


Setelah 4 minggu, akan tumbuh seperti gambar di atas


Jeruk Bali


Biji jeruk bali selesai dimakan jangan dibuang, dicuci lalu dikupas dagingnya hingga daging dan bijinya terpisah


Setelah biji dan daging jeruk bali terpisah, bijinya direndam air selama 1 minggu. (Air diganti setiap hari selama seminggu).


Setelah 1 minggu, pindahkan biji kedalam gelas berisi tanah (setengah gelas) dengan posisi tunas (ekor) biji jeruk bali menghadap keatas, lalu basahi dengan air hingga terlihat keseluruhannya lembab / basah (Jangan sampai terendam air / tergenang).


Lalu tutupi bagian atas biji dan tanah dengan batu-batuan / kerikil kecil seperti gambar diatas. Siram dengan air setiap 2 hingga 3 hari sekali. Dalam 1 minggu, akan tumbuh tunas.


Setelah tunas tumbuh dan berdaun, tetap sirami tanaman 2 hingga 3 hari sekali agar menjaga tanah dan tanaman tetap basah dan subur. Sesekali boleh dipindah keluar agar mendapat cukup sinar matahari.


Lengkeng


Biji Lengkeng yang tesisa jangan dibuang. Bersihkan biji lengkeng dari daging yang tersisa. Lalu dicuci dengan air.


Lalu rendam dengan air selama 1 minggu (Ganti air setiap hari), redam hingga terlihat lapisan terluar bijinya retak.


Nah, untuk Lengkeng, karena memerlukan tempat yang lebih besar, bisa menggunakan Mangkuk atau pit kecil. Isi setengah mangkuk dengan tanah yang subur. Lalu susun biji lengkeng yang sudah direndam 1 minggu dengan posisi tunas menghadap ke atas


Tutup permukaan dengan batu kerikil kecil hingga seluruh permukaan tertutp rapi. Cukup 1 lapis saja, jangan terlalu tebal karena akan mempengaruhi pertumbuhan tunas. Lalu sirami dengan air secukupnya hingga permukaan dan tanah tampak basah. Setelah satu minggu akan tumbuh tunas kecil. Setelah 10 hari, tunas akan tumbuh memanjang. Terus sirami air secukupnya agar basah 1 hari sekali.


Setelah 1 bulan, akan tumbuh daun yang subur, sirami air 1 hari sekali. Bisa dipindah keluar rumah agar mendapat sinar matahari yang cukup.


Daun yang muda akan tampak berwarna merah kecokelatan, lalu mejadi kuning, terakhir terlihat hijau tua.


Lemon

Untuk buah lemon caranya hampir sama dengan Jeruk Bali.


Bersihkan biji lemon dari dagingnya, lalu dicuci bersih dan keringkan dengan kipas angin.


Isi setengah cangkir dengan tanah yang subur lalu tancapkan biji lemon, dengan tunas (bagian yang lancip) menghadap ke atas.


Taburkan batu kerikil kecil (1 lapisan saja) hingga merata, lalu basahi seluruh permukaan dengan air secukupnya hingga terlihat basah. lalu tutup dengan plastik wrapping atau kantong plastik. Setiap hari buka plastik lalu basahi permukaan secara merata, dan tutup lagi plastiknya. Hingga 2-3 hari.


Setelah 3 hari, akan tumbuh tunas. Buka plastiknya dan tetap sirami air 1 hari sekali.


Setelah 1 minggu, boleh pindahkan keluar atau tempat yang mendapatkan sinar matahari yang cukup.


Kentang

Kentang yang disimpan terlalu lama akan tumbuh tunas sendiri. Daripada dibuang mending ditanam.


Potong bagian-bagian kentang yang tumbuh tunas menjadi beberapa bagian.


Masukkuan tunas-tunas kentang kedalam pot yang berisi tanah subur. Sirami setiap hari 1 hari sekali. (Jangan terkena sinar matahari dulu sampai tunas keluar dari permukaan tanah)


Setelah tunas keluar dari permukaan tanah, tetap sirami dengan rajin sehari sekali. Setelah tumbuh daun. Barulah boleh dipindah keluar agar terkena sinar matahari yang cukup.


Nangka


Cuci bersih biji buah nangka.


Lalu rendam biji buah nangka dengan sedikit air / cukup setengah bagian dari biji buah nangka terendam air. Lakukan selama 1-2 minggu, ganti air setiap harinya.


Setelah 2 minggu atau lebih, lapisan luar biji nangka akan terkelupas dengan sendirinya, dan terlihat tunas yang tumbuh.


Pindahkan biji buah nangka yang bertunas kedalam pot / mangkuk yang berisi tanah subur (cangkir tidak disarankan, karena terlalu kecil). Sirami dengan air 1 hari sekali agar tunas mendapat air yang cukup.


Setelah 1 minggu, tunas akan tumbuh. Tetap rajin disiram air sehari sekali (jangan terlalu becek/ basah).


Setelah 2 minggu, akan tumbuh daun yang lebih banyak. Nah, waktu ini sudah bisa dipindah keluar rumah agar mendapat sinar matahari yang cukup.


Jika umur tanaman sudah 60 - 80 hari, boleh dipindah keluar atau ditanam di tanah agar pertumbuhannya tidak terhambat.


Jambu Biji


Ambil biji jambu sejumlah yang diinginkan.



Sama halnya serperti buah naga, gunakan saringan kain / stocking untuk membersihkan biji jambu dari dagingnya.



Anginkan / keringkan biji jambu yang sudah dibersihkan (bisa memggunakan kipas angin 5-10 menit).


Rendam biji jambu dalam air selama 5-7 hari, setiap hari air diganti.


Isi setengah mangkuk dengan tanah subur, lalu taburkan biji jambu secara merata dan tutupi dengan batu kerikil (cukup 1 lapis) diatasnya. Sirami dengan air cukup 1 hari sekali agar menjaga permukaan tetap basah.



Setelah 10-15 hari rajin disirami air, akan tumbuh sedikit daun seperti terlihat di gambar Tetap sirami 1 hari sekali, jangan terlalu becek / basah.


Setelah 10 hari kemudian. Tetap jaga kadar air agar tanaman mendapat air yang cukup. (1 hari sekali).



10 hari selanjutnya, tanaman sudah boleh dipindah keluar rumah agar mendapat sinar matahari yang cukup.



Durian


Rendam biji durian 7-10 hari hingga membelah dan terlihat tunas yang tumbuh.


Pindahkan biji kedalam pot yang berisi tanah dengan posisi tunas menghadap ke atas. Sirami dengan air cukup 1 kali sehari.


Setelah berumur 2-3 bulan setelah setiap hari disiram air 1 kali sehari. Tanaman boleh dipindah ke luar rumah agar mendapat sinar matahari yang cukup. Setelah berumur 6-7 bulan. Pindahkan ke tanah.


Ubi Jalar

Sama halnya dengan kentang, ubi yang disimpan terlalu lama akan terlihat tumbuh tunas dengan sendirinya.


Ambil botol sesuai ukuran ubi, cukup 1/4 bagian ubi saja yang terendam air. Posisi ubi harus akar menghadap keatas.


Jika kesulitan mencari botol sesuai ukuran ubi, bisa juga dengan cara vertikal seperti menggunakan mangkuk (gambar diatas). Jangan lupa disiram air hingga sedikit bagian tubuh ubi terendam.


Setelah tunas tumbuh daun. Potong bagian bawah ubi dan ambil bagian yang tumbuh daun pindahkan kedalam pot / gelas / mangkuk berisi sedikit air (biarkan bagian akar terdendam sedikit). Saat ini sudah boleh dipindah keluar agar sering terkena sinar matahari yang cukup.


Jangka waktu 2 bulan, Daun akan tumbuh lebat. Pindahkan ke tanah.


Daun ubi bisa dengan cepat memanjang dan menjalar. Saat ini daun ubi sudah boleh dikonsumsi.


Selamat bercocoktanam! :-)

sumber: kaskus.co.id